Date Jumat, 25 July 2014 | 17:38 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Ratusan Warga Demo KPU Sawahlunto

Jumat, 24-05-2013 | 13:27 WIB | 559 klik
Ratusan Warga Demo KPU Sawahlunto

-

Sawahlunto, Padek—Tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Sawahlunto (FMPS) unjuk rasa ke KPU Sawahlunto, kemarin (23/5). Mereka menuding KPU terlalu berpihak pada salah satu calon.

Massa memulai aksi dengan berjalan kaki dari simpang Santur menuju Kantor KPU Sawahlunto. Mereka membawa beberapa spanduk yang isinya menyatakan tidak menerima hasil pilkada. Di sepanjang jalan, massa meneriakkan yel-yel yang isinya hujatan terhadap KPU dan Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur.

Koordinator aksi, Irdam Hos mengancam bila tuntutan mereka tak digubris, mereka akan mendatangkan massa yang lebih besar.

Tiba di kantor KPU, warga yang ingin dialog dengan Ketua KPU Sawahlunto, Mardhatillah memuncak emosinya setelah di kantor KPU, tidak ada seorang komisioner pun yang bisa ditemui.

Ternyata, seluruh anggota KPU Sawahlunto sedang mengikuti seleksi untuk kembali menjadi anggota KPU Sawahlunto di Hotel Parai Sawahlunto. Setelah menunggu sekitar 2 jam, datang beberapa anggota KPU, Afdal, MIlyas dan Arfitri. Sedangkan Ketua KPU Mardhatillah tidak ada.

Sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan pendemo yang ingin merangsek masuk ke kantor KPU. Namun, polisi hanya mengizinkan perwakilan pendemo. “Masyarakat hanya menuntut keterbukaan KPU, sebab sangat banyak kejanggalan yang terjadi saat penyelenggaraan pilkada. Tapi kenapa KPU seperti tidak mau

tahu, sepertinya KPU tidak lagi menjadi lembaga independen,” ujar Irdam Hos dalam orasinya.

Irdam mengakui KPU tidak bisa membatalkan hasil sidang pleno beberapa waktu lalu. Tetapi, massa meminta pada komisioner terbuka dalam mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi nantinya.

“Keputusan pleno hanya bisa dibatalkan di MK, jadi kita minta pada KPU untuk terbuka saat digelar sidang di MK nanti,” ujar Hamdani, pengunjuk rasa lainnya saat berdiskusi dengan komisioner KPU.

Hamdani mengatakan, masyarakat Sawahlunto menginginkan 5 komisioner yang duduk di KPU saat ini tidak dipilih kembali, sebab 5 komisioner tersebut dianggap telah mencoreng demokrasi dengan cara mencurangi pelaksanaan pilkada.

Menanggapi tudingan itu, anggota KPU Afitriati menegaskan tidak pernah memihak atau mendukung salah satu pasangan calon. “Kami independen. Sebelum masuk KPU, saya dan 4 komisioner lainnya telah disumpah untuk independen,” jelasnya.

Mengenai intervensi maupun tekanan dari luar KPU, satu-satunya wanita di komisioner tersebut mengatakan, “Kami lembaga independen, tidak ada satu pun yang bisa menekan kami, baik wali kota maupun pasangan calon kepala daerah,” tegasnya.

Terkait banyaknya kejanggalan selama masa kampanye, ia mengatakan semuanya sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. “Kami tidak pernah melakukan tindakan di luar aturan dan landasan pekerjaan kami, jadi jika terjadi kesalahan atau di luar prosedur, seluruh komisioner siap untuk menerima sanksi,” tuturnya.

“MK bisa memutuskan untuk penghitungan Demo simpatik ini berakhir sore hari. Jhon Angku salah seorang pendemo mengatakan, demo lebih besar akan digelar hari ini (Jumat). (hry/mg18)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA