Date Selasa, 29 July 2014 | 21:47 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

MoU Disdik-Polresta Padang Dinilai Mandul

Dikeroyok, 2 Siswa SMK Bonyok

Jumat, 24-05-2013 | 10:38 WIB | 576 klik
Dikeroyok, 2 Siswa SMK Bonyok

korban pengeroyokan menjalani perawatan di ruangan IGD RSUP Dr M Djamil Padang,

Rimbokaluang, Padek—Sanksi larangan bersekolah di Padang bagi siswa yang terlibat tawuran dan tindak kriminal, tidak membuat pelajar jera. Kemarin (23/5), tindak kekerasan kembali terjadi di kalangan pelajar buncah di kawasan GOR H Agus Salim. Dua pelajar terpaksa dilarikan ke RSUP M Djamil karena mengalami luka serius.

Kedua pelajar itu dari SMK Kosgoro, Abdul Rauf, siswa kelas II, dan Abdul Aziz, siswa kelas III. Sedangkan dua pelajar lagi diamankan di Mapolresta Padang. Masing-masing berinisial RD dan RI, pelajar kelas I SMK Tamsis Padang.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, tawuran yang melibatkan SMK Taman Siswa dan SMK Kosgoro itu terjadi sekitar pukul 12.30. Berawal saat dua pelajar SMK Kosgoro melintas di kawasan tersebut dengan motor Satria FU.

Tanpa diduga, belasan pelajar diduga dari SMK Tamsis menghadang motor korban. Perang mulut pun terjadi hingga akhirnya kedua pelajar SMK Kosgoro itu dikeroyok. Korban dipukuli hingga masuk parit dan motor mereka dibuang ke banda bakali. Keduanya pingsan dan tidak sadarkan diri sekitar satu jam.

Sayangnya, aksi itu hanya menjadi tontonan warga, tanpa ada yang berupaya melerai pengeroyokan itu. Aksi brutal para pelajar ini berhenti setelah polisi tiba ke lokasi. Tanpa dikomando, belasan pelajar tersebut kabur melarikan diri. Dalam perburuan itu, polisi menjaring dua siswa Tamsis di kawasan GOR.

Melihat korban mengalami luka serius di kepala dan kaki, warga yang berada di kawasan tersebut berinisiatif membawa kedua pelajar ke RSUP Dr M Djamil Padang.

Dari informasi warga sekitar, tindakan belasan pelajar tersebut begitu beringas memukuli kedua pelajar SMK Kosgoro itu.

“Mereka melempari kedua pelajar itu dengan batu,” tutur seorang pemuda yang minta tidak ditulis namanya kepada Padang Ekspres kemarin.

Mengetahui kedua siswanya dikeroyok, Wakil Kepala SMK Kosgoro, Djupri Ardi, 50, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang untuk melaporkan kejadian tersebut. “Siswa kami dihajar oleh pelajar SMK Tamsis,” ujar Djupri.

Pengakuan RI, pelajar SMK Tamsis yang ditangkap polisi, mengaku tak terlibat dalam aksi tersebut. “Saya baru pulang sekolah dan main di GOR, tiba-tiba saya ditangkap,” ujar RI membantah.

Kanit III SPKT Polresta Padang Ipda Masriwan mengaku telah mengamankan motor korban di Mapolresta untuk pengusutan lebih lanjut,” sebut Masriwan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata menegaskan tetap konsisten bahwa pelajar yang terlibat aksi kekerasan dan tindakan kriminal akan dikeluarkan dari sekolah. “Kami berikan surat pindah dan tidak boleh lagi bersekolah di Padang,” tegasnya. Indang berjanji memanggil kedua kepala sekolah bersangkutan untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, Rabu (22/5), dua pelajar terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor di Padang. Keduanya ditangkap beserta seorang pemuda yang dihadiahi timah panas karena melawan polisi. (w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA