Date Sabtu, 26 July 2014 | 22:09 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

16.616 Siswa SMP Sederajat Gagal Ujian

Nilai UN SMP Anjlok

Sabtu, 01-06-2013 | 10:31 WIB | 6537 klik
Nilai UN SMP Anjlok

-

Jakarta, Padek—Peta hasil ujian nasional (UN) 2013 jenjang SMP/sederajat tidak jauh berbeda dengan jenjang SMA/sederajat. Secara keseluruhan nilai rerata siswa mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Selain itu, jumlah siswa yang dinyatakan tidak lulus tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

Data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan tahun lalu ada 15.945 murid tidak lulus UN SMP. Tahun ini, jumlah siswa yang tidak lulus UN SMP naik menjadi 16.616 murid. Sedangkan lulus ujian tahun ini adalah 3.650.625 murid. Dengan demikian, jumlah peserta UN SMP 2013 adalah 3.667.241 murid tersebar di 48.893 sekolah.

Jika secara nasional jeblok, nilai akhir (NA) SMP sederajat Sumbar meningkat dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu persentase kelulusan siswa Sumbar sesuai rekapitulasi Kemendikbud 98,20 persen dari 83.944 siswa.

Tahun ini, persentase kelulusan dari 82.891 siswa mencapai 99,02 persen.

Khusus jenjang pendidikan SMP, jumlah peserta mencapai 62.999 siswa dan 62.423 orang di antaranya lulus (99,09 persen). Artinya, hanya 576 orang tidak lulus. “Itu untuk SMP saja. Dibandingkan MTs, persentasenya lebih tinggi 0,13 persen,” jelas Ketua Panitia UN Sumbar, Bustavidia, kemarin (31/5). Untuk jenjang MTs ini, tambahnya, tercatat 205 dari 19.793 orang perserta tidak lulus (98,96 persen).

Namun, menurut Bustavidia, penurunan persentase kelulusan lebih signifikan terlihat pada jenjang SMP terbuka. Pada 2012 hanya 8 dari 151 orang peserta tidak lulus (5,30 persen). Sedangkan tahun ini, 29,29 persen dari 99 siswa SMP terbuka tidak lulus.

Lalu bagaimana peringkat UN SMP sederajat di Sumbar? Bustavidia menyebut Padangpariaman dan Padangpanjang menempati rangking teratas. Padangpariaman peringkat pertama untuk SMP, sedangkan Padangpanjang rangking pertama untuk MTs. Disusul Padang baik untuk SMP maupun MTs.

“Untuk SMP, angka kelulusan tertinggi itu Padangpariaman, kedua Padang, dan ketiga Bukittinggi. Sementara MTs, rangking pertama Padangpanjang, rangking kedua Padang, dan rangking III Padangpariaman,” papar Bustavidia. Peringkat 3 terendah jenjang SMP sederajat yakni, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Sijunjung.

Sedangkan rincian siswa tidak lulus, menurut Bustavidia, Pesisir Selatan berjumlah 186 orang dari 6.079 peserta (3,06 persen). Lalu, Pasaman Barat 43 orang dari 4.053 peserta tidak lulus (1,06 persen), Sijunjung 20 orang dari 2.433 peserta tidak lulus (0,82 persen). Total nilai masing-masing kabupaten itu, 24,56 dan 24,81 serta 25,07.

Khusus jenjang MTs, peringkat 3 terendah berdasarkan nilai totalnya adalah Dharmasraya, Pasaman Barat dan Sijunjung. Di Dharmasraya, 22 dari 558 orang tidak lulus (3,94 persen) dengan total nilai 23,76. Lalu, Pasaman Barat 36 orang dari 2.122 peserta tidak lulus (1,70 persen) dengan total nilai 23,89, dan Sijunjung 2 orang dari 640 peserta tidak lulus (0,31 persen) total nilai 24,93.

Siklus Sama dengan SMA

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, terdapat siklus sama antara hasil UN SMA dengan SMP. “Yakni sama-sama ada penurunan pada rerata nilai UN murni,” tegas dia. Untuk jenjang SMP, rerata UN murni tahun ini adalah 6,10. Sedangkan tahun lalu rerata UN murninya adalah 7,47. Jadi, terdapat penurunan sebesar 1,37 poin.

Analisis sementara Kemendikbud menyatakan, penurunan nilai rata-rata UN murni disebabkan komposisi butir soal kategori sukar yang ditambah. Tahun lalu hanya ada 10 persen soal kategori sukar. Tetapi untuk UN tahun ini, komposisi butir soal kategori sukar diperbanyak menjadi 20 persen dari seluruh jumlah butir soal di setiap mata ujian.

“Siapa pun jika dihadapkan dengan jumlah soal sukar yang diperbanyak, akan shock. Tapi, jumlah peningkatan siswa yang tidak lulus masih wajar,” katanya. Termasuk juga sebaran jumlah siswa tidak lulus di setiap provinsi juga tidak memunculkan tanda-tanda keganjilan.

Provinsi DKI Jakarta dan Banten menjadi dua daerah dengan persentase ketidaklulusan hampir nol persen alias terbaik. Di DKI Jakarta dari 131.363 murid peserta UN, hanya ada satu orang yang dinyatakan tidak lulus (0,00.. persen). Sedangkan Banten dari 165.672 murid peserta UN, ada tujuh orang tidak lulus (0,00.. persen).

Nuh mengklarifikasi, angka kelulusan dilansir Kemendikbud ini adalah hasil penggabungan nilai UN dengan nilai dikirim sekolah. Padahal, masih ada satu lagi syarat kelulusan yakni penilaian akhlak murid. “Untuk penilaian akhlak itu ada di sekolah. Penentu kelulusan itu di sekolah,” tandasnya. Dengan demikian, jumlah siswa yang tidak lulus versi Kemendikbud, bisa bertambah ketika sudah keluar penetapan sekolah.

Dalam UN SMP ini, juga terekam masih ada sekolah royal memberikan nilai ujian sekolah. Rerata (mean) nilai ujian sekolah adalah 8,20 dengan nilai terendah 4,03 dan nilai tertinggi 10,00. Sedangkan rerata nilai UN adalah 6,10 dengan nilai terendah 1,40 dan nilai tertinggi adalah 9,90. “Di sinilah fungsi penyelenggaraan UN, untuk mengontrol penilaian dari pihak sekolah besar-besar tadi,” paparnya.

Nuh mengatakan, Kemendikbud akan mengevaluasi penyelenggaraan UN 2013 untuk mengambil kebijakan trategis pada UN 2014. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Kemendikbud bakal menaikkan passing grade kelulusan maupun komposisi butir soal kategori sukar.

Nuh berpesan kepada siswa yang gagal atau tidak lulus UN, jangan sampai mengekspresikan diri berlebihan. Misalnya hingga bunuh diri atau kegiatan ekstrem lainnya. Begitu pula untuk murid lulus, Nuh mengatakan, boleh merayakan asal dengan wajar. “Tasyakuran kelulusannya jangan berlebihan hingga mengganggu ketertiban umum dengan konvoi,” ujar dia.

Dalam paparannya, Nuh juga menyinggung tentang publikasi hasil investigasi kekacauan UN 2013. Meskipun rangkaian UN yang menjadi tanggung jawab Kemendikbud (SMP dan SMA) beres, Nuh belum bersedia membeber keseluruhan hasil investigasi tadi. “Pada waktunya nanti akan saya buka semuanya. Ini kan masih ada UN SD,” kilah Nuh.

Mendikbud Keberatan Vonis KIP

Di sisi lain, Kemendikbud akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait keluarnya vonis Komisi Informasi Pusat (KIP) atas sengketa kunci jawaban UN SMP 2012. Dalam vonis itu, KIP memutuskan jika Indonesia Corruption Watch (ICW) boleh melihat kunci jawaban UN SMP 2012 untuk kode soal tertentu.

Menanggapi vonis itu, Mendikbud Mohammad Nuh tampak geregetan. “Itu vonis opo-opoan,” ujar Nuh. Dia mengatakan, kunci jawaban UN itu adalah informasi publik yang dikecualikan. (cr1/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA