Date Senin, 28 July 2014 | 21:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Penjambret Gasak Ibu Muda di Keramaian

Senin, 15-04-2013 | 14:05 WIB | 542 klik

Sawahan, Padek—Maraknya aksi jambret kian meresahkan warga Padang. Aparat kepolisian seolah tak berdaya mencegah aksi bandit-bandit jalanan di ibu kota Sumbar ini.

Kemarin (14/4), seorang ibu muda dijambret di Jalan Sawahan, persisnya di dekat SPBU Sawahan. Kalung emas seharga Rp 8 juta, raib digasak penjambret. Beruntung dalam aksi tersebut ia tidak terjatuh dari kendaraan.

Korban bernama, Suci Vormoni, 26, warga Jalan Situjuh III, Jatibaru, Kecamatan Padang Timur. Suci diboncengi saudaranya. Begitu sampai di depan SPBU Sawahan, tiba-tiba motor korban diserempet seorang pemuda. Dalam sekejap, pelaku langsung merampas kalung emas di leher Suci.

Meski telah berteriak minta tolong kena jambret, tidak ada warga dan pengendara di sekitar kejadian yang mengejar pelaku. “Saya tidak menyangka pemuda itu mau menjambret, karena kawasan itu ramai. Saya lihat pelakunya kabur ke arah Ganting, “ ujarnya Suci saat melaporkan kejadian itu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang, kemarin.

Kanit SPKT Polresta Padang Ipda Masriawan mengatakan, laporan dengan nomor Laporan LP/615/K/IV/SPKT Unit III akan diserahkan ke bagian Satreskrim untuk ditindaklanjuti.

Masih Pengembangan

Kasus jambret makin berani di beraksi di Padang. Dalam aksinya, dua wanita meninggal dunia dijambret penjahat di jalanan pada akhir 2012 lalu. Dua wanita tersebut adalah Zuraida, 41 Guru SMA Semen Padang, dan Yetti Yusuf, 56, staf Kelurahan Simpangharu. Hingga kini, para pelakunya belum tertangkap.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, kasus penjambretan yang menewaskan dua orang tersebut berkasnya masih di penyidik. “Kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikan,” ujarnya.

Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik mengatakan, tidak terungkapnya para penjambret di Padang menandakan lemahnya kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus kriminal.

“Polisi perlu memetakan lokasi-lokasi rawan tindak kejahatan, sehingga kepolisian di kawasan tersebut mampu meningkatkan kewaspadaan dengan patroli dan pengintaian. Dengan demikian, pelaku kejahatan bisa ditangkap. Di samping itu masyarakat saling menjaga keamanan lingkungan,” ucapnya. (w)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA