Date Jumat, 1 August 2014 | 18:51 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kasus Tertangkapnya 15 Truk Pengangkut Alat Kapal Keruk

Bupati Siap Adukan Bos Tambang

Senin, 15-04-2013 | 11:53 WIB | 824 klik
Bupati Siap Adukan Bos Tambang

Peralatan kapal keruk dan drum yang diamankan tim gabungan pemberantasan tamban

Solsel, Padek—Masih beroperasinya puluhan ekskavator mengeruk bumi Solok Selatan hingga kini, membuat Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria berang. Dia akan melaporkan pimpinan salah satu perusahaan tambang ke Kapolda Sumbar karena nekat mendrop alat berat ke Batang Bangko sebanyak 15 truk.

Alat berat itu rencananya dirakit menjadi kapal keruk untuk menambang emas secara ilegal. Peralatan kapal keruk itu kini disita sebagai barang bukti.

“Kita sudah ingatkan berkali-kali, agar kegiatan penambangan dihentikan. Tapi masih saja berani memasukkan alat berat ke lokasi pertambangan liar. Siapa pun mereka, wajib diadili secara hukum yang berlaku. Saya yakin, bekingannya lebih kuat. Sehingga mudah menerobos aparat,” tegas Bupati Solsel Muzni Zakaria kepada Padang Ekspres, kemarin (14/4).

Bupati menegaskan akan melawan siapa pun yang ambil emas di Solsel secara ilegal, termasuk aparatur pemerintahan dan aparat penegak hukum. Terkait tertangkap basahnya alat berat milik salah satu perusahaan tambang emas oleh tim terpadu, Kamis (11/4), Bupati Solsel mengatakan sedang meneliti administrasi pelanggaran yang dilakukan perusahaan itu.

“Kami akan mencabut IUP (izin usaha pertambangan). Tak ada lagi toleransi. Pencabutan izin dilakukan sebagai langkah memutuskan atau sanksi sesuai hukum yang berlaku. Perusahaan itu tidak dibenarkan lagi berinvestasi di Solsel. Walau nama perusahaannya diganti,” kata Muzni Zakaria geram.

Seperti diketahui, peralatan kapal keruk yang dibawa 15 truk itu milik PT Bina Bhakti Pratiwi. Alat kapal keruk itu ditangkap Tim Terpadu Pemberantasan Emas Ilegal Kabupaten Solsel, Kamis (11/4).

Tertangkapnya 15 truk pengangkut alat berat kapal keruk itu, menurut Bupati, menandakan masih ada niat perusahaan tersebut melakukan penambang emas secara liar.

“Jika pelanggaran hukum benar-benar terjadi, kita laporkan ke aparat hukum untuk diproses. Yang jelas siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum di daerah ini, tanpa terkecuali, harus diproses secara hukum,” pungkasnya.

Kepingan baja kapal keruk yang dibuang sopir truk di KM 11 dan KM 12 Bukit Lambung-Lambung (lokasi PT Andalas Merapi Timber), hari ini Senin (15/4) akan dijemput polisi kehutanan dan tim terpadu Kabupaten Solsel.

“Satu unit ekskavator dan sekitar 250 kepingan baja kapal keruk akan kita jemput ke lokasi hari ini. Ini bukti nyata, bahwa alat berat terus masuk ke lokasi pertambangan liar. Alat ini akan kita titip di Mapolda atau di Mapolres Solsel,” ulasnya.

Untuk sementara, kata Muzni, alat berat itu diamankan di Kantor Bupati Solsel. Muzin menyebut masih banyak lagi kawasan tambang emas ilegal, seperti Batang Bangko, Batang Gumanti, Batang Sungai Penuh, Batang Hari, Alai dan Muko-Muko yang belum diberantas.

“Kita akan razia melibatkan Danrem Wirabraja, Danlantamal, Tim Terpadu Provinsi dan Kabupaten. Kita bersihkan illegal mining,” jelas Muzni.

Ratusan ekskavator dan puluhan kapal keruk yang masih beroperasi, kata Bupati, segera ditangkap pemiliknya, penyewa dan aparat yang bermain. “Dalam waktu dekat, oknum dan alat berat dapat diringkus di lokasi pertambangan,” bebernya.

Sekkab Solsel, Facril Murad mengimbau masyarakat Solsel jangan mau diperalat pengusaha tambang nakal untuk melawan pemkab dan aparat.

“Pemkab ingatkan supaya masyarakat dan tokoh pemuda Solsel jangan terpengaruh oleh adu domba pengusaha tambang. Mari kita bersatu membersihkan pertambangan liar agar pembangunan daerah lancar, masyarakat sejahtera,” katanya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA