Date Sabtu, 26 July 2014 | 00:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Sidang Etik, KPU Sawahlunto Mangkir

Rabu, 29-05-2013 | 14:01 WIB | 1188 klik

Padang, Padek—Sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk mendengarkan penjelasan Bawaslu Sumbar dan KPU Sawahlunto terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan pilkada di Kota Sawahlunto, gagal dilaksanakan. Sebab, KPU Sawahlunto tidak hadir dalam sidang yang direncanakan hari ini di kantor DKPP, Jakarta.

Ketua Bawaslu Sumbar, Elly Yanti didampingi dua anggota Aermadepa dan Surya Efitrimen kepada Padang Ekspres melalui telepon selulernya, Selasa (28/5), membenarkan sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik itu batal dilaksanakan karena pihak KPU Sawahlunto tidak datang.

“Ya jelas kecewa, termasuk pimpinan sidang DKPP Saut Hamonangan Sirait serta Valina Singka Subekti dan Ida Budhiati. Sebab, di sidang perdana ini, majelis persidangan akan mendengarkan alasan pihak pengadu dan teradu atas dugaan pelanggaran kode etik itu,” sebut Elly Yanti.

Elly menyebutkan, sidang diundur Selasa depan dengan agenda yang sama. Dia berharap KPU Sawahlunto bisa hadir pecan depan.

Ditanya substansi laporan Panwaslu Sawahlunto maupun Bawaslu Sumbar pada DKPP terhadap kinerja KPU Sawahlunto, Elly menegaskan lebih pada pelanggaran Peraturan KPU. “Misalnya, pada PKPU No 9/2012 Pasal 5 huruf d, terkait pelanggaran administrasi perubahan berkas pasangan calon,” sebut Elly.

Di samping dugaan di atas, Elly menilai KPU Sawahlunto kurang kooperatif dengan Panwaslu setempat, terlebih dalam pengumpulan data-data pemilih pilkada. “Seharusnya, untuk mewujudkan pilkada berkualitas, KPU Sawahlunto harus menjalin koordinasi, sehingga semua permasalahan pilkada bisa diselesaikan dengan baik,” terang Elly.

Bersiap Hadapi Gugatan MK

Dihubungi terpisah, Ketua KPU Sawahlunto Mardatilah selaku pihak teradu pada sidang DKPP, beralasan tidak hadir karena mempersiapkan berkas jawaban atas gugatan pasangan calon yang kalah.

“Kami menyadari sidang di DKPP cukup penting, namun ada yang lebih penting lagi yang akan kami hadapi, yakni gugatan pasangan calon yang kalah di Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk saat ini kami fokus ke yang satu ini dulu,” terang Mardatilah.

Terkait persidangan di DKPP, dia mengaku sudah melayangkan surat ke DKPP atas ketidakhadiran tersebut. “Kami juga mohon penjadwalan ulang sidang kode etik di DKPP tersebut,” jelas Mardatilah. (zil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA