Date Selasa, 29 July 2014 | 15:41 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Diduga Keracunan Asap Penyedot Air

Tiga Penambang Emas Tewas di Lubang

Sabtu, 18-05-2013 | 10:44 WIB | 404 klik
Tiga Penambang Emas Tewas di Lubang

Ilustrasi tambang emas (Dok. Padek)

Solsel, Padek—Komitmen aparat dan pemda memberantas aktivitas penambangan emas liar, hanya isapan jempol. Bukannya berhenti, aktivitas tambang emas ilegal di Solok Selatan hingga kini terus berlangsung. Bahkan, penambangan logam murni memakan korban jiwa.

Akibat keracunan asap dompeng di Jorong Talakik, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, tiga orang penambang emas tewas di dalam lubang dompeng sedalam 10 meter, Kamis (16/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketiga penambang itu, Safrizal, 36, Wandra, 17, yang merupakan paman dan kemenakan, warga Jorong Bukik Malintang Barat Kecamatan Sangir. Ramli, 58, warga Ranah Pantai Cermin.

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Rico Fernanda di Padangaro, Jumat (17/5), menduga ketiga penambang tewas akibat keracunan asap dompeng yang masuk ke dalam lubang sedalam 10 meter. Karena lubang dipenuhi gumpalan asap, oksigen berkurang hingga ketiga penambang lemas dan tewas.

Ketika itu, ketiga korban hendak menyedot air dalam lobang dompeng. Akan tetapi, pipa dompeng mengalami kebocoran dan asapnya masuk ke sumur sehingga kekurangan oksigen. “Kasus tersebut masih diselidiki. Kita akan memanggil saksi-saksi, dan warga yang sempat mengevakuasi jasad korban dari dalam lubang,” ujarnya.

Menurut Sofyan, warga setempat, mengaku mendapatkan informasi dari Eka, penambang yang selamat. “Ketika hendak menyedot air dalam lubang dompeng, Wandra masuk ke dalam lubang lebih dahulu. Kemudian diikuti pamannya Safrizal. Sedangkan Eka menunggu di atas. Akan tetapi, pipa penyedot air bocor dan lubang dipenuhi asap sehingga kedua korban lemas,” ujarnya.

Mengetahui kejadian itu, Eka langsung meminta pertolongan kepada Ramli yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Ramli bergegas menolong keduanya dengan mematikan mesin dompeng dan masuk ke dalam lubang untuk memberikan pertolongan.

Nahas bagi Ramli, ternyata asap mesin dompeng itu belum hilang dan masih memenuhi rongga lubang dompeng. Ramli pun terjatuh ke lubang berair itu.

Eka tambah panik. Dia bergegas menuju perkampungan warga sekitar 1,5 km dari kejadian itu. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi memberi pertolongan. Beberapa warga yang masuk ke lubang untuk mengevakuasi jasad korban, pingsan sampai di darat akibat menghirup asap dompeng. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 19.00. (mg20)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA