Date Rabu, 30 July 2014 | 03:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tingkatkan Kapasitas Nilai Tambah Produk

Manfaatkan TTG Secara Optimal

Senin, 29-04-2013 | 13:00 WIB | 152 klik

Pariaman, Padek—Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) secara optimal oleh masyarakat akan dapat mengefisienkan ongkos produksi, memperbaiki proses mutu produksi, meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberantas kemiskinan.

Demikian disampaikan Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sukardi dalam sambutannya membuka Sayembara Merancang Alat Teknologi Tepat Guna Tahun 2013 se-Kota Pariaman di Aula Rumah Makan Pauh, Pariaman.

Ia berharap, melalui kegiatan Sayembara Merancang Alat TTG Tahun 2013 ini, Kota Pariaman dapat ikut berpartisipasi pada Lomba Inovator Teknologi Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan mendapatkan Penghargaan Inovator di Bidang Teknologi Tepat Guna, sebagaimana yang sudah diraih pada Tahun 2012 yang lalu.

“Kota Pariaman pernah memiliki pemuda inovator dengan inovasinya berupa pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang dipelopori oleh Alm. M. Afdhal, seorang pemuda yang kreatif dan inovatif, dalam usianya yang masih muda dan dilatar belakangi oleh kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar itu sendiri semakin sedikit,” ujarnya kepada Padang Ekspres usai kegiatan, kemarin.

Menurutnya, M. Afdal menemukan inspirasi dari mengamati plastik, melalui serangkaian uji coba, penelitian dan studi literatur sehingga akhirnya terciptalah sebuah rangkaian alat, namun sayang beliau tidak berumur panjang, dan kita berharap pengolahan sampah ini dapat terus dikembangkan dan disempurnakan oleh Inovator-inovator berikutnya.

“Pemerintah Kota Pariaman senantiasa akan ikut memfasilitasi ide-ide dan kreatifitas yang tumbuh dan berkembang seperti ini dan akan ikut pula melakukan pembinaan se-optimal mungkin.” jelasnya lagi

Dikatakannya, teknologi sebenarnya bukan barang langka dan asing di tengah masyarakat kita. Stigma bahwa teknologi adalah suatu yang rumit dan jelimet telah terbantahkan, justru banyak teknologi yang maju awalnya diinspirasikan oleh hal-hal sederhana yang diperoleh dari pergulatan manusia dalam menjawab tantangan hidupnya.

Ia cukup berbangga dengan prestasi Kota Pariaman sebelumnya diantaranya berhasil mendapatkan predikat I tingkat Propinsi dalam kegiatan Lomba Inovator Teknologi Tahun 2009 untuk kategori Pelajar, dan Predikat III tingkat Propinsi dalam kegiatan Lomba Inovator Teknologi Tahun 2011 untuk kategori Pelajar yang diadakan oleh Bappeda Propinsi Sumatera Barat. “Harapan saya, kita dapat mengulang kesuksesan tersebut di tahun ini dan tahun-tahun mendatang” tutur nya lagi

Jumlah Peserta Sayembara berjumlah 12 Orang, 3 Orang dari Pelajar dan 9 Orang dari kategori Umum. Setiap peserta boleh mendaftarkan lebih dari satu alat TTG.

Sukardi berharap agar para peserta Sayembara dapat mengambil manfaat dan saling bertukar informasi untuk pengembangan alat TTG masing-masing.

“Kepada Tim Juri, Panitia Pelaksana, saya ucapkan terimakasih atas partisipasinya,” ujar. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA