Date Jumat, 1 August 2014 | 22:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Diduga Dibunuh Teman Facebook

Sebulan Hilang, Pulang jadi Mayat

Rabu, 01-05-2013 | 12:03 WIB | 6090 klik
Sebulan Hilang, Pulang  jadi Mayat

Tersangka pembunuh Rusyda Nabila

Bukittinggi, Padek—Setelah hampir satu bulan lebih menghilang, akhirnya Rusyda Nabila, 16, ditemukan. Tragisnya, gadis jolong gadang yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Diniyah Lima Jurai Sungaipua, Kabupaten Agam ini ditemukan sudah jadi mayat di daerah Kalampaiyan, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Ampekkoto, Kabupaten Agam, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (29/4).

Korban diduga dibunuh oleh tersangka WS, 30, yang berhasil ditangkap beberapa hari sebelumnya. Berhasilnya polisi mengungkap dugaan pembunuhan itu, diawali dengan tertangkapnya tersangka dengan memanfaatkan komunikasi ponsel antara korban dan tersangka beberapa. Setelah diintrogasi, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya dan menunjuk tempat korban dibunuh.

Kapolresta Bukittinggi, AKBP Eko Nugrohadi, mengatakan, telah berhasil menemukan gadis yang diduga Rasyid Nabila yang hilang lebih sebulan lalu. Sayangnya, saat ditemukan, korban sudah jadi mayat yang diduga dibunuh oleh tersangka WS yang berhasil ditangkap beberapa hari lalu di daerah Pakan Sinayan. “Kami sudah hubungi orangtua korban. Dari identitas yang ada, seperti pakaian dan jilbab, orangtua korban yakin, bahwa korban adalah anaknya yang meninggalkan rumah sebulan lalu,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian korban, segera dilakukan aotupsi oleh tim forensik dari Polda Sumbar yang datang langsung ke RSAM Bukittinggi, tempat jenazah korban disemayamkan sementara. “Begitu autopsi selesai, kita bersama pihak rumah sakit akan menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Jasad korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Selain tak berbusana, kedua tangan terikat dengan tali BH, kedua kaki korban terikat dengan celana dalam, serta leher korban diikat dengan handuk. Yang memiriskan wajah korban pun tak berbentuk. Saat ditemukan korban terbenam dalam sawah. “Karena itu perlu dilakukan autopsi, apa sesungguhnya yang terjadi pada korban, sehingga dia dibunuh oleh tersangka,” ujarnya.

Orangtua korban, Khairis, 49 mengaku pasrah dengan kondisi yang terjadi. “Yang jelas anak saya sudah ditemukan, dan telah jadi jenazah. Harapan saya, semoga polisi berhasil mengungkap penyebab kematian anak saya, dan semua amal ibadah anak saya diterima di sisi Allah SWT,” jelasnya dengan nada lirih.

Ketika dihubungi, Khairis, sedang di kampungnya di daerah Limo Suku, Sungaipua, Kabupaten Agam, menunggu kedatangan jenazah anaknya yang saat ini masih berada di RSAM. “Khabarnya, jenazah anak saya akan diantar langsung pihak rumah sakit dan polisi setelah dilakukan outopsi oleh petugas Polda Sumbar yang saat ini sedang menuju Bukittinggi,” jelasnya.

Dia menambahkan, begitu jenazah sampai, akan langsung dikebumikan sekitar 20 meter dari rumahnya.

Khairis mengaku, korban adalah anaknya dari kontak batin dan jilbab yang dipakai korban saat meninggalkan rumah 20 Maret 2013 lalu. “Begitu polisi datang memberitahu penemuan mayat, berikut dengan ciri-cirinya, saya yakin itu anak saya, kendati hingga saat ini saya belum melihat langsung,” jelasnya dengan kalimat terbata-bata.

Gara-gara Facebook

Informasi yang diperoleh koran ini, hilang dan tewasnya Rusyda Nabila, salah satu sebabnya adalah gara-gara facebook yang dilakukan korban dan tersangka WS yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkutan pedesaan yang kemudian berlanjut kepada SMS dan pertemuan.

Itu dapat dilihat data facebook dan SMS yang berhasil diamankan petugas polisi dari tangan tersangka. (edi/rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA