Date Sabtu, 26 July 2014 | 22:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pembunuh Istri Diserang Eks Adik Ipar

Rabu, 01-05-2013 | 10:28 WIB | 1446 klik
Pembunuh Istri Diserang Eks Adik Ipar

Tersangka Maizar memperagakan menusuk korban Mira Artati saat rekonstruksi,

Pramuka, Padek—Rekonstruksi pembunuhan Mira Artati yang dilakukan suaminya Maizar, 49, PNS Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, kemarin, sempat ricuh. Ketika itu, adik korban berupaya menyerang tersangka meski dalam pengawalan ketat aparat polisi.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, rekonstruksi yang digelar Reskrim Polresta Padang, dimulai pukul 09.30. Proses rekonstruksi digelar di Kantor BPM Sumbar Jalan Pramuka dengan 30 adegan. Rinciannya, 22 adegan saat tersangka membunuh istrinya dan 8 adegan menceritakan ketika pelaku menusuk tubuh korban hingga tersangka kabur.

Saat rekonstruksi, tersangka dikawal ketat polisi berpakaian preman dengan memasang kembali police line di lokasi pembunuhan itu. Tersangka Maizar hanya menundukkan kepalanya saat melakukan adegan demi adegan pembunuhan istri ketiganya, Mira Artati, warga Lubuk Minturun, Kecamatan Kototangah di areal perkantoran BPM Sumbar, Jalan Pramuka I No 13, Kelurahan Lolongbelanti, Kecamatan Padang Utara. Sebelum melakukan reka ulang, tersangka menitikkan air mata.

Reka ulang dimulai dari korban Mira Artati (diperagakan polwan) mendatangi Kantor BPM Sumbar, lokasi tersangka bekerja dengan motor Supra Fit X BA 4801 BZ. Setelah menemui tersangka, korban pergi meninggalkan tersangka.

Ternyata korban tidak pergi dan duduk di jembatan kecil dekat mushala milik BPM Sumbar. Saksi bernama, Andre Febrian, melihat korban duduk di jembatan kecil itu. Tersangka pun menghampiri korban dengan motor pelat merah CS One BA 2862 B. Tersangka kembali meninggalkan korban di jembatan kecil itu. Setelah itu, tersangka kembali menghampiri korban dengan berjalan kaki. Saksi, Andre Febrian melihat tersangka dan korban bertengkar. Diakui saksi, Andre Febrian dalam rekonstruksi, korban sempat mencaci, dan menghina orangtua tersangka.

Setelah itu, Andre Febrian meninggalkan suami istri yang masih bertengkar. “Saat saya keluar, saya tidak melihat tersangka dan korban. Saat saya menuju mushala, ternyata korban telah jatuh dengan posisi telentang bersimbah darah, dengan dada bagian kiri tertanam belati,” kata saksi menerangkan kejadian pada penyidik.

Tersangka kembali memperagakan adegan ke-15 pembunuhan. Tersangka mengatakan korban sempat melempari dirinya dengan helm. Saat adegan ke-16, dari peragaan tersangka, korban melihat ada pisau di tangan tersangka. Saat itu korban berusaha merebut pisau itu, sehingga terjadi tarik menarik. Saat itulah tertancap pisau ke dada korban. Tersangka pun kabur dengan motornya.

Melihat reka ulang itu, adik korban langsung menyerang tersangka. Karena ketatnya pengawalan, upaya adik korban hanya berbuah keributan. Sementara tersangka berhasil dilarikan ke mobil menuju Mapolresta Padang.

Segera Limpahkan

Terpisah, Kasat Reskrim Mapolresta Padang, Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, dalam waktu dekat berkas perkara diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). “Setelah berkas diserahkan, kami menunggu petunjuk JPU. Kalau JPU menyatakan berkas lengkap, tersangka dan seluruh barang bukti akan kami serahkan ke JPU,” ungkapnya.

Kuasa hukum tersangka, Eriyal mengatakan, setelah melihat rekonstruksi itu, terlihat tersangka tidak sengaja atau berniat membunuh istrinya. “Di persidangkan, seluruh fakta akan diungkapkan di hadapan majelis hakim,” tuturnya.

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro mengatakan, Maizar dijerat Pasal 338 tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya minimal 15 tahun penjara dan maksimal diancam hukuman mati. (kid/cr2)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA