Date Jumat, 1 August 2014 | 22:55 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Sampai Sekarang Anggaran masih Diblokir

Buku Kurikulum Baru Rawan Molor

Minggu, 02-06-2013 | 05:05 WIB | 347 klik

Jakarta, Padek—Rangkaian implementasi kurikulum baru, khususnya pengadaan buku untuk siswa rawan molor. Penyebabnya adalah sampai saat ini anggaran kurikulum baru senilai Rp 829 miliar masih diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Padahal, target pencetakan buku semakin mepet.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, jadwal penandatangan kontrak dengan pemenang tender pengadaan dan pendistribusian buku kurikulum baru adalah 7 Juni mendatang.

Posisi anggaran yang masih berstatus diblokir tadi, membuat percetakan peserta tender was-was. Mereka cemas jika kasus keterlambatan percetakan naskah ujian nasional (UN) 2013 terjadi kembali dalam pengerjaan buku kurikulum baru ini.

Selain beban mencetak buku, pertimbangan lain adalah urusan distribusi. Sekolah-sekolah sasaran kurikulum baru pada umumnya tidak terlalu jauh dengan bandara. Tetapi dalam kondisi tertentu, Kemendikbud diharapkan memiliki space waktu khusus untuk pertimbangan darurat.

Lelang pengadaan buku kurikulum baru dan pendistribusiannya untuk jenjang SD terbagi menjadi 5 paket plus satu paket untuk guru. Untuk jenjang SMP ada 17 paket dan jenjang SMA/SMK ada 14 paket. Sejatinya anggaran untuk kurikulum baru ini sudah disetujui Komisi X DPR. Tetapi persetujuan itu tidak serta-merta membuka gembok blokir di Kemenkeu.

Sebagai catatan, jadwal tanda tangan kontrak tender percetakan dan distribusi UN sejatinya dilaksanakan Februari lalu. Tetapi gara-gara anggaran UN diblokir Kemenkeu, tanda tangan baru bisa dijalankan pertengahan Maret. Akibat penundaan itu, pengerjaan naskah terlambat dan berdampak pada penundaan unas SMA/sederajat di 11 provinsi.

Mendikbud Mohammad Nuh menanggapi enteng mepetnya jadwal penandatangan kontrak ini dengan posisi anggaran yang masih belum dicairkan. ”Lapo kesusu-susu (Kenapa tergesa-gesa, red), intinya tanggal 7 Juni kan batas akhir cairnya anggaran,” ujar Nuh. Pihak Kemendikbud mungkin tidak mengamati kesibukan di Kemenkeu. Saat ini kementerian sekaligus bendahara negara itu sedang mengurusi APBNP 2013 bersama DPR.

Nuh masih optimis implementasi kurikulum baru berjalan sesuai dengan jadwal. Khusus untuk urusan buku, minimal sudah harus sampai di sekolah pada Juli nanti. Bertepatan dengan awal tahun ajaran 2013-2014. Sambil mempersiapkan pengadaan buku, Nuh menuturkan pelatihan guru juga digarap. ”Supaya tidak mengganggu pembelajaran, pelatihan guru ini dipaskan dengan libur kenaikan kelas,” kata dia.

Seperti diketahui sekolah sasaran implementasi kurikulum baru terus mengalami pengeprasan. Jumlah finalnya adalah, kurikulum baru jenjang SD diterapkan untuk kelas I dan IV di 2.589 unit sekolah dengan bobot 351.995 siswa. Jenjang SMP diterapkan untuk 1.436 unit sekolah, jenjang SMA di 1.270 unit sekolah, dan SMK di 1.021 unit sekolah (masing-masing untuk kelas I). Pada umumnya sekolah sasaran kurikulum baru ini adalah sekolah bekas RSBI atau yang telah terakreditasi A. (wan/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA