Date Selasa, 29 July 2014 | 09:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Puluhan Mahasiswa Tolak Investasi Lippo

Selasa, 11-06-2013 | 12:06 WIB | 500 klik

Padang, Padek—Pro-kontra investasi Lippo Group yang akan membangun Rumah Sakit Siloam, mall, sekolah, dan sarana lainnya terus berlanjut. Kemarin (10/6), puluhan mahasiswa yang terdiri atas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat, Pelajar Islam Indonesia, dan Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau (IKBMM) mendatangi DPRD Padang.

Mereka menyampaikan aspirasi penolakan pembangunan investasi yang didanai Lippo Grup itu. Ketua Kajian Strategis KAMMI, M Sabri menjelaskan ada dua hal mendasar yang membuat mereka menolak yakni dari sisi tata ruang kota, lokasinya dinilai tidak layak. Berada di persimpangan, dan dikhawatirkan menimbulkan kemacetan. Selain itu, mahasiswa ini mendapatkan informasi kalau rencana pembangunan iotu tidak disampaikan ke DPRD Padang.

“Kami mendapat informasi kalau DPRD Padang tidak terlibat dalam rencana investasi ini. Padahal, seharusnya Pemko melibatkan anggota DPRD karena ini merupakan wakil rakyat. Ini adalah, gambaran bahwa Pemko Padang kurang menghargai DPRD Kota Padang yang sesungguhnya adalah lembaga perwakilan masyarakat Padang,” ulasnya.

Anggota DPRD Padang Afrizal menjelaskan DPRD Padang memang belum mendapatkan laporan soal investasi itu dari Pemko. Termasuk studi kelayakan dan lainnya. Di hadapan mahasiswa, Afrizal minta sekretariat DPRD Padang mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Kota Padang Zulherman untuk melakukan rapat kerja soal Siloam ini melalui lintas Komisi I, III dan IV.

“Kami memberikan tenggat waktu 15 hari, kepada lintas komisi untuk membahas soal Siloam ini. Bahkan, akan kami panggil Wali Kota Padang, dinas terkait dan Lippo Group terkait Siloam,” kata kader Golkar itu. (ek)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA