Date Selasa, 29 July 2014 | 03:29 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Politik

Mahasiswa Tuntut Pimpinan dan BK Ambil Sikap

Kasus Oknum DPRD Mesum Mandek

Sabtu, 11-05-2013 | 12:30 WIB | 546 klik

Pasbar, Padek—Kalangan mahasiswa di Pasaman Barat terus mendesak pimpinan dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Pasbar menuntaskan kasus anggota DPRD Pasbar berinsial J yang tertangkap berbuat mesum di Korong Simpang Katapiang, Kabupaten Padangpariaman 29 Desember lalu.

Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pasbar melakukan audiensi dengan unsur pimpinan dan BK DPRD Pasbar, Rabu (8/5). Audiensi ini dihadiri Ketua DPRD Pasbar Yulianto, Ketua BK Lili Syukri dan tujuh orang pengurus IMM Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Pasbar.

Dalam audiensi ini, disepakati dibawa ke dalam rapat paripurna untuk membahas status anggota DPRD yang juga mantan Ketua DPC PKB Pasbar ini.

Ketua IMM Pasbar, Hendra Yani mempertanyakan kasus ini karena hingga kini belum ada kabar tindak lanjut dari rekomendasi tim BK. “Kita ingin ada kejelasan terkait kasus ini, apakah benar bersalah atau tidak, jadi kami pun tidak bingung,” kata Hendra Yani kepada Padang Ekspres di Simpangampek, kemarin (10/5).

Ketua DPRD Pasbar, Yulianto menegaskan masih menunggu investigasi Badan Kehormatan. “Persoalan itu memang harus disikapi dengan bijaksana. Apalagi sudah diketahui masyarakat banyak agar tidak ada lagi yang bertanya-tanya ke lembaga legislatif ini. Secara birokrasi di dewan, tahapannya memang harus dari BK dulu melakukan investigasi, dan kesimpulannya itu diserahkan ke unsur pimpinan guna ditindaklanjuti, termasuk membentuk badan musyawarah (Bamus),” kata Yulianto.

Terpisah, Ketua BK DPRD Pasbar, Lili Syukri menyampaikan tidak ada sedikit pun menutup-nutupi kasus ini. Hanya saja, katanya, dalam menjalankan tugas dilakukan bertahap. “Kami telah mengundang para pakar bidang agama, adat dan hukum pidana. Dari hasil investigasi itu, BK akan memberikan kesimpulan kepada unsur pimpinan paling lama bulan ini juga,” janjinya.

Setelah diserahkan ke unsur pimpinan, DPRD Pasbar akan melakukan paripurna terkait persoalan ini untuk diumumkan ke publik.

Anggota dewan yang diduga berbuat mesum itu tidak bisa dikonfirmasi Padang Ekspres. Ketika ditemui di kantor ia tidak dapat ditemui. Bahkan nomor seluler yang dimilikinya juga tidak aktif.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)-YAPTIP Pasbar bersama mahasiswa yang tergabung dengan IMM dan HMI Kabupaten Pasbar telah melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD Pasbar 14 Januari lalu. Mereka menuntut politisi PKB itu segera diberhentikan. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA