Date Senin, 28 July 2014 | 17:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Sumbar Dipecah jadi 9 Dapil

Jumat, 01-03-2013 | 11:44 WIB | 1063 klik
Sumbar Dipecah  jadi 9 Dapil

-

Padang, Padek—Hampir dipastikan daerah pemilihan (dapil) DPRD Sumbar pada Pemilu 2014 mendatang berubah menjadi sembilan dapil. Keputusan ini diambil dari rapat koordinasi dan konsultasi publik penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Sumbar Pemilu 2014. Putusan ini juga sudah direkomendasikan KPU Sumbar ke KPU pusat.

Sebelum putusan ini diambil peserta rakor, KPU Sumbar menawarkan tiga alternatif dalam pemilu mendatang. Selain sembilan dapil, KPU Sumbar menawarkan delapan dan tujuh dapil. Peserta rakor dihadiri 10 partai politik peserta pemilu, Bawaslu Sumbar, DPRD Sumbar, Kesbangpol Sumbar, LKAAM Sumbar, Kapolda Sumbar, dan beberapa unsur masyarakat Sumbar lainnya.

Rakor dan konsultasi publik penyusunan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD Sumbar ini digawangi Mufti Syarfie, Koordinator Divisi Perencanaan dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu, di aula Kantor KPU Sumbar.

Rakor ini, menurut Mufti, bertujuan untuk menyampaikan dan menerima masukan dari semua peserta tentang rancangan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Sumbar, meski keputusan akhir tetap berada di KPU RI. KPU Sumbar hanya sebatas memberikan usulan dan mempertanggungjawabkannya.

Adapun dasar perubahan dapil ini, tambah Mufti, seiring bertambahnya jumlah penduduk Sumbar mencapai 5.617.977 jiwa. “Maka sesuai UU No 8 Tahun 2012, jumlah kursi DPRD Sumbar adalah sebanyak 65 kursi dengan bilangan pembagi pemilih (BPP) 86.430,” katanya. KPU Sumbar sendiri menyiapkan tiga alternatif rancangan daerah pemilihan alokasi kursi .

Alternatif II (9 Dapil)


Dapil I Kota Padang 10 Kursi

Dapil II Kab. Pesisir Selatan, Kab. Kep. Mentawai 7 Kursi

Dapil III Kab. Solok, Kab. Solok Selatan, Kota Solok 7 Kursi

Dapil IV Kab. Dharmasraya, Kab. Sijunjung, Kota Sawahlunto, 6 Kursi

Dapil V Kab. Tanah Datar, Kota Padang Panjang 5 Kursi

Dapil VI Kab. Padang Pariaman, Kota Pariaman 7 Kursi

Dapil VII Kota Bukittinggi, Kab. Agam 8 Kursi

Dapil VIII Kab. Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh 6 Kursi

Dapil IX Kab. Pasaman, Kab. Pasaman Barat 9 Kursi

Dari ketiga alternatif rancangan dapil tersebut, menurut Mufti, peserta rakor sepakat memilih alternatif kedua (sembilan dapil). Pilihan kedua ini meliputi pemecahan dapil III pada Pemilu 2009 lalu. Pemilu lalu Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto, Tanahdatar dan Padangpanjang, disatukan pada dapil III.

Sedangkan Pemilu 2014 mendatang, menurut Mufti, dapil ini dipecah menjadi dua. Di mana Dharmasraya, Sijunjung, dan Sawahlunto menjadi satu dapil. Satu dapil lagi meliputi Tanahdatar dan Padangpanjang. Ini mengingat Tanahdatar dan Padangpanjang tidak serumpun dengan kabupaten/kota lainnya, baik dari segi budaya dan demografi serta luasnya wilayah.

Menurut Sayuti Dt Rajo Pangulu, Ketua LKAAM Sumbar, ada empat alasan kenapa Dharmasraya, Sijunjung, dan Sawahlunto menjadi daerah pemilihan tersendiri. Yakni, pertimbangan faktor geografis dan historis, di mana Dharmasraya dan Sawahlunto merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung. Kemudian faktor kultur budaya masyarakatnya yang satu keselarasan Bodi Chaniago-Koto Piliang dan bila ada sengketa adat harus diselesaikan di Talawi dan Tanjung Ampalu, serta prinsip keterwakilan. Di mana, semakin banyak yang mewakili suatu daerah, maka semakin efektif pula penyelenggaraan pemilu.

Hidayat dari Partai Gerindra, menambahkan tiga alasan lagi, yakni alasan empirik bahwa Kabupaten Sijunjung selama 64 tahun ini masih termasuk kategori daerah tertinggal, sehingga perlu keterwakilan di DPRD Sumbardi masa mendatang. Untuk alasan politis, pemberdayaan dan pendidikan politik di Sijunjung sulit diakses serta alasan cost politik sangat mahal bila keenam kabupaten/kota tersebut masih digabung.

Ketua KPU Sumbar Marzul Veri menyambut positif hasil Rakor dan Konsultasi Publik ini yang merekomendasikan 9 dapil Pemilu 2014. “KPU Sumbar akan merekomendasi putusan ini ke DPRD Sumbar dan KPU RI untuk ditetapkan menjadi dapil Pemilu 2014,” kata Marzul Veri. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA