Date Sabtu, 26 July 2014 | 10:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Polisi Ciduk Seorang Pelaku, Dua lagi Buron

Pemerasan Berujung Pembunuhan

Rabu, 08-05-2013 | 12:46 WIB | 634 klik

Alanglaweh, Padek—Masih ingat dengan Novi Armen, 27, warga Padangsibusuk Kabupaten Sijunjung ditemukan tewas dibunuh di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol pada 21 April lalu? Kemarin (7/5), Polresta Padang meringkus satu dari tiga pelaku pembunuhan Novi Armen, di kawasan Alanglaweh. Sementara dua rekannya yang sudah diketahui identitasnya hingga kini masih diburu dan masuk ke daftar pencaraian orang (DPO) Polresta.

Pelaku berhasil diringkus tersebut bernama Roni Fernandes, 23, asal Kototangah Padang. Ia diringkus di kediamannya di Alanglaweh. Sedangkan dua rekannya Arif, 26, dan Gandi, 24, masih diburu tim Buru Sergap (Buser) Polresta. Dari tangan Roni petugas menyita barang bukti berupa satu batu pavling block dan BlackBerry milik korban Novi Armen.

“Tersangka ini telah mengakui perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa Novi Armen, warga Sijunjung,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol M Seno Putro, kepada wartawan, kemarin.

Seno mengatakan Roni diciduk di Padang setelah kembali dari pelariannya di Bukittinggi. Ia ditangkap petugas karena terlibat kasus penganiayaan yang laporannya telah masuk ke Polresta. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, Roni pun mengakui kalau ia beserta dua rekannya telah melakukan pembunuhan terhadap Novi Armen.

“Modus yang dilakukan para tersangka, pemerasan. Saat para pelaku meminta uang, korban melawan hingga terjadi perkelahian.

Pelaku pun akhirnya memukul korban dengan batu pavling block hingga korban jatuh tersungkur. Saat korban tersungkur, dua rekan lain langsung menyerang korban dibagian wajah dan kepala hingga korban tewas. Barang-barang berharga korban pun dibawa kabur para pelaku,” ujar Seno.

Seno mengatakan Kasus ini masih dikembangkan dan dalam penyelidikan. “Untuk dua orang rekan lainnya, pihak kita saat ini masih melakukan pengejaran,” ujarnya.

Roni Fernandes kepada penyidik mengakui perbuatannya. “Kami awalnya hanya mengompas, namun ia melawan sehingga kami memukulnya dengan balok batu,” ujar tersangka Roni.

Sebelumnya kasus pembunuhan Novi Armen yang juga pegawai honorer salah satu SMK di Tanjung Ampalu, Sijunjung itu terjadi pada Minggu 21 April lalu. Saat ditemukan kondisinya menggenaskan di tubuh korban terdapat beberapa luka serius. Jasad korban ditemukan seorang mahasiswa yang lari pagi di kawasan RTH sekitar pukul 05.30 dan mengejutkan warga sekitarnya.(w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA