Date Rabu, 30 July 2014 | 09:57 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Bungkam ke Polisi, Curhat ke P2TP2A

Siswi SMP Dihamili Bapak Tiri

Rabu, 10-04-2013 | 12:23 WIB | 1100 klik

Limapuluh Kota, Padek—Teka-teki hamilnya siswi SMP berusia 14 tahun asal Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Limapuluh Kota akhirnya terkuak. Polisi menduga, siswi yang sebut saja bernama Mawar itu, dihamili UT, 55, bapak tirinya yang sehari-sehari bekerja sebagai tukang panjat kelapa.

“Kuat dugaan, Mawar dihamili bapak tirinya berinisial UT. Sekarang, UT sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Payakumbuh, AKBP Rubintoro Suhada, melalui Kasat Reskrim AKP Jefrizal Jarun dan Kaur Reskrim Ipda Ismet kepada Padang Ekspres, Selasa (9/4) sore.

Menurut AKP Jefrizal Jarun, terungkapnya UT sebagai pelaku pencabulan terhadap anak tirinya Mawar (nama samaran), tidak terlepas dari koordinasi antara Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Payakumbuh, dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limapuluh Kota.

“Awalnya, kami dapat informasi, bahwa Mawar hamil di luar nikah. Walau belum dapat laporan, kami tetap berupaya meminta keterangan Mawar, tentang siapa pelaku yang menghamilinya. Namun, kami kesulitan mendapat keterangan, karena Mawar memilih bungkam,” kata AKP Jefrizal Jarun.

Kendati demikian, polisi yang terus didesak masyarakat untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk dari anggota DPRD Riko Febrianto, tidak kehilangan strategi. Sejak Senin (8/9) siang, sejumlah polwan yang menjadi penyidik di Unit PPA, kembali memeriksa Mawadan melakukan penyelidikan tertutup.

Sayang, upaya itu belum membuahkan hasil signifikan. Korban Mawar yang mengalami depresi berat, tetap mengunci bibirnya rapat-rapat. Hal itu memaksa polwan bersama tim P2TP2A Limapuluh Kota, membawa paksa Mawar dari rumahnya di Nagari Mungo, menuju sebuah shelter yang dirahasiakan.

Selama berada di shelter itulah, menurut Wakil Ketua P2TP2A Limapuluh Kota O SH, Mawar menceritakan semua peristiwa memilukan yang dialaminya. Mendengar curahan hati (curhat) Mawar, tim P2TP2A yang berkoordinasi dengan polwan, membawa gadis malang itu ke Mapolres Payakumbuh, Selasa pagi.

Selain didampingi membuat laporan, Mawar juga langsung menjalani pemeriksaan. Selama pemeriksaan, tim dari P2TPA Limapuluh Kota yang diketuai Ny Rismawati Alis Marajo, dengan ketua harian Desembri P Chaniago, wakil ketua dr Prima Noveky Syahrir dan O SH, serta Sekretaris Nenengsih, terlihat menemani Mawar.

“Kami akan mendampingi anak ini sampai kasusnya tuntas. Kami juga akan berupaya, membantu kehidupan anak ini, beserta ibu dan dua adiknya yang masih balita. Mengingat, mereka berasal dari keluarga tidak mampu. Dalam hal ini, kami berharap Dinas Sosial juga turut serta,” kata O SH.

Pemilik nama terpendek di dunia itu juga menegaskan, bahwa P2TP2A tidak tebang-pilih dalam menyikapi laporan anak-anak korban kejahatan dan pelecehan seksual. Tim P2TP2A terlambat menerima pengaduan Mawar, karena harus menerima laporan dulu dari masyarakakat, paling tidak lewat SMS atau media-massa.

“Kami telah bekerja maksimal, tapi dalam masalah Mawar, kami memang terlambat menerima pengadua. Walau demikian, selama 2013 ini, kami telah menangani 13 kasus. Sedangkan 2012, ada 20 kasus melibatkan perempuan dan anak yang kami tangani,” kata O SH yang juga Direktris Perusda Gonjong Limo.

Di sisi lain, anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar Riko Febrianto dan Ketua PKB Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, mengapresiasi kerja keras polisi dan tim P2TP2A, dalam mengungkap kasus pencabulan terhadap siswi SMP asal Nagari Mungo. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA