Date Kamis, 31 July 2014 | 04:16 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kisah di Balik Tewasnya Bapak dan Dua Anak

Lokasi Pemandian Umum Itu Dikenal Angker

Selasa, 07-05-2013 | 11:35 WIB | 1527 klik
Lokasi Pemandian Umum Itu Dikenal Angker

Pemandian Kapalo Guo di perbatasan antara Desa Lumindai dan Desa Balai Batu Sand

Cindy anaknya cerdas, saat di sekolah, ia mendapatkan juara tiga di kelas. Kata-kata tersebut telontar dari teman-teman Cindy, 7, korban bunuh diri di Desa Lumindai, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto kemarin (5/5). Seperti apa kisahnya?

Cindy ditemukan mengapung di pemandian umum Kapaloguo di perbatasan Desa Lumindai dan Desa Balai Batu Sandaran bersama ayah dan adiknya.

Teman sekelas Cindy di SDN 15 Desa Lumindai terkejut mendengar Cindy meninggal tidak normal. Jihan, teman Cindy, menyebutkan Cindy anak ceria. Kehadiran Cindy di kelas membuat kelas meriah.

Cindy berada di kelas unggul. Di kelas, Cindy rangking tiga.

Beberapa teman Cindy tidak percaya Cindy meninggal karena diminumkan racun serangga oleh ayahnya. “Setahu saya, Cindy lebih suka pergi dengan ayahnya,” ujar teman sekelas Cindy, yang enggan menyebut namanya.

Cindy meninggal bersama ayahnya Darmalis, 33, dan adiknya Bayu, 4, di tempat pemandian umum.

Iwan, 35, warga Desa Balai Batu Sandaran, mengatakan, lokasi pemandian itu dikenal angker. “Di situ jadi tempat semedi. Tepat di dalam bak tersebut ada sebuah batu tempat bertapa. Seseorang yang mendudukinya tidak bisa disentuh,” ungkapnya.

Sejak kejadian itu, lokasi pemandian tersebut sepi. Tidak ada lagi warga yang berani mandi di situ.

Dekat pemandian umum itu, ada mushala tua yang sudah lama tidak terpakai. Di sampingnya, ada kandang sapi yang tidak lagi digunakan setelah kasus itu. “Setelah kejadian itu, pemilik sapi langsung memindahkan sapinya,” ujar Bujang, 46, warga Desa Lumindai.

Darmalis sempat menggugat istrinya Eni Ernita, 27, ke Pengadilan Agama Kota Sawahlunto pada Maret lalu. Setelah menjalani 4 kali sidang, Darmalis mencabut gugatannya.

“Saya dengar kabar, Darmalis sudah menceraikan istrinya dengan talak tiga. Setelah berpikir panjang, Darmalis menarik ucapannya dengan mendatangi keluarga istrinya untuk rujuk,” ujar B, yang memiliki hubungan keluarga dengan Eni.

Karena sudah talak tiga, keluarga istrinya tidak mengabulkan rujukan suaminya sebelum diceraikan dan dinikahi orang lain. “Sebelum dinikahi kembali, istri Darmalis harus menikah dengan orang lain,” tambahya.

Humas Pengadilan Agama Kota Sawahlunto, Darwin, saat ditemui Padang Ekspres mengatakan, proses gugatan Darmalis sudah selesai dan sudah dicabut kembali. “Setelah menjalani 4 kali sidang dan keduanya memutuskan untuk rujuk kembali,” ungkapnya.

Pengadilan mengambil kesimpulan bahwa talak yang dijatuhkan Darmalis pada istrinya itu bukanlah talak tiga, sebab Darmalis hanya mengatakan, “Saya talak kamu dan talaknya habis”. “Talak yang disampaikan Darmalis itu bukan talak tiga, jadi mereka bisa rujuk kembali,” tuturnya. (mg18)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA