Date Jumat, 25 July 2014 | 08:34 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Guru Belum Pahami Kurikulum 2013

Disdik Didesak Beri Pelatihan

Kamis, 04-04-2013 | 13:28 WIB | 235 klik

Marapalam, Padek—Sejumlah guru dan kepala sekolah di Kota Padang masih bingung dan belum memahami perubahan kurikulum 2013 yang akan diberlakukan pada 15 Juli atau tahun ajaran baru 2013/2014. Hingga kini, para guru dan kepala sekolah pun belum diberikan bimbingan dalam memahami kurikulum ini.

“Saya akui, kami hanya tahu soal pemberlakuan kurikulum baru dari berita di media saja. Bahkan, telah ada guru yang mengunduh kurikulum ini di internet, tapi mereka malah kebingungan dan belum bisa memahami perubahan kurikulum itu,” kata guru Geografi SMPN 8 Padang, Ambridas, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ambridas mencontohkan bidang studi IPS yang diajarkannya. Sebelumnya, mata pelajaran IPS dibagi menjadi geografi, sejarah, dan sosiologi. Pada kurikulum baru ini, terjadi penggabungan mata pelajaran IPS. “Dengan penggabungan menjadi IPS terpadu, para guru yang selama ini hanya mengajar per jurusan, tentu akan bingung,” ujarnya.

Ambridas mengaku belum mendapatkan pelatihan atau pembinaan terkait kurikulum baru ini. “Di sekolah memang telah ada pendataan untuk menjadi master teacher, tapi belum juga dikirim untuk pemberian materi. Saya khawatir ketika tahun ajaran baru dimulai, guru belum memahami kurikulum baru ini,” kata Ambridas.

Hal serupa diungkapkan Kepala SMAN 4 Padang, Yunisra. “Sampai saat ini baru pendataan saja. Belum ada guru yang dilatih untuk pelaksanaan kurikulum ini,” ulasnya.

Apalagi untuk tingkat SMA, siswa diberi kebebasan memilih mata pelajaran pilihan, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa. Pengaturan ini belum dipahami oleh guru-guru.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Padang, Jelta Masri mengakui sosialisasi kurikulum baru ini belum berjalan maksimal. “Saat ini, data guru yang akan dijadikan master teacher telah dikirim ke Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar. Ini sesuai surat yang diterima Disdik Padang agar mendata guru yang akan ikut pelatihan kurikulum baru ini,” ucap Jelta Masril.

Aturannya, setiap mata pelajaran ada lima guru yang akan dijadikan master teacher. Untuk menjadi master teacher, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi guru, seperti memiliki piagam atau sertifikat pelatihan mengajar, dan lainnya.

Guru-guru ini lalu diberi pelatihan dan pemahaman oleh LPMP dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Kepala LPMP Sumbar, Jamaris Jamna mengakui hingga kini belum ada pelatihan yang diberikan pada guru-guru di Sumbar terkait kurikulum baru ini. LPMP masih tahap pendataan dan mengirimkan data guru tersebut yang akan menjadi master teacher. Untuk jumlah berapa guru yang akan diberikan pelatihan ini, tergantung pada pemerintah pusat.

“Anggaran pelatihan guru ini dari pusat. Saat ini LPMP hanya menunggu, tidak memiliki kebijakan untuk memulai pelatihan tentang kurikulum ini,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA