Date Kamis, 31 July 2014 | 08:18 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pusat Pemerintahan-Bus Massal Dikebut

Rabu, 01-05-2013 | 12:14 WIB | 306 klik

Mataair, Padek—Perayaan ulang tahun Kota Padang, 7 Agustus mendatang, benar-benar spesial. Hal ini dikarenakan Pemko Padang akan meresmikan pusat pemerintahan di kawasan Aiapacah dan pengoperasionalan bus massal.

“Saat ini proses pengerjaan pusat pemerintahan itu sudah sekitar 80 persen lebih. Sembari berjalan pekerjaan fisiknya, bagian dalam dan interior akan dipacu agar dapat selesai tepat waktu, bersamaan peresmian gedung pusat pemerintahan secara keseluruhan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Padang, Hervan Bahar, di DPRD Padang, kemarin (30/4).

Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menegaskan, direncanakan operasional pusat pemerintahan pindah tahun ini juga dan diresmikan bersamaan HUT Padang. “Tahun ini bisa pindah di sana beserta asisten dan bagian,” ujarnya. Dia menyebutkan, untuk tahap awal pembangunan pusat pemerintahan baru diprioritaskan untuk balai kota saja, belum untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Meski sebagian SKPD sudah berpindah ke kawasan tersebut, saya mengingatkan agar SKPD pintar menjaring dana pusat, terutama dari kementerian terkait untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi gedung SKPD yang rusak akibat gempa 3 tahun lalu,” ujarnya. Selain itu, dia juga menyarankan SKPD giat menjaring dana pihak ketiga. “Pihak ketiga juga bisa digaet untuk memfasilitasi pembangunan kantor SKPD masing-masing,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Padang, Firdaus Ilyas optimistis peresmian bus massal bersamaan dengan HUT Padang. Kini, Dishubkominfo Padang akan mengebut pembangunan halte bus massal.

“Untuk tahun ini kita tidak ada anggaran untuk membangun halte. Yang kita targetkan 58 unit baru rampung 12 unit. Lima lagi dibantu Pemprov, 7 dari PLN, dan sisanya dari swasta lain,” terangnya. Sesuai perjanjian, Juli akan datang 20 unit bus. “Untuk sopir dan petugas halte, akan gandeng sopir dan kernet bus kota sebelumnya,” ucapnya. (bis/kid)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA