Date Selasa, 29 July 2014 | 01:28 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kemarin di Ngalau dan Harau, Hari ini di Pangkalan

Puasa Berbeda, Potang Balimau Jalan Terus

Selasa, 09-07-2013 | 13:13 WIB | 832 klik
Puasa Berbeda, Potang Balimau Jalan Terus

Ratusan warga membanjiri kolam renang Ngalau Indah

Payakumbuh, Padek— Perbedaan awal puasa Ramadhan 1434 Hijriyah, ternyata tidak membuat tradisi potang balimau (mandi-mandi sebelum puasa) di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limauluh Kota menjadi terhenti. Alih-alih terhenti, animo masyarakat untuk balimau di objek wisata air yang terdapat pada kedua daerah, malah semakin tinggi.

Buktinya, sepanjang Senin (8/7) siang atau sehari menjelang warga Muhammadiyah menjalankan ibadah puasa, ribuan warga terlihat berbondong-bondong, mendatangi kolam renang Ngalau Indah, tempat bermain anak Atlantika di Padangdata, pemandian Batang Tabik, dan Lembah Harau.

Umumnya, warga yang datang ke objek wisata air tersebut, berasal dari pinggiran Payakumbuh dan kampung-kampung di Limapuluh Kota. Mereka sudah meninggalkan rumah sejak siang hari dan baru kembali bakda Ashar. Sebagian di antaranya, sempat singgah di pasar Payakumbuh untuk berbelanja.

“Awak sabananyo indak pai balimau doh, tapi pai mambao anak-anak bamain, hari dek ka masuak puaso,” kata pasangan suami-istri Si Man, 44, dan Lena, 39, asal Kabupaten Limapuluh Kota kepada Padang Ekspres di objek wisata kolam renang Ngalau Indah, kemarin siang.

Di kolam renang Ngalau Indah sendiri, seperti diakui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh Sahnadel Khairi, jumlah masyarakat yang datang berkunjung sepanjang Senin siang, memang membeludak dibanding hari-hari biasanya.

“Pengunjung ke kolam renang Ngalau Indah, naik dua kali lipat dari biasanya. Untuk pengunjung anak-anak, kita mematok karcis tanda masuk sebesar Rp3 ribu. Sedangkan pengunjung dewasa dikenai karcis masuk Rp5 ribu,” kata Sahnadel Khairi.

Ramainya pengunjung yang mengikuti balimau ataupun potang balimau, juga terlihat di objek wisata Lembah Harau. Kendati beberapa waktu lalu ada persoalan terkait bagi hasil tiket antara pengelola dengan nagari, tapi animo masyarakat untuk datang ke lembah nan penuh pesona itu tetap tinggi.

“Kendati kita tidak menggelar acara khusus untuk potang balimau di Lembah Harau, tapi masyakarat yang datang ke objek wisata andalan ini sepanjang Senin siang, tetap membeludak. Besok (hari ini-red), diperkirakan juga masih ramai,” kata Ali Hasan, Kepala Bidang Pariwisarta Limapuluh Kota.

Sedangan di Batang Tabik, Nagari Sungaikamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota yang sudah terkenal sejak zaman bahoela, jumlah pengunjung belum terlalu meningkat. “Mungkin besok (hari ini), baru ramai. Karena adanya perbedaan awal puasa,” kata Deswandi Inyiak, seorang warga Batangtabik.

Sementara di tempat bermain anak Atlantika, jumlah masyarakat yang datang balimau tahun ini, sedikit berkurang dibanding balimau tahun lalu. Hanya saja, kami buka paket balimau dua kali. Yakni, sekarang (kemarin-red) dan besok (hari ini-red),” kata Slamet, pengelola Atlantika, saat dihubungi kemarin.

Adapun pada Selasa (9/7) ini, ribuan warga Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kabupaten Limapuluh Kota, akan mengikuti tradisi potang balimau di pinggir Batang (Sungai) Maek, persisnya di sekitar Masjid Raya Pangkalan yang megah tersebut.

Menurut Kabid Pariwisata Ali Hasan, potang balimau di Pangkalan pada Selasa ini, direncanakan akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu bersama Menteri ESDM Jero Wacik. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA