Date Rabu, 30 July 2014 | 09:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Warga Antusias Saksikan TdS

Senin, 10-06-2013 | 13:56 WIB | 255 klik
Warga Antusias Saksikan TdS

Pengendara roda empat dan dua tertahan di Jalan Kis Mangunsarkoro.

Sudirman, Padek— Para pebalap nasional dan mancanegara disambut antusias masyarakat Padang pada etape VI dan VII Tour de Singkarak, Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Namun, banyak pula warga yang mengeluh karena jalan ditutup tanpa adanya sosialisasi intensif, terkait waktu dan jalan mana saja yang ditutup.

Pantauan Padang Ekspres, warga Padang rela menunggu berjam-jam untuk memberikan semangat kepada para pebalap yang melintasi sejumlah jalan raya. Ribuan anak sekolah dan masyarakat tampak berdiri di bahu jalan, Sabtu (8/6). Mereka menyaksikan pebalap yang mengambil start di Kota Pariaman sekitar pukul 11.00, menuju Painan, Pesisir Selatan yang melintasi Padang.

Sama halnya pada etape terakhir di Padang, Minggu (9/6). Tepuk tangan, sorak sorai, dan drum band para murid SD riuh rendah mengiringi pebalap yang melintas.

Para pengguna jalan dengan sabar memberi jalan pada pebalap. Sambil menunggu jalan dibuka kembali, mereka bisa menyaksikan langsung para pebalap berlaga. Tak ayal, momen itu diabadikan warga Padang baik melalui kamera handphone maupun kamera digital.

Meski arus lalu lintas ditutup empat jam sebelum dilewati para pebalap, tidak lantas membuat aktivitas warga terganggu. Warga Padang justru tidak sabar menyaksikan ratusan pebalap melintas di tempat tinggal mereka masing-masing. “Ini momen sekali setahun iven internasional, ya rugi kalau tidak ditonton,” kata seorang warga, Dedi Indra, 26, ketika ditemui Padang Ekspres di Jalan Sudirman, kemarin.

Ari Wijaya, 23, warga Alai Parakkopi, juga tak kalah antusias menunggu aksi pebalap. “Laju sepeda mereka sangat kencang lewat di depan kami,” ujar mahasiswa Universitas Andalas ini.

Tingkatkan Sosialisasi

Lain halnya dengan Zulfikar, 37, salah seorang pengendara yang terjebak di Jalan Kismangunsarkoro. Dia mengharapkan penutupan jalan seperti ini ditingkatkan sosialisasi soal jalur yang ditutup untuk dilintasi pebalap dan jalan alternatif yang bisa dilewati. Agar masyarakat bisa beraktivitas sebelum jalanan ditutup.

“Meski kami ke luar rumah satu jam sebelum pebalap melintas, ternyata jalan telah ditutup. Akibatnya aktivitas jadi terhambat menuju tempat beraktivitas,” kata Zulfikar. Sedangkan Fitri, warga lainnya, menyebutkan penutupan jalan demi kelancaran TdS sah-sah saja. “Hendaknya ke depan, jam dan rute yang dapat dilalui masyarakat diinformasikan dahulu, sehingga masyarakat tidak panik,” katanya.

Terpaksa Ditutup Cepat

Pjs Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Asril Prasetya mengatakan, buka tutup jalan kali ini terpaksa cepat dilakukan, karena kecepatan pebalap melebihi motor. Makanya, jalanan di Kota Padang sudah mulai disterilkan mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00. “Tahun ini kami juga memasang road barrier (pembatas jalan, red) di setiap persimpangan untuk menghindari terobosan warga. Tiap titik jalur para pebalap dijaga tiga personel polisi, serta dua personel Dinas Perhubungan.

Sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal bagi para pebalap,” kata AKP Asril Prasetya. (kid)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA