Date Selasa, 29 July 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Organda Usul Kenaikan Tarif Taksi

Rabu, 15-05-2013 | 13:37 WIB | 276 klik

Padang, Padek—Agar moda taksi mampu bersaing dengan moda angkutan lainnya, Organda Sumbar mengusulkan kenaikan tarif taksi. Namun, Pemprov Sumbar mempertanyakan permintaan kenaikan tarif itu, karena selama ini sebagian besar taksi tak menggunakan argo.

“Kami hanya mengusulkan keinginan awak taksi, dan telah diajukan sejak setahun lalu. Usulan itu tentu dibahas dulu di Biro Perekonomian,” ujar Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur ketika ditemui Padang Ekspres di kantornya, kemarin ( 14/5).

Budi mengklaim Organda telah membina awak angkutan. Khusus awak taksi, Organda telah mengadakan pertemuan pada pengusaha taksi agar meningkatkan pelayanan. Jika sebelumnya hampir seluruh, Budi menyebut kini sudah ada sebagian yang memasang argo.

“Pengusaha taksi mengatakan, alasan tidak bisa berkembang karena tarif buka pintu dan tarif per kilometer yang rendah. Awak angkutan meminta agar tarif tersebut dinaikkan,” ujarnya.

Dalam permintaan yang disampaikan kepada gubernur, Organda mengusulkan agar tarif buka pintu naik dari Rp 4 ribu menjadi Rp 7 ribu. Kemudian, tarif per km sebesar Rp 2 ribu, dijadikan Rp 3 ribu. Tarif itu dinilai Organda pantas dan bisa membuat pengusaha taksi dapat berkembang. “Sayangnya usulan itu belum direspons pemerintah,” ujar Budi Syukur.

Seiiring dengan akan masuknya taksi Blue Bird di Sumbar, Budi berharap pemerintah dapat merespons usulan yang telah diusulkan Organda. Dengan begitu, taksi yang ada saat ini tetap dapat bertahan. Kendati begitu, armada angkutan taksi harus meningkatkan kualitas pelayanan pada penumpang. Sehingga, minat masyarakat naik taksi kembali meningkat. “Karena kurangnya pelayanan, minat masyarakat naik taksi masih minim,” tuturnya.

Data Organda tahun 1994, jumlah taksi di Padang ada 800 unit. Tahun 2013, jumlah taksi tinggal 200 unit karena tidak ada peremajaan. Padahal, kebutuhan minimal taksi di Padang – Bukittinggi sebanyak 1.500 unit. Masuknya Blue Bird di Sumbar, Budi yakin tidak mematikan usaha taksi yang ada.

Kepala Biro Perekonomian Setprov Sumbar, Wardarusmen mengatakan tidak mengetahui usulan kenaikan tarif yang diusulkan Oganda. Namun, Wardarusmen menilai usulan kenaikan tarif itu kurang tepat karena selama ini tidak pernah memasang argo.

“Tarif yang ada saat ini saja tidak dijalankan, mana ada taksi yang menghidupkan argonya saat ini,” ujarnya.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Transportasi Sumbar, Masri Makmur mengatakan, usulan kenaikan tarif taksi itu memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya dapat memberikan keuntungan bagi pengusaha taksi, negatifnya semakin ditinggalkan karena tidak adanya perbaikan pelayanan.

Menurutnya, langkah efektif adalah melakukan pembinaan terhadap awak angkutan taksi. “Jika telah dilakukan, namun masih juga ada keluhan terhadap pelayanan taksi, berarti pengawasannya yang kurang. Bagi yang tidak memasang argo, Dinas Perhubungan dan kepolisian dapat melakukan penindakan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah juga tak bisa berlepas tangan dengan kondisi taksi yang ada di Sumbar. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA