Date Kamis, 31 July 2014 | 10:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Versi Kemendikbud Beda dengan Pemprov

Data Kelulusan UN Amburadul

Minggu, 26-05-2013 | 06:16 WIB | 4045 klik
Data Kelulusan UN Amburadul

Sejumlah siswi merayakan kelulusannya dengan aksi coret baju

Jakarta, Padek—Amburadulnya pelaksanaan ujian nasional (UN) 2013 tingkat SMA sederajat, ternyata berlanjut pada penggumuman UN secara resmi dilansir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sabtu (24/5) lalu. Data kelulusan versi Kemendikbud dengan pemerintah provinsi (pemprov) berbeda satu sama lainnya. Jika tak segera ditangani, cap pelaksanaan UN 2013 amatiran dan tidak kredibel semakin melekat.

Perbedaan itu terjadi hampir di seluruh provinsi. Salah satunya di Sumatera Utara (Sumut). Versi Kemendikbud ada 641 murid SMA dan sederajat yang tidak lulus. Versi Dinas Pendidikan Sumut, yang tidak lulus 2.948 siswa. Kasus serupa terjadi di Jawa Timur (Jatim). Versi Kemendikbud ada 56 siswa yang tidak lulus. Sedangkan versi dinas pendidikan setempat ada 154 siswa yang tidak lulus. Perbedaan data berpotensi merugikan pelamar SNMPTN. Bukan tidak mungkin ada pelamar SNMPTN yang diyatakan lulus, padahal dia tidak lulus SMA.

Di internal Kemendikbud sendiri, kabar perbedaan data kelulusan siswa ini masih belum direspons secara serius. Padahal, data ketidaklulusan yang berbeda terjadi di banyak provinsi. Seperti di Jawa Timur dan Sumatera Utara. Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud, Ibnu Hamad, masih belum tahu adanya data ketidaklulusan siswa berbeda. ”Kita masih pakai data disampaikan pak Menteri Kamis lalu (23/5),” kata guru besar ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu.

Ibnu lantas menyampaikan penjelasan singkat dari Staf Ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi. Dalam pesan singkatnya, Taufik mengatakan, seharusnya tidak boleh ada perbedaan antara data dari Kemendikbud dengan data di pemprov. Sebab, data di pemprov itu sumbernya dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono Umar saat dihubungi tadi malam, terkesan kaget mendengar ada perbedaan data kelulusan siswa antara yang disampaikan Kemendikbud dengan pemprov. ’Data siswa yang tidak lulus itu krusial. Bukan data main-main, taruhannya masa depan masyarakat,” ujar mantan pimpinan KPK itu.

Haryono mengatakan atas kejadian ini, Kemendikbud harus bertanggung jawab. Sebab, urusan kredibilitas UN 2013 benar-benar dipertaruhkan jika saja untuk urusan data kelulusan siswa sampai banyak versi.

Dia lantas mengatakan, dari hasil investigasi UN beberapa waktu lalu, ada banyak rekomendasi intinya untuk perbaikan pelaksanaan. Meskipun akhirnya masih satu poin disampaikan Mendikbud Mohammad Nuh, yakni pencopotan dari jabatan Kabalitbang Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro.

Haryono mengatakan, rekomendasi lain dari investigasi itu adalah Kemendikbud harus berdiskusi atau menjalankan pertemuan dulu bersama dengan beberapa pihak terkait sebelum mengumumkan hasil kelulusan UN. Pihak disebut tadi beragam, mulai dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hingga pemprov.

”Jika dulu ada diskusi dulu antara Kemendikbud, BSNP, dan pemprov, tentu tidak ada perbedaan data seperti ini,” kata Haryono. Dia berharap ada segera penuntasan urusan kisruh perbedaan data kelulusan ini. Namun sampai saat ini, Haryono belum ada agenda pembahasan di internal pimpinan Kemendikbud terkait perbedaan data itu.

Sampai saat ini muncul banyak dugaan kenapa data kelulusan berbeda antara versi Kemendikbud dengan pemprov. Pertama, Kemendikbud sengaja menekan jumlah angka ketidaklulusan supaya kisruh UN tidak semakin kentara.

Kedua, data disampaikan BSNP (selaku pelaksanan UN) berbeda antara untuk Kemendikbud dan untuk pemprov. Ketiga, jumlah ketidaklulusan di pemprov menggelembung karena banyak penambahan keputusan ketidaklulusan di internal sekolah dengan sejumlah alasan.

Kasus perbedaan data kelulusan ini menambah panjang daftar kelemahan UN 2013 untuk jenjang SMA sederajat. Kelemahan dimulai dari percetakan naskah ujian yang tidak tepat waktu. Kemudian pelaksanaan UN diundur untuk sebelas provinsi. Lalu, banyak kasus kekurangan naskah ujian, lembar jawaban komputer, hingga lembar jawaban yang tipis dan mudah rusak jika dihapus.

Besok Diumumkan

Di sisi lain, jadwal pengumuman hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) maju. Dari rencana diumumkan Selasa (28/5), maju menjadi besok (27/5). Pelamar SNMPTN bisa melihat pengumuman melalui internet sekitar pukul 18.00 atau di media massa keesokan harinya.

”Data di upload ke internet setelah ada konferensi pers dengan media masa di ITB (Institut Teknologi Bandung, red),” kata Ketua Umum Panitia SNM PTN 2013 Akhmaloka, kemarin. Konferensi pers hasil SNMPTN 2013 digelar sekitar pukul 15.00. Soal adanya perbedaan data kelulusan UN, Akhmaloka menegaskan semua itu tidaklah berpengaruh. ”Panitia SNMPTN dapat data resmi dari Kemendikbud. Kami tidak mengumpulkan data dari provinsi-provinsi,” seru Akhmaloka. Rektor ITB itu mengatakan, panitia sedang konsentrasi menyaring pelamar SNMPTN yang sebelumnya sudah di-ranking. Jika ada siswa yang masuk daftar ranking tetapi tidak lulus ujian nasional (UN), namanya langsung di-drop alias tidak diterima. Untuk mengatasi pontesi ada siswa lulus SNMPTN tetapi bersangkutan tidak lulus SMA, panitia punya cara. Yakni, seluruh pelamar wajib membawa bukti kelulusan ketika mendaftar ulang pada 18-19 Juni mendatang. ”Pokoknya yang boleh kuliah itu yang sudah lulus atau menamatkan SMA atau sederajat,” tegasnya.

Dari catatan panitia, jumlah pelamar SNMPTN 2013 mencapai 780 ribuan. Sedangkan kuota tersedia sekitar 132 ribu kursi mahasiswa baru. Bagi yang tidak lulus SNMPTN, masih punya peluang kuliah di kampus negeri lewat jalur tes tulis atau SBM PTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri). (wan/ca/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA