Date Selasa, 29 July 2014 | 09:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Hari Ini, Menkes Resmikan Semen Padang Hospital

Rumah Sakit Sumbar Siap Bersaing

Jumat, 05-07-2013 | 11:33 WIB | 409 klik
Rumah Sakit Sumbar Siap Bersaing

Gedung Semen Padang Hospital, di KM 7 Bypass Padang.

Padang, Padek—Dunia medis Sumatera Barat terus berbenah, menyusul masih tingginya masyarakat Sumbar berobat ke negara tetangga. Peluang itu ditangkap PT Semen Padang dengan membangun Semen Padang Hospital yang akan diresmikan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi hari ini.

Rumah sakit dengan fasilitas dan prasarana modern dan canggih itu, siap bersaing dengan rumah sakit Singapura dan Malaysia, yang dikenal memiliki kualitas pelayanan prima dengan peralatan canggih dan terlengkap. Semen Padang Hospital (SPH) bertekad merebut pangsa pasar orang kaya Sumbar yang selama ini berobat ke kedua negara tetangga itu.

Peresmian Semen Padang Hospital bertepatan dengan HUT ke-55 Pengambilalihan (nasionalisasi) PT Semen Padang (SP). Rumah sakit berstandar internasional pertama di Sumbar ini, berlokasi di jalan Bypass KM 7, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Padang.

Direktur Utama PT SP, Munadi Arifin berharap kehadiran SPH bisa memenuhi layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus menyelamatkan devisa negara dengan mengurangi warga Indonesia berobat ke luar negeri.

“Ini tidak terlepas dari dukungan seluruh stakeholders. Yakni, masyarakat lingkungan, pemerintahan kota, pemerintahan provinsi, dan seluruh unsur masyarakat lainnya,” kata Munadi dalam jumpa pers di SPH, kemarin.

Peresmian SPH ini akan dihadiri Ketua DPD RI Irman Gusman, Deputi BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Dwijanti Tjahjaningsih, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto.

Seperti diketahui, animo orang-orang berduit Sumbar berobat ke Malaysia dan Singapura terbilang tinggi. Diperkirakan Rp 10 miliar setiap bulan uang dari Sumbar mengalir ke Malaka dan Singapura untuk berobat. “Setidaknya, ada 1.200 orang setiap bulan terbang ke negeri jiran itu dari Padang via Jakarta atau Batam, juga untuk berobat. Peluang ini harus direbut SPH,” sebut Wali Kota Padang Fauzi Bahar saat soft opening SPH pada 18 Maret 2013, bertepatan dengan HUT ke-103 Pendirian Pabrik PT SP.

Sejak soft opening, PSH telah melayani pengobatan khusus untuk karyawan Semen Padang dan keluarga. “Dengan diresmikannya besok (hari ini, red), SPH dibuka untuk umum. Dengan fasilitas lengkap dan canggih, bukan berarti SPH hanya melayani orang kaya. SPH komit memberi layanan kepada masyarakat kurang mampu melalui program corporate social responsibility (CSR) Semen Padang,” tutur Munadi.

Rumah Sakit Terbaik

SPH menempati lahan lebih kurang 2 hektare dengan luas bangunan 19.600 m2. Bangunannya terdiri dari 6 lantai dan 1 lantai semi basement. “Untuk arsitektur gedung menggunakan konsep green hospital, dirancang untuk mengurangi penggunaan energi.

Untuk kenyamanan pasien, tersedia 161 bed rawat inap. Terdiri dari 5 kelas, kelas 3, kelas 2, kelas 1, VIP, dan VVIP. Semua kelas rawat inap dilengkapi AC, kamar mandi dan TV.

Selain gedung megah, fasilitas lengkap dan canggih, serta layanan prima, SPH didukung fasilitas penunjang seperti area business center. Terdiri dari toko roti, supermarket, bank, ATM, toko buah, coffee shop, dan food court. “Ini komitmen kami untuk memberi kenyamanan prima pada pasien dan pengunjung,” kata Dewan Pembina Yayasan SP, Agus Boeing Nurbiantoro yang juga Direktur Litbang dan Operasi PT SP ini.

Direktur Utama SPH, dr Ronny Novianto MKes mengatakan visinya untuk menjadi rumah sakit terbaik di Sumatera dan bertaraf internasional. Rumah sakit didirikan dengan tujuan memberikan pilihan kepada masyarakat Sumbar, dan Sumatera agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri.

“Kami mengoperasionalkan UGD, radiologi, dan farmasi 24 jam serta 22 ruang poliklinik yang buka setiap hari dari pukul 08.00-21.00, temasuk di hari Minggu. Untuk rekam medik pasien, dilakukan secara komputerisasi,” kata Ronny.

SPH memiliki 60 orang dokter spesialis dan sub-spesialis yang berpraktik di poliklinik. “Pengaturan jadwal praktik dilakukan dengan sistem slot, sehingga waktu tunggu lebih cepat dan konsultasi antardokter spesialis lebih mudah dilakukan,” ungkap Ronny.

SPH memiliki alat-alat lengkap dan canggih, seperti alat bedah minimal invasive, laparoscopy untuk memenuhi kebutuhan akan tindakan pembedahan dengan luka minimal dan waktu sembuh yang lebih cepat. “Kemudian, MRI 1,5 Tesla, CT-Scan 64 Slices, USG 4D, Digital Mammography, Treadmill, EEG 64 Channel, dan ICU dengan 5 buah ventilator. Peralatan ini terbaru dan tercanggih,” tutur Ronny.

Dalam menerapkan pelayanan prima, sebut Ronny, SPH mengadakan pelatihan service from heart bekerja sama dengan ESQ diikuti seluruh karyawan dan dokter spesialis.

Beroperasinya SPH mendapat apresiasi dari pimpinan nasional dan kepala daerah di Sumbar. “Saya berharap SPH juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat provinsi tetangga sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Singapura dan Malaysia,” kata Ketua DPD RI Irman Gusman. Namun demikian, Irman mengingatkan kemegahan SPH jangan sampai melupakan fungsi sosial rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat kurang mampu.

Gubernur Irwan Prayitno berharap SPH memberikan pelayanan prima kepada pasien dan dunia kesehatan Sumbar. (ril)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA