Date Rabu, 30 July 2014 | 14:01 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tersangka Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Sabtu, 18-05-2013 | 11:08 WIB | 545 klik
Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Santer beredar isu bahwa tersangka pembunuh dua gadis Rusyda Nabila, 16, warga Sungaipua dan Nofrida Yanti, 23, warga Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam, Wisnu Syahdewa, 31, kabur diri dari tahanan Polresta Bukittinggi. Isu tersebut bukan saja berkembang di kalangan tertentu, tapi juga di khalayak ramai.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Bukittinggi, AKP Eko Nugrohadi, langsung membantahnya. “Tidak benar itu. Yang benar adalah tersangka masih berada di tahanan Polresta Bukittinggi,” katanya, kemarin.

Eko mengakui, bahwa isu tersebut juga sudah sampai ke telinganya dengan versi berbeda bahwa tersangka malarikan diri dari LP Biaro, karena dititipkan di sana. “Padahal, tersangka saat ini masih berada di tahanan Polresta Bukittinggi, hingga rekontrsuksi selesai dilaksanakan,” ujarnya.

Kapan rekontruksi dilakukan? Eko menjelaskan, menunggu konfirmasi dari jaksa penuntut dari Kejari Bukittinggi. “Kita sudah surati Jaksa penuntut umum Kejari Bukittinggi. Tapi saat ini belum ada jawaban,” jelasnya.

Menunggu konfirmasi dari Jaksa penuntut umum, menurut Eko pihaknya masih berupaya mengembangkan kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka, dengan cara menunggu laporan dari masyarakat kalau ada keluarganya, terutama anak gadisnya hilang.

”Sebab, untuk sementara ini tersangka hanya mengaku membunuh dua gadis, yakni Rasyida Nabila dan Nofrida Yanti, yang dijeratnya melalui facebook dengan cara menyamar sebagai wanita. Dalam hal ini tersangka terancam dengan hukuman 20 tahun hingga seumur hidup,” katanya.

Sekadar mengingatkan, korban Rusyda Nabila ditemukan sudah jadi mayat di Kalampaiyan, Nagari Pakansinayan, Kecamatan Ampekkoto, Kabupaten Agam sekitar pukul 20.00 WIB Senin (29/4).

Korban diduga dibunuh oleh tersangka yang berhasil ditangkap beberapa hari sebelumnya, karena berupaya memeras orangtua korban sebanyak Rp 10 juta melalui SMS. Sementara korban Rusyda Nabila berkenalan dengan korban melalui jejaring sosial facebook dimana tersangka menyamar sebagai wanita.

Korban Nofrida Yanti, warga Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam juga seperti itu. Korban yang hilang sejak 3 Februari 2013 lalu ditemukan sekitar 1,5 km dari tempat dibunuhnya Rusyda Nabila, beberapa hari sesudah jasad Rasyida Nabila ditemukan.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban tidak utuh lagi. Hanya tinggal tulang belulang. Bagian kepala dan tangan kanan korban sudah hilang. Sementara posisi tubuh korban dalam keadan terduduk.

Berhasilnya polisi menemukan korban kedua adalah karena kelihaian penyidik Polresta Bukittinggi mengorek keterangan dari tersangka. Tersangka mengakui selain telah memperkosa dan membunuh Rusyda Nabila, dia juga telah melakukan hal yang sama kepada teman facebook dan SMS-nya, Nofrida Yanti di daerah Ungguakbatu, Jorong Kotogadang, Kecamatan Ampekkoto, beberapa bulan lalu. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA