Date Jumat, 1 August 2014 | 20:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

H-10 Lebaran, Jalur Mudik Tuntas

Rabu, 03-07-2013 | 11:23 WIB | 359 klik

Jakarta, Padek—Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berjanji akan menyelesaikan mayoritas pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan pada H-10 menjelang mudik Lebaran 2013. Pekerjaan tersebut meliputi seluruh ruas jalan nasional yang ada di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto mengatakan, ada banyak titik yang sedang dan akan dilakukan pembenahan di seluruh ruas jalan nasional. Namun sebagian besar perbaikan dilakukan di ruas jalan nasional Pulau Jawa, terutama ruas jalan Pantai Utara (Pantura).

“Karena beban Pantura sangat besar, termasuk menjadi urat nadi perekonomian nasional,” ujarnya di Kementerian PU, kemarin (2/7).

Djoko mengatakan saat ini ruas jalan Pantura dilalui oleh lebih dari 40 ribu kendaraan per hari. “Padahal normal maksimalnya adalah 25 ribu kendaraan per hari. Jadi intensitasnya sangat tinggi,” katanya dalam sosialisasi Kementerian PU yang bertajuk kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan menghadapi Lebaran tahun 2013/1434.

“Jalur utama di Pulau Jawa sepanjang 3.508 kilometer, jalan tol sepanjang 668 kilometer, dan jalan alternatif sepanjang 2.230 kilometer,” papar Djoko.

Djoko menjelaskan, alokasi dana yang dipakai oleh Kementerian PU untuk melakukan perbaikan dan perawatan di seluruh ruas jalan nasional berasal dari dana DIPA (Daftar Isian Penggunaan Anggaran) Tahun Anggaran 2013 senilai Rp 1,2 triliun. Alokasi tersebut naik sekitar Rp 100 miliar dari tahun sebelumnya, Rp 1,1 triliun.

“Dana alokasi tersebut naik turun karena kebutuhan konstruksi yang berbeda tiap tahunnya,” ucapnya.

Dalam pemaparannya kemarin, Djoko juga berjanji bahwa mayoritas pekerjaan Kementerian PU di sepanjang jalur Pantura selesai pada H-10 sebelum Lebaran.

Dia memastikan dalam dua bulan ke depan, semua jalan yang rusak tersebut baik di jalur Pantura maupun jalur-jalur mudik lainnya dapat dilewati secara fungsional dan tidak menganggu arus mudik nantinya.

Untuk jalur mudik Sumatera, Kementerian PU mengakui kondisi jalan lintas timur Sumatera yang menghubungkan Lampung dengan Palembang masih kurang mantap 31 persen. Ada beberapa titik jalan lintas timur Sumatera yang rusak. Seperti Kayuagung (Lampung), Indralaya (Palembang) dan ada 7 titik Jalan lintas timur yang rusak. Namun begitu, kondisi jalan lintas timur Sumatera lebih baik dibandingkan jalan lintas tengah. Diperkirakan ada selisih waktu 2 jam lebih cepat jika perjalanan dilakukan melalui lintas timur Sumatera.

Perjalanan Lampung ke Palembang dengan truk diperkirakan 12 jam, kalau mobil kecil sekitar 10 jam dengan kecepatan 40-60 km/jam. Kondisi itu menyebabkan ada beberapa titik rawan pelaku kriminal di lintas timur. Seperti Mesuji dan Benggala (Lampung), rawan kejahatan bila jalan malam.

Jalur lintas barat (jalinbar) Sumatera juga segera dibenahi melalui program Western Indonesia National Road Improvement Project (WINRIP). Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Djoko Murjanto mengutarakan, dengan program tersebut ada kemungkinan anggaran Jalinbar akan lebih besar dari jalintim Sumatera.

Dalam beberapa tahun terakhir, alokasi penanganan Jalintim memang selalu lebih besar dibandingkan Jalinbar dan jalan lintas tengah (Jalinteng). “Jalinbar itu persis berada di jalur gempa. Pernah gempa tahun 2007 di Padang, kerusakannya tepat sepanjang Jalinbar, dan perbaikannya sangat mahal,” terang Djoko Murjanto. (dod/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA