Date Jumat, 1 August 2014 | 12:45 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

♦ 42 Sekolah Kekurangan Soal | ♦ Mendikbud Didesak Mundur

UN Sumbar Kacau-balau

Selasa, 16-04-2013 | 11:51 WIB | 2630 klik
UN Sumbar Kacau-balau

Pelaksanaan Ujian Nasional di SMAN 3 Padang

Padang, Padek—Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, MA dan SMK pada hari pertama di Sumbar, kemarin (15/4), kacau-balau. Ratusan peserta UN gagal mengikuti ujian akibat ketiadaan soal. Bahkan, kejadian luar biasa (KLB) UN 2013 ini membuat sejumlah kalangan mendesak Mendikbud mundur.

Informasi dihimpun Padang Ekspres di kabupaten/kota se-Sumbar menyebutkan, kekurangan soal UN merata terjadi di sejumlah daerah. Di Padang misalnya, tercatat 301 naskah soal yang kurang. Kekurangan terbanyak di 18 sekolah, sehingga ujian molor. Mengantisipasi itu, koordinator pengawas UN perguruan tinggi di pusat memutuskan penggandaan soal. Namun begitu, tetap saja belum cukup menutupi kekurangan soal. Beberapa sekolah di Sumbar tidak bisa melaksanakan UN.

Koordinator Pengawas UN Sumbar yang juga Rektor Unand, Dr Werry Darta Taifur kepada Padang Ekspres saat memantau UN di SMKN 5 Padang, mengakui kekurangan soal terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota se-Sumbar. Werry mencatat ada 42 sekolah kekurangan naskah soal. “Biarpun begitu, UN tetap dilaksanakan dengan cara menggandakan soal,” kata Werry.

Penggandaan soal melibatkan kepala sekolah, pengawas dari perguruan tinggi, dan kepolisian. Penggandaan dilakukan pagi hari sebelum ujian dimulai. “Naskah soal diambil dari mapolsek malamnya. Paginya, naskah 20 paket soal UN digandakan sebanyak kekurangan. Penambahan ini dimasukkan dalam berita acara sesuai instruksi koordinator pusat. Kita jamin kerahasiaan soal masih sangat terjaga. Sebab, penggandaan dikawal polisi, dinas pendidikan dan perguruan tinggi,” ulasnya.

Kondisi itu menyebabkan jadwal pelaksanaan ujian molor. Yang seharusnya mulai pukul 07.30, di beberapa sekolah diundur 30 menit hingga satu jam lebih. “Semuanya telah kita atur dan pikirkan, siswa tidak akan dirugikan dengan kondisi seperti ini. Lembar jawaban siswa akan di-scan di Puskom UNP. Khusus lembar jawaban foto copy, tim panitia akan melakukan pemindaian tersendiri sehingga jawaban siswa bisa dibaca dan tidak bertukar,” ucapnya.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, didampingi Kepala Disdik Sumbar, Syamsul Rizal saat memantau pelaksanaan UN di SMAN 1 Padang, mengklaim kekurangan soal itu tidak akan menimbulkan persoalan baru.

Dari penelusuran Padang Ekspres, Kepala SMKN 3 Padang, Yusrizal menyebut sekolahnya kekurangan 60 naskah soal. Sesuai instruksi dari koordinator pengawas, pukul 06.00 WIB, dia beserta pengawas dari Unand, dan kepolisian memfotokopi soal di kawasan Lolong. Akibatnya, jadwal ujian tertunda hingga pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.00.

62 Siswa Padang tak UN

Kabid Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Padang, Welita mencatat ada 63 peserta tidak ikut ujian pada hari pertama UN. Dari catatan sekolah, siswa ini sudah mengundurkan diri dan tidak diketahui kabarnya. Namun, Welita belum mendapatkan informasi soal adanya peserta tidak ikut karena sakit.

Sedangkan di SLB Wacana Asih, ada dua siswa—Pratiwi dan Rida Utama—gagal ikut UN karena tak ada soal. Menanggapi itu, Sekretaris Panitia UN Disdik Sumbar, Zakri memastikan keduanya bisa mengikuti ujian susulan nantinya.

Satu Jurusan Batal UN

Di Payakumbuh, satu jurusan tak bisa UN akibat ketiadaan soal. Kasus ini ditemukan di SMA Negeri 2 Payakumbuh. Di sekolah berjulukan “Kampus Flamboyan” ini, sebanyak 84 siswa-siswi jurusan IPS batal mengikuti UN. Ini terjadi karena soal Bahasa Indonesia yang diujikan, tidak sampai ke sekolah di kawasan Bukiksitabuah, Nagari Aiatabik tersebut.

“Kami kecewa sekali. Naskah ujian Bahasa Indonesia untuk siswa-siswi jurusan IPS, tidak sampai ke sekolah kami. Sehingga, 84 siswa-siswi batal mengikuti ujian. Padahal, mereka sudah lama mempersiapkan diri,” kata Kepala SMAN 2 Payakumbuh Haji Yunaidi kepada Padang Ekspres, Senin siang.

Yunaidi menjelaskan, perkara itu sudah diketahuinya sejak Minggu (14/4) malam. Waktu itu, ada pemberitahuan dari Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan untuk wilayah Payakumbuh. “Pada Minggu malam, Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi memberitahukan, untuk SMAN 2 Payakumbuh, naskah soal jurusan IPS tidak ada. Karena itu, saya tanyakan, bagaimana tindak lanjutnya. Tapi sampai pukul 22.00 WIB, naskah soal tetap tidak ada,” kata Yunaidi.

Pada Senin pagi, saat pihak sekolah bersama pengawas mengambil naskah ujian yang diamankan di Mapolsekta Payakumbuh kawasan Kaniangbukik, tetap saja naskah ujian untuk siswa-siswa jurusan IPS SMAN 2 tidak ada.

Setelah digelar pertemuan antara Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan, pengawas ruangan (pengawas ujian sekolah) dan Dinas Pendikan, akhirnya disepakati, ujian Bahasa Indonesia untuk 84 siswi-siswi jurusan IPS SMAN 2 Payakumbuh ditunda.

Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2012 versi Kementerian Agama itu masih khawatir kejadian itu berulang hari ini. “Naskah ujian untuk besok (hari ini, red), masih belum cukup juga,” kata Yunaidi. Ada 236 siswa-siswinya dari jurusan IPA mengikuti ujian fisika dan bahasa Inggris hari ini. Sedangkan 84 siswa-siswi jurusan IPS, mengikuti ujian ekonomi dan bahasa Inggris.

Selain persoalan naskah ujian bahasa Indonesia tidak sampai ke SMAN 2, beberapa sekolah juga kekurangan soal. Seperti di SMAN 3, MAN 3, SMA PGRI dan SMKN 2. “Di SMK Negeri 2, naskah ujian teknik komputer tidak cukup. Begitu pula di SMAN 3, MAN 3, dan SMA PGRI. Sesuai surat yang kami terima, sekolah yang mengalami kekurangan naskah ujian dapat mem-foto copy sendiri. Dan, itu sudah dilakukan tadi pagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Hasan Basri, Senin sore.

Hasan menyebut, jumlah peserta UN di Payakumbuh mencapai 3.416 orang. Terdiri dari dari 1.252 pelajar SMA, 1.632 pelajar SMK, 464 pelajar MA, dan 68 warga belajar paket C.

Kekurangan soal juga terjadi di Solok Selatan (Solsel). Sebanyak 32 siswa batal mengikuti ujian karena tidak kebagian soal. Sedangkan 21 siswa lainnya dinyatakan drop out (DO). Ke-32 siswa batal ikut UN itu siswa Madrasah Aliyah (MA) jurusan agama. Masing-masing MAN Muaralabuh 19 siswa, dan MA Bustanul Huda sebanyak 13 siswa.

Data Dinas Pendidikan Solsel, peserta UN tercatat 1.789 siswa SMA, SMK, MA dan 40 siswa paket C. Namun, dari 1.057 siswa SMA satu orang dinyatakan DO, dari 508 siswa SMK enam orang DO, dari 183 siswa MA dua orang dinyatakan DO, dan dari 40 siswa paket C 12 di antaranya DO. Sehingga, total siswa DO sebanyak 21 orang. “Salah satu penyebab DO karena sudah menikah dan jarang masuk sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Solsel, Fidel Efendi.

Di Sijunjung, sebanyak 23 siswa Jurusan Keagamaan di MAN Palangki tidak bisa mengikuti ujian karena tidak ada soal. “Ke-23 siswa ini akan mengikuti ujian susulan,” sebut Yusmaleni, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Sijunjung, kemarin. Di Sijunjung, UN diikuti 117 siswa.

Di Pasaman, tercatat empat orang siswa tidak mengikuti UN. Seorang diketahui sakit dan tiga orang lainnya DO. Di sini UN diikuti 3.044 siswa, yakni SMA 1.651 orang, MA 478 orang, dan SMK 915 orang. “Alhamdulillah, hari pertama UN berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun. Semua siswa terdaftar mengikutinya dengan baik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Khairil Anwar, kemarin.

Di Padangpanjang, seorang guru pengawas dan 19 siswa tidak hadir dari 1.977 total peserta UN. Selain itu, juga terdapat 44 lembar soal kurang untuk Jurusan Agama, serta satu soal Jurusan IPA di Diniyah Putri dinyatakan rusak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padangpanjang, Syahrizal menyebutkan, 19 siswa yang tidak ikut UN masing-masing SMK Karya 8 orang, SMK Cendana 6 orang, SMKN1 4 orang, dan SMAN 2 1 orang.

Sedangkan kekurangan soal dialami di MA Serambi Mekah sebanyak 11 lembar, MA Thawalib Putra 13 lembar, MAN Gunung 7 lembar dan MA Diniyah Putri 13 lembar. Namun sekolah ini tetap melaksanakan UN dengan menggandakan soal.

Di Padangpariaman, 2 dari 175 peserta tidak bisa ikut UN. Keduanya, Lola Andini sakit kronis dan berobat ke Singapura, seorang lagi menikah. Biar begitu, Plt Kabid SMA/SMK Metri Akbarsyah mengaku belum dapat laporan dari tim penyelenggara ujian.

Di Pessel, kekurangan soal terjadi di SMAN 2 Pancungsoal sebanyak 79 buah. Selain itu, ditemukan sampul bidang studi bahasa Indonesia isinya bahasa Inggris di SMAN 1 Batangkapas. “Soal Bahasa Inggris yang telanjur dilihat, diamankan tim pengawas independen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pessel, Rusmayul Anwar.

Di Pasbar, sebanyak 33 orang siswa tidak mengikuti UN 2013. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Ahmad Hosen mengatakan, sebanyak 11 orang siswa SMA tidak UN akibat tiga orang sakit dan delapan DO. Lalu, SMK 9 orang (DO) dan MA sebanyak 13 orang (DO).

Di Batusangkar, terdapat kekurangan soal di MAN Limakaum dan SMK I Batusangkar. Kepala Dinas Pendidikan Tanahdatar Indra Kusuma mengatakan, kekurangan soal diatasi setelah memanfaatkan kelebihan soal di SMK Pagaruyung.

Sementara di Kota Pariaman dan Sawahlunto, dilaporkan hari pertama UN berjalan lancar.

Abaikan Desakan Mundur

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Guru Payakumbuh Adnin Syam meminta Kemendiknas, bertanggung jawab penuh terhadap buruknya distribusi soal ujian nasional. Dia juga meminta Kemendikbud menghentikan pelaksanaan UN mulai tahun ini. “Penilaian siswa itu hak guru. Jangan dipaksakan lagi UN. Karena pelaksanaannya terbukti kacau-balau dan membuat panik siswa, guru serta wali murid,” kata Adnin Syam.

Ketua Umum IPM Payakumbuh, Zidny Ilmiah, didampingi Ketua Bidang Pengkaderan Yolvia Putra dan Ketua Bidang Advokasi Adelia malah meminta Mendikbud segera diganti. “Dengan kondisi ini, soal UN rawan bocor,” ucapnya.

Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil menilai karut marut pelaksanaan UN mengganggu konsentrasi siswa. “Saya sendiri heran, kenapa bisa kurang naskah soal UN. Ini harus dievaluasi,” ulasnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Padang, Bambang Sutrisno menyebut modus kekurangan naskah soal UN menjadi indikasi kebocoran soal. “Biasanya soal berlebih karena siswa didaftarkan tiga bulan sebelum UN. Kalau kurangnya hampir setiap mata pelajaran, tentu jadi pertanyaan,” tukasnya.

Menerima laporan banyak pihak meminta Mendikbud M Nuh mundur, Nuh menjawabnya dengan nada tegas. “Saya jawab (desakan mundur itu, red) yang menjadikan saya menteri bukan mereka. Biarkan saya bertanggung jawab menyelesaikan tugas UN ini sampai beres. Saya bekerja, bekerja, dan bekerja supaya semuanya tuntas,” tegasnya kemarin (15/4).

Dia meminta para pemerhati dan pegiat pendidikan yang merasa kawan atau sahabat Kemendikbud, sedianya ikut memikirkan solusi tertundanya UN ini. “Kalau tidak ada (usulan solusi, red), jangan menambah perkara dulu. Carikan jalan keluarnya untuk Kemendikbud,” kata mantan rektor ITS itu. Nuh mengakui sedang menghadapi persoalan riil kacaunya pelaksanaan UN 2013. “Silakan berkomentar. Saya terus bekerja,” papar dia.

Sebelumnya, pengunduran jadwal UN di 11 provinsi Minggu lalu (14/4), Nuh mengatakan kasus UN 2013 disebabkan urusan teknis di PT Ghalia Indonesia Printing. Namun dia mengatakan, gelaran UN ini adalah agenda negara dalam hal ini Kemendikbud.

Desakan pencopotan Mendikbud juga disuarakan Sekjen Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) Suparman. Dia mengatakan, dalam sejarah ujian akhir di Indonesia, baru tahun ini UN diundur. “Setelah UN selesai, kami menuntut Presiden SBY mengevaluasi kinerja Mendikbud,” ujarnya.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Haryono Umar mengatakan, investigasi KLB UN 2013 sudah berjalan. Upaya itu diambil setelah muncul laporan masyarakat bahwa ada kejanggalan dalam penetapan pemenang tender percetakan UN untuk keenam paket soal ujian. (ek/mal/sih/cr3/roy/yon/ris/wrd/eri/mg19/nia/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA