Date Senin, 28 July 2014 | 13:14 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Rp 5,3 M untuk 288 UMKM Binaan

PTSP Bentuk Kluster Perikanan

Selasa, 26-03-2013 | 13:17 WIB | 297 klik

Padang, Padek—Tahun ini, PT Semen Padang (PT SP) akan membentuk kluster usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perikanan di Padang. Tahun sebelumnya, PT SP membuat kluster untuk produk UMKM di Bukittinggi.

PT SP akan menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Padang yang akan diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).

“Penandatangan MoU nanti akan dihadiri Gubernur Sumbar dan Wako Padang serta Kepala DKP Padang,” ungkap Kepala Biro Corporate Social Responsibility (CSR) PT SP, Ampri Satyawan kepada Padang Ekspres, kemarin.

PT SP juga membuat MoU antara kluster UMKM perikanan dengan konsumennya, seperti Rocky Plaza, Rumah Makan Sederhana, Hotel Pangeran Beach dan supermarket di Kota Padang. PT SP juga memberikan pelatihan manajemen selama dua hari (25-26 Maret) kepada 288 UMKM binaan. Terdiri 219 UMKM baru, dan 69 UMKM program lanjutan.

219 UMKM baru ini direkrut PT SP dari berbagai sektor usaha, yang tersebar di kabupaten/kota Sumbar. Rinciannya sektor industri (65 UMKM),

perdagangan (53 UMKM), sektor jasa (44 UMKM), perkebunan (38 UMKM), dan lainnya (19 UMKM).

Sedangkan wilayah penyebarannya di Kabupaten Dharmasraya (98 UMKM), Padang (85 UMKM), Solok (10 UMKM), Tanahdatar (8 UMKM), Pesisir Selatan (5 UMKM) dan lainnya (13 UMKM).

Pada triwulan I tahun ini, sebut Ampri, PT SP akan menyalurkan dana program kemitraan (PK) kepada 288 UMKM sebesar Rp 5,3 miliar dari total Rp 19 miliar yang akan disalurkan tahun ini untuk 750 UMKM.

Ampri berharap pelatihan ini bisa bermanfaat bagi UMKM sehingga pengusaha UMKM dapat berkembang menjadi motor penggerak pembangunan Sumbar.

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan PT SP, Firdaus berharap program CSR ini dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat Sumbar.

“PT SP menggelar pelatihan manajemen UMKM ini berpindah-pindah. Seperti di Bukittinggi, Tanahdatar, dan Dharmasraya. Kami ingin memajukan UMKM Sumbar. Kami berharap, dana bergulir ini bisa dikembalikan tepat waktu,” pungkasnya. (zil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA