Date Rabu, 30 July 2014 | 16:02 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Ibrahim Penuhi Panggilan Penyidik

Jumat, 05-04-2013 | 14:15 WIB | 224 klik

Padang, Padek—Setelah diancam dijemput paksa, Direktur Utama PT Andalas Merapi Timber (AMT) Ibrahim Hasan, 78, akhirnya memenuhi panggilan Penyidik Polresta Padang, kemarin (4/4). Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan akta otentik.

Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka sejak pertengahan Februari lalu. Warga Lapai, Padang ini dijerat Pasal 262 jo Pasal 264 ayat 1 ke-1 KHUP tentang menyuruh dan menempatkan keterangan palsu pada akta otentik di Notaris Jafar, SH, Jalan Tan Malaka, Padang Timur, 7 September 2012 lalu.

Sebelumnya dugaan yang dituduhkan terhadap Ibrahim tersebut berdasarkan laporan Firdan Jaya Lesmana yang mengaku sebagai salah seorang direktur di PT AMT.

Pantauan Padang Ekspres, Ibrahim datang ke Mapolresta didampingi keluarga sekitar pukul 11.30, dan langsung menuju ruang Unit Tipikor Mapolresta Padang. Saat memasuki ruangan, terlihat Ibrahim digopoh keluarganya. Karena kondisi Ibrahim yang masih belum pulih pascaoperasi 21 Januari lalu.

Penasihat hukum Ibrahim yakni, Devika Yuviandra dan Johannas Permana telah meminta pengunduran jadwal pemeriksaan kepada penyidik mengingat kondisi kliennya yang belum membaik. Namun permintaan tersebut ditolak, mengingat Ibrahim telah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik.

Kepala Unit Tipikor Polresta Padang, Iptu Purwanto mengatakan, pemeriksaan itu merupakan lanjutan dari pemanggilan sebelumnya, karena Ibrahim sempat sakit dan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik. “Kita melakukan pemanggilan, karena yang bersangkutan dirawat di rumah. bukan di rumah sakit. Sehingga kita melakukan pemeriksaan terhadapnya,” ujarnya.

Dia tidak membantah akan menjemput paksa Ibrahim jika tak hadir untuk diperiksa kemarin (4/4). (cr2)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA