Date Jumat, 25 July 2014 | 05:58 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

PDAM Bantu Pemasangan Air untuk Gakin

Sabtu, 02-03-2013 | 12:18 WIB | 245 klik

Padang, Padek—Dirut PDAM Padang, Azhar Latif optimis kebutuhan air bersih yang ditargetkan dalam program Millennium Development Goals (MDGs) tercapai 85 persen di Kota Padang. Saat ini, PDAM telah mampu merealisasikan kebutuhan air bersih warga kota, sebesar 60 persen. Angka tersebut, sudah termasuk penggunaan air sumur dangkal oleh warga kota.

”Kurun waktu delapan tahun, sejak 2005 saya menjabat hingga kini, peningkatan pelanggan PDAM telah mencapai angka 200 persen lebih. Dari 42 ribu pelanggan (tahun 2005) kini meningkat jadi 90 ribu pelanggan,” ujar Dirut PDAM Padang, Azhar Latif didampingi Kasubag Humas PDAM, Alfitra saat silaturahmi di dapur redaksi, Jumat (1/3).

Begitupun halnya dengan tingkat kebocoran, tambah Azhar, berhasil diatasi dari angka 54 persen (tahun 2005) menjadi 29 persen, saat ini. ”Saya optimis, angka ini terus turun di angka 20 persen. Naiknya jumlah pelanggan, juga diikuti dengan peningkatan pendapatan PDAM. Dari Rp2,5 miliar (tahun 2005) menjadi Rp9 miliar, tahun lalu. Naiknya hampir 400 persen,” jelas Azhar.

Yang membuat Azhar bangga dengan segala prestasi ini, tidak sepeserpun bantuan APBD untuk PDAM. ”Kami berusaha untuk profesional, tak tergantung APBD. Dan itu memang kami buktikan. Termasuk mendirikan kembali gedung kami yang runtuh, tak sepeser pun dari bantuan APBD. Ini membuktikan kami benar-benar profesional,” tutur mantan Sekjen DPP Persatuan PDAM Seluruh Indonesia (Perpamsi) ini.

Untuk program peningkatan pelanggan dan pelayanan, tahun ini PDAM kembali menggelar program pemasangan air PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ”Tahun ini, akan kita alokasikan Rp5 miliar. Tahun lalu, Rp3,5 miliar. Target kami, air PDAM tak hanya dikonsumsi untuk masyarakat menengah ke atas, namun sebaliknya untuk semua lapisan masyarakat,” ulas Ketua KONI Padang ini.

Untuk mendukung program peningkatan pelanggan dan pelayanan, Azhar juga mengajak warga kota untuk bersama-sama menjaga kebocoran air. ”Dari kami sendiri, hingga kini selalu berupaya untuk menambah peralatan IT yang canggih, guna mendeteksi kebocoran seperti yang dilakukan di Jepang. Di dunia, PDAM Jepang yang paling bagus. Tingkat kebocorannya hanya dua persen,” ungkapnya. Rombongan Azhar disambut Wakil Pemimpin Umum Padang Ekspres, Sukri Umar, Pemred Montosori dan sejumlah awak redaksi. Sejak dari awal menjabat Dirut PDAM tahun 2005, Azhar mempunyai visi misi untuk menjadikan PDAM sebagai pilot project di Indonesia.

Alhamdulillah, PDAM Padang masuk hitungan di nasional. Buktinya, saya sendiri dipercaya sebagai Sekjen DPP Perpamsi. Saya juga sebagai inisiator penghapusan hutang PDAM seluruh Indonesia sebesar Rp7,5 triliun. Ini satu lagi, yang menjadi target saya. Hutang ini harus lunas. Prinsipnya kata Pak Yusuf Kalla saat Wapres dulu, sudah setuju. Namun dari Menkeu nya yang bermasalah hingga kini. Syaratnya banyak sekali dan sangat ketat,” tukasnya.

Maju sebagai Cawako

Dalam kesempatan itu, Azhar Latif juga blak-blakan kepada awak redaksi, bahwa dirinya maju dalam pilwako tahun ini. ”Saya lahir dan besar di Padang ini. Saya ingin kota kelahiran yang saya cintai ini, lebih maju dari sekarang. Dan saya mampu untuk mewujudkan itu, berbekal pengalaman kerja sebagai perwira menengah di TNI AD dan profesional sekarang ini,” ulas Azhar yang berasal dari keluarga pengusaha ini.

Awalnya kata Azhar, ia tak ingin maju, karena terbelit kasus hukum dugaan dana representatif PDAM tahun 2010 lalu. ”Allah maha adil. Allah membuktikan, saya tak bersalah. Alhamdulillah, keputusan inkrahnya juga sudah keluar. Kini tak ada lagi keraguan saya. Saya ingin membangun Kota Padang ini dengan moral dan profesional,” ulasnya. Kepada awak redaksi, Azhar mengatakan dirinya maju lewat jalur independen. ”Saya akan maju bersama rakyat, partainya rakyat. Insya Allah, akhir Maret ini, saya akan deklarasi,” katanya. (san)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA