Date Jumat, 1 August 2014 | 10:42 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tidak Bangun Rumah, Bantuan Kembali ke Pusat

Korban Banjir Bandang Ditenggat 1 Bulan

Kamis, 23-05-2013 | 10:55 WIB | 252 klik
Korban Banjir Bandang Ditenggat 1 Bulan

-

Bypass, Padek—Korban galodo atau banjir bandang pada 24 Juli 2012 lalu, diminta menyelesaikan pembangunan rumah mereka yang rusak hingga sebulan ke depan. Jika tidak, dana stimulan untuk rehab-rekon rumah korban galodo dikembalikan ke pemerintah pusat.

Para korban galodo itu tersebar di lima kecamatan, yakni Pauh (4 kelurahan), Lubukkilangan (3 kelurahan), Lubukbegalung (2 kelurahan), Nanggalo (1 kelurahan), dan Bungus Teluk Kabung (1 kelurahan).

“Realisasi dana stimulan itu baru 57,5 persen dari total dana Rp 1,975 miliar. Dana itu telah diserahkan dua tahap. Ada yang sudah membentuk dan ada pula yang belum membentuk kelompok masyarakat (pokmas),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemadam dan Kebakaran (BPBPKD) Padang, Budhi Erwanto kepada Padang Ekspres, kemarin.

Untuk itu, Budhi mengimbau masyarakat segera menyelesaikan pembangunan atau perbaikan rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang. Kepala Bidang Rehab Rekon (RR) BPBD dan Damkar Padang, Hermansyah menambahkan, jumlah rumah yang mendapat bantuan stimulan tersebut 95 rumah. Terdiri dari 55 rusak berat dan 40 rusak sedang. Tersebar di lima kecamatan. “Untuk rusak berat diberi Rp 25 juta dan rusak sedang Rp 15 juta,” sebutnya.

Mekanismenya, kata Hermansyah, bantuan tersebut langsung masuk ke rekening masing-masing warga. Tahap pertama diberikan 40 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap 20 persen. “Mereka yang dibantu itu ada yang rumahnya tidak bisa digunakan lagi di tempat semula, dan ada yang rumahnya rusak sebagian,” paparnya.

Sulit Merelokasi

Soal relokasi warga di sekitar aliran sungai yang terendam banjir bandang dulu, Budhi Erwanto mengungkapkan sulit.

“Banyak yang enggan pindah karena alasan ekonomi dan jauh dari pekerjaan. Itulah kesulitan kita merelokasi warga yang tinggal di zona rawan bencana. Kesulitan utamanya kesediaan masyarakat beralih usaha,” tuturnya.

Budhi mencontohkan program relokasi warga di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, tapi warga tersebut kembali lagi ke tempatnya semula. “Merelokasi warga tidaklah sulit jika ada keinginan kuat dari warga tersebut. Mencari tempat relokasi yang sesuai dengan keinginan mereka itu yang sulit,” ujar Budhi.

Cara yang bisa dilakukan Pemko hanya mengimbau. “Kalau mereka mau kita sediakan tempat, tapi harus ikut aturan kita,” tegasnya.

Dalam Tahap Fondasi

Ninik mamak Batubusuk, Kecamatan Pauh, Darmawi Rajo Mulie, ketika dihubungi Padang Ekspres mengaku tengah berusaha menyelesaikan pembangunan 20 unit rumah yang rusak akibat galodo pada 24 Juli 2012 lalu. Darmawi meminta keringanan jika dalam waktu satu bulan itu pembangunan tidak dapat diselesaikan.

“Yang jelas kami akan berusaha untuk menyelesaikan pembangunannya dalam sebulan ini. Kalau memang tidak selesai juga, kami mohon diberi waktu tambahan,” ujar Darmawi.

Darmawi beralasan, tanah untuk 20 unit rumah tersebut baru dilakukan perataan. “Baru tujuh petak yang siap fondasinya,” terangnya.

Darmawi menyebut di kawasan tersebut terdapat 31 rumah. 29 rumah rusak berat dan 2 rusak sedang. Selain 20 rumah itu, ada sekitar 11 unit rumah lainnya di kawasan itu yang juga mendapat bantuan dari BNPB. 11 unit rumah itu milik dari ninik mamak yang lainnya. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA