Date Kamis, 31 July 2014 | 14:23 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Data Penduduk BPS-Dukcapil Beda

Jumat, 29-03-2013 | 13:51 WIB | 361 klik

Dharmasraya, Padek—Dugaan adanya manipulasi data penduduk Kabupaten Dharmasraya mencuat. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) berbeda.

Dari data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Dharmasraya terhitung Juni 2012 telah mencapai 202.601 jiwa, sementara data yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hanya 197.599 jiwa. Hal ini disampaikan ke KPU sebagai landasan untuk penentuan daerah pemilihan (dapil) dan jumlah kursi.

Sementara data KPUD Dharmasraya yang diambil dari data Mendagri, untuk verifikasi faktual oleh partai politik di Kabupaten Dharmasraya, hampir sama dengan data yang dikeluarkan oleh BPS, yakni mencapai 200 ribu.

Selisih data BPS dan Disdukcapil mencapai 5.002 penduduk. BPS merilis pada Juni 2012 jumlah penduduk Dharmasraya 202.601 jiwa dengan pertumbuhan penduduk per tahun 3,09 persen.

Kepala BPS Dharmasraya, Mukhdam membenarkan jumlah penduduk Dharmasraya sudah mencapai 200 ribu sejak pertengahan 2012 lalu. “Kita tidak tahu data yang mana dipakai Pemkab Dharmasraya yang diberikan ke KPU, sehingga jumlah penduduk di Dharmasraya mencapai 197.176 jiwa pada Desember 2012,” tegasnya.

Kata Mukhdam, pendataan penduduk merupakan kegiatan rutin BPS. “Tapi, mau dipakai atau tidak data kita, itu tergantung pemerintah daerah. Pastinya kita hanya memberikan data, untuk ke KPU sampai saat ini kita tidak pernah diminta KPU,” tandasnya.

Kadis Dukcapil Dharmasraya, Netti Helma bersikukuh data penduduk yang diberikannya kepada KPU 197.599 jiwa. Dia mengklaim data itu sesuai e-KTP yang disinkronkan dengan jumlah data sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK).

Kalaupun berbeda dengan data BPS, Netti menilai karena mekanisme yang dipakai berbeda. “Kita yakin data yang kita berikan ke KPU akurat. Kalau ada perbedaan data antara kita dengan BPS itu kita tidak tahu, sebab kita memiliki mekanisme dan perhitungan masing-masing,” ujarnya.

Netti menjelaskan, BPS bisa saja mendata seluruh masyarakat yang berdomisili di Dharmasraya meski belum terdata secara administrasi kependudukan. “Kalau kita mengacu pada data kependudukan yang ada dan sudah masuk di data Disdukcapil,” urainya. (ita)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA