Date Kamis, 31 July 2014 | 06:16 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Komunitas & Gaya Hidup

MOS, Masa Perkenalan Sekolah Baru

Kamis, 04-07-2013 | 12:15 WIB | 947 klik
MOS, Masa Perkenalan Sekolah Baru

-

Masa Orientasi Siswa, atau lebih akrab kita sebut MOS. Siapa sih sobeX yang tidak tahu dengan kegiatan satu ini. kegiatan rutin di setiap awal tahun pelajaran ini selalu diselenggarakan hampir di semua SMP, SMA maupun sekolah sederajat lainnya di Indonesia. Sesuai dengan namanya, Masa Orientasi Siswa, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk orientasi siswa baru di sekolah baru mereka.

sobeX tahu arti dari kata orientasi? Jika tidak, yuk kita intip Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurut KBBI, orientasi memiliki dua buah makna. Pertama, peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar. Kedua, melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu). Kita pakai makna yang kedua, yaitu agar para siswa baru lebih kenal dan tahu mengenai sekolah baru mereka, baik soal guru-guru, kantin, ruang belajar, toilet, tata terbit, dan lain-lain.

Namun, apakah benar kegiatan orientasi yang berjalan selama ini sudah sesuai dengan makna katanya? Menurut Nabila Aziz kegiatan orientasi selama ini sudah berjalan dengan semestinya. Gadis yang baru saja menjadi siswi SMAN 7 Padang ini juga menuturkan bahwa kegiatan MOS memiliki manfaat bagi para siswa-siswi.

“Karena pada saat MOS kita diberitahu banyak hal tentang sekolah baru kita ini. Jika tidak mengikuti MOS, rasanya kagok saja saat sudah bersekolah nanti,” sebutnya.

Menurut Nabila lagi, dia biasanya mendapatkan banyak kenalan teman baru pada saat MOS. “Masa MOS ini masa pertama kita menjadi siswa di sekolah baru, di masa ini pula kita punya banyak kenalan baru. Ya, ibaratnya nih sobeX, MOS adalah peralihan dari sekolah lama ke sekolah yang baru. Bagiku, ini peralihan dari siswi SMP ke siswi SMA.”

Hal senada dituturkan Cici Alhadi dari SMAN 2. Bagi gadis asal Padangpanjang ini, MOS adalah kegiatan penting yang harus terus diselenggarakan. “Karena memang sampai saat ini belum ada kegiatan lain yang bisa menggantikan MOS. Ada yang bilang ESQ lebih baik daripada MOS, namun itu nggak tepat. Karena bagi para siswa baru, yang mereka butuhkan pertama kali ya perkenalan lebih dekat dengan sekolah baru mereka dalam segala hal.”

Namun ada pula yang menyayangkan kegiatan MOS yang diwarnai dengan aksi jahil para senior. Terutama dalam bentuk menyuruh para siswa baru untuk menggunakan atribut tertentu. Sebutlah nih sobeX, seperti tas dari kantong kresek, pita warna-warni, kaos kaki dua warna, kalung permen dan jengkol, serta yang lainnya.

“Sebenarnya semua atribut itu tidak bermanfaat dan tidak memiliki hubungan dengan kegiatan MOS. Sebaiknya sekolah berfokus pada kegiatan MOS saja dan menyuruh siswa baru membawa peralatan yang menunjang kegiatan MOS. Atribut seperti tas kantong kresek dan yang lainnya tidak menunjang kegiatan MOS sedikit pun, jadi untuk apa masih digunakan,” ujar ketus Oktarizal Mandafi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling, UNP.

Ya, pendapat Okta memang ada benarnya. Sebenarnya atribut tersebut tidak berhubungan dengan kegiatan MOS. Namun, ada yang harus lebih kita perhatikan lagi sobeX, yaitu kasus kekerasan yang sering menimpa peserta MOS. Contohnya pemalakan atau bullying dari para senior. Hal seperti ini kurang terpantau, tapi terjadi di beberapa sekolah.

Bukan Ajang Balas Dendam

Sejauh ini Masa Orientasi Siswa (MOS) telah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa yang akan memasuki sekolahnya yang baru, baik tingkat SLTP,SLTA, maupun di tingkat universitas pastilah ada kegiatan orientasinya. Asumsi negatif MOS muncul dari siswa baru karena akan ada yang namanya perpeloncoan dan kekerasan senior kepada juniornya, namun tidak bagi Citra Forma Sunarsan yang merasa enjoy dan senang dalam menjalankan aktivitas MOS di SMAN 3 Padang ini. “Saya senang mengikuti MOS ini karena seniornya baik-baik dan banyak kegiatan-kegiatan yang sangat saya senangi seperti games, materi oleh guru penampilan minat dan bakat dan terakhir yang sangat saya suka adalah penampilan yel-yel nya,” ucap Citra dengan bangganya.

Senanda dengan Citra, siswi yang akrab dipanggil Mercy juga mengomentari kegiatan MOS di sekolahnya berjalan dengan lancar dan membuat ia lebih akrab dengan senior dan sekolah barunya. “Yang paling saya suka dari kegiatan MOS ini adalah saat saya diajak untuk pengenalan lingkungan sekolah, lingkungan sekolah yang asri membuat kondisi belajar mengajar akan terasa lebih nyaman. Apalagi sekolah ini juga dilengkapi dengan Bank Sampahnya yang mampu mendaur ulang sampah-sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Selain itu seior yang baik semuanya membuat kegiatan MOS yang awalnya menyeramkan bagi saya menjadi sesuatu yang menyenangkan,” tutur siswi yang memiliki nama lengkap Mercy Monica ini.

Memang benar sobeX, MOS yang sering kita lihat di televisi yang penuh dengan kasus kekerasan senior kepada juniornya tidaklah semuanya benar karena pada dasarnya orientasi yang dilakukan oleh sekolah lebih bertujuan bagaimana siswa baru lebih mengenal lingkungan sekolah, kakak kelasnya, guru-guru serta teman sebaya nya, seperti yang dikatakan oleh Harry Wakil Ketua OSIS SMAN 3 padang ini. “Kita tidak ada menggunakan cara fisik dalam orientasi, malahan untuk mendisiplinkan siswa baru sanksi yang kita berikan bagi siswa baru yang melanggar peraturan adalah seperti membantu panitia memasak didapur,hal ini selain menimbulkan kedisiplinan siswa juga melatih siswa dalam memasak,” ungkap Harry.

Nah buat sobeX, sudah waktunya menghilangkan stigma negatif tentang MOS tersebut. (****)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA