Date Rabu, 30 July 2014 | 01:50 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Disdik Ingatkan Siswa tak Menyontek

Ujian Nasional SMP Dimulai 22 April

Senin, 15-04-2013 | 11:50 WIB | 717 klik
Ujian Nasional SMP Dimulai 22 April

Wako Padang Fauzi Bahar memperhatikan dokumen soal UN yang akan didistrubiskan

Aziz Chan, Padek—Usai ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA dalam pekan ini, giliran 13.421 siswa SMP/MTs se-Kota Padang akan mengikuti UN mulai Senin (22/4). Pelaksanaan UN tingkat SLTP ini tidak jauh berbeda dengan SLTA. Naskah soal dan jawaban disatukan dan memiliki kode dengan sistem barcode. Dalam satu kelas terdapat 20 naskah soal yang berbeda.

“Jadi, tidak ada kemungkinan naskah soal itu bocor. Kalau ada kunci jawaban yang beredar sebelum ujian di kalangan siswa, saya jamin tidak benar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Jelta Masri kepada Padang Ekspres, di sela-sela pendistribusian soal UN tingkat SLTA, kemarin.

Jelta menambahkan, 1.452 pengawas dikerahkan mengawasi 652 lokal besar (kapasitas 20 kursi), dan 74 ruang kecil (kapasitas kurang 20 kuris). Pengawas ujian adalah guru yang tidak mengajar mata pelajaran yang diujiankan. Satu ruangan diawasi dua orang guru yang juga diawasi dari perguruan tinggi. “Bahkan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan guru dan pengawas, Kemendikbud telah menetapkan sanksi bagi peserta ujian, guru atau pengawas yang berbuat curang,” ujarnya.

Pelanggaran terparah bagi peserta didik adalah menyontek atau melihat kunci jawaban. Bila ketahuan, peserta UN langsung dinyatakan gagal pada mata pelajaran tersebut. Untuk pengawas, pelanggaran terberat adalah memberi contekan pada siswa. “Kita mewanti-wanti siswa dan guru untuk tidak berbuat curang. Yang melakukan pengawasan terhadap guru ini, dari perguruan tinggi,” ujar Jelta Masril.

Jelta mengharapkan peserta ujian untuk percaya diri karena persiapannya dinilai telah maksimal. “Dari Disdik Padang telah memberikan sejumlah uji coba seperti pra-UN tingkat kota dan provinsi,” ucapnya.

Indang Dewata meyakini hasil UN tingkat SLTP tahun ini lebih bagus dari tahun lalu. Dia menargetkan kelulusan mencapai 100 persen dan dengan nilai terbaik di Sumbar. Jika dibandingkan dengan daerah lain, peserta UN di Padang paling banyak.

“Dengan jumlah yang banyak, jika dilihat dari peringkat, tentunya sulit Padang berada di urutan nomor 1 se-Sumbar. Tapi saya yakin, sekolah-sekolah di Padang akan memiliki rangking teratas dalam jumlah nilai rata-rata,” ujar Indang. (ek)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA