Date Selasa, 22 July 2014 | 19:38 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Pemko Siapkan Seleksi 1.008 Honorer K-2

Padang Tidak Terima CPNS

Sabtu, 20-07-2013 | 13:24 WIB | 1464 klik

M Yamin, Padek—Pemko Padang tidak menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Padang tidak termasuk di dalam 325 instansi pusat dan daerah mengusulkan rencana rekrutmen CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) pada September mendatang.

“Memang tahun ini kita tak menerima CPNS, karena besaran belanja pegawai PNS melebihi 50 persen dari APBD. Penyebab lain, Pemko masih menyisakan pegawai honorer kategori 2 (K-2),” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padang, Asnel kepada Padang Ekspres, kemarin (19/8), yang mengaku baru pulang Rapat Koordinasi Pengadaan CPNS 2013 di Jakarta Kamis (18/7).

Sesuai instruksi Menteri PAN-RB, Azwar Abubakar saat Rapat Koordinasi Pengadaan CPNS 2013, instansi yang tidak menerima CPNS dari pelamar umum karena cukup ditambal dari pelamar tenaga honorer kategori 2 (K-2) dan karena belanja pegawainya lebih dari 50 persen dari APBD.

“Jadi, kita (Pemko Padang, red) fokus mempersiapkan seleksi honorer K-2. Sebanyak 1.008 orang bakal mengikuti seleksi ini,” ucap Asnel.

Honorer K-2 adalah pegawai yang diangkat pejabat pembina kepegawaian daerah dan pengangkatannya sejak 1 Januari 2005. Sumber gajinya berasal dari non-APBD/APBN. Sedangkan honorer K-1, sumber gajinya dari APBD/APBN.

Sekadar diketahui, 1.008 honorer K-2 tersebut diusulkan tahun 2010 lalu ke (Kemen PAN-RB). Dari usulan itu, dilakukan uji publik pada 1-21 April 2013. Usulan itu disahkan Kemen PAN-RB, Mei 2013. Seluruh honorer K-2 harus menjalani tes kemampuan dasar (TKD).

“Seleksi atau ujian bagi honorer K-2 tersebut diselenggarakan minggu keempat September dan Oktober mendatang. Dari total honorer K-2, hanya 30 persen diterima,” ucap Asnel.

Meski demikian, keputusan tak menerima PNS tahun ini bisa berubah tahun depan tergantung dari kondisi atau kebijakan pemerintah pusat. “Saat ini Padang masih kekurangan tenaga guru jumlahnya lebih kurang 700 orang,” ungkapnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA