Date Jumat, 25 July 2014 | 10:38 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Internasional

Militer Mesir Gulingkan Mursi

Jumat, 05-07-2013 | 11:38 WIB | 506 klik
Militer Mesir Gulingkan Mursi

Warga Mesir merayakan pelengseran Muhammad Mursi di Tahrir Square, kemarin.

Kairo, Padek—Krisis politik berlangsung beberapa bulan terakhir di Negeri Piramida Mesir, berakhir dramatis. Militer Mesir mengambil alih kekuasaan dari tangan Presiden Mesir Mohamed Mursi setahun pasca-kepemimpinannya, Rabu (3/7) malam. Pihak militer beralasan, langkah genting ini dilakukan untuk menciptakan stabilitas di Mesir. Mereka juga mengamankan tokoh 61 tahun itu dan menangkapi para petinggi Ikhwanul Muslimin.

Begitu Mursi lengser, seorang pemimpin baru dilantik kemarin (4/7). Adly Mansour resmi menduduki jabatan presiden. Politikus yang sebelumnya menjabat ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mesir itu, mengakhiri satu tahun kepemimpinan pengganti Hosni Mubarak tersebut. Dalam pidato pertamanya setelah menjabat presiden, dia memuji para pengunjuk rasa berani menuntut Mursi mundur.

“Mansour akan menjabat sebagai presiden sementara Mesir sampai terpilih pemimpin baru melalui pemilu,” terang militer dalam dekrit terbarunya. Namun, hingga kemarin, pemerintah belum menetapkan tanggal pemungutan suara. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berharap, Mesir bisa segera mendapatkan presiden baru agar kepemimpinan kembali ke tangan sipil.

“Saya mengimbau militer Mesir supaya bisa menjalankan agendanya dengan cepat dan segera mengembalikan kekuasaan ke tangan sipil,” tandas Obama dalam keterangan tertulis yang dirilis Washington beberapa jam setelah Mursi lengser. Dia juga berpesan kepada militer agar tidak asal melakukan penangkapan serta melindungi hak-hak seluruh warga Mesir.

Pihak militer beralasan, Mursi digulingkan karena dianggap gagal memulihkan kondisi Mesir setelah berkuasa 1 tahun 3 hari. Bidang pariwisata dan investasi Mesir menurun drastis. Sementara tingkat inflasi meningkat dan distribusi minyak kian menipis.

Kemarin, militer masih merahasiakan lokasi penahanan Mursi. Saat ini, presiden pertama Mesir yang terpilih melalui pemilu itu berstatus tahanan rumah. “Militer mengamankan Mursi sebagai langkah pencegahan setelah ultimatum 48 jam yang kami berikan berakhir,” ungkap seorang pejabat senior militer. Bersamaan dengan itu, polisi memburu para petinggi Ikhwanul Muslimin yang mendukung Mursi.

Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, menyatakan bahwa pemerintah telah menerbitkan sebanyak 300 surat penangkapan untuk para pejabat Ikhwanul Muslimin. “Saad al-Katatni, ketua Partai Keadilan dan Kebebasan, dan Rashad Bayoumi, wakil penasihat Ikhwanul Muslimin, ditangkap dan saat ini berada di penjara,” lapor Kantor Berita MENA.

Dalam pidato disiarkan media pada Rabu lalu, Sisi membeberkan agenda politik akan dilaksanakan militer pada masa transisi. Mulai kemarin, militer membekukan konstitusi disusun kubu Islami. “Kami juga akan segera menggelar pemilihan presiden baru,” ungkap jenderal 58 tahun itu tanpa menyebutkan tanggal.

Di sisi lain, Mursi lewat Twitter resminya meminta kepada warga sipil dan militer untuk menegakkan undang-undang dan konstitusi, serta menolak kudeta atas dirinya yang akan menyebabkan kemunduran Mesir. “Pengumuman militer ditolak oleh seluruh warga yang memiliki kebebasan dan berupaya menegakkan asas demokratis di Mesir,” demikian tweet Mursi.

Kemarin, media Mesir menyebut lengsernya Mursi oleh militer itu sebagai revolusi sah. “Legitimasi rakyat telah menang,” tulis Al-Gomhuriya, surat kabar milik pemerintah, pada halaman depan edisinya.

Israel Berpesta

Menyusul kudeta militer atas Presiden Mesir Muhammad Mursi, Israel dan rezim syiah diktator di Suriah merupakan pihak paling bergembira. Koran Maaref Israel menurunkan headline bergambar Jenderal Abdel Fattah As Sisi tengah menginpeksi pasukan. “Selamat datang kepada As Sisi, pahlawan kami telah mengembalikan Mesir dari pangkuan gerakan Islam, untuk kembali kepada pangkuan kami,” tulis koran zionis itu.

Maaref tidak sendirian. Koran itu sekaligus mencerminkan pemerintah dan warga Zionis menyambut gembira kudeta militer atas Mursi. Seperti diketahui, pemerintahan Mursi cukup getol membela Palestina dan menyulitkan Israel untuk menjalankan agenda penjajahannya atas Palestina. Ketika negara Zionis menyerang Gaza, November 2012 lalu, Mursi mengutus perdana menteri Hisham Qandil ke Gaza. Mursi juga memfasilitasi Hamas untuk “menekan” Zionis lewat perjanjian di Kairo. Selain Israel, rezim syiah Bashar Assad di Suriah juga menyambut gembira kudeta militer atas Mursi. Kudeta atas Mursi adalah pertanda kejatuhan pemikiran Islam Politik.

Terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengaku belum mengetahui nasib para perantau Minang di Mesir. (AP/AFP/hep/ayu/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA