Date Senin, 28 July 2014 | 23:24 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Antisipasi Banjir Bandang, Gempa dan Tsunami

Padang Butuh 174 Shelter lagi

Rabu, 27-02-2013 | 12:21 WIB | 506 klik

Padang, Padek—Menyikapi kota yang rawan bencana alam, Padang butuh 200 bangunan selter. Sebagai tujuan evakuasi warga bila terjadi bencana, seperti banjir besar, gempa dan Tsunami. Dari 200 yang dibutuhkan itu, sebanyak 100 unit bangunan selter dibutuhkan di zona merah, dan saat ini 26 unit selter telah dibangun di sekolah, kantor pemerintahan dan lainnya. Artinya, Padang masih butuh 174 shelter lagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menggelontorkan anggarannya untuk bangun shelter di Padang, tapi berapa totalnya hingga kemarin belum bisa dipastikan. Hal itu terungkap dalam perbincangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Padang Budhi Erwanto dengan Padang Ekspres, kemarin.

Dari 26 unit yang sudah ada, terbanyak di Kecamatan Padang Barat, seperti di Padang Pasir, Jalan Veteran, dan lainnya. Pemerintah melalui badan penanggulangan bencana (BPBD), kata Budhi, mewajibkan bagi tiap bangunan baru di Padang, harus memiliki shelter. Baik gedung sekolah, kantor pemerintahan dan rumah masyarakat. Teruma yang berada pada kawasan zona merah, sebagai antisipasi bila terjadi bencana alam.

Menurutnya, 200 selter dibutuhkan di padang, dan bakal disebar diberbagai daerah. Mulai dari Kecamatan Kototangah hingga ke Bungus Telukkabung, serta kawasan yang berada dipinggir pantai,yang berpotensi besar terhadap fenomena geologi bencana alam,ingatnya.

Kata Budhi Erwanto, pihaknya telah melakukan soasialisasi kepada masyarakat, melalui Kelompok Siaga Bencana (KSB). Baik di Kecamatan maupun di Kelurahan yang ada di Padang. Agar warga tidak panik menyelamatkan diri bila terjadi bencana, seperti jalur evakuasi dan lokasi yang aman bagi bencana.

Soal tanggap darurat bencana, sudah ada dicantumkan dalam peraturan pemerintah kota (perwako), menyangkut bencana melibatakan semua unsur, baik TNI, Polri, BPBD,KSB dan elemen masyarakat yang peduli bencana.

“Padang kota yang rawan bencana, sebab itu tiap bangunan baru harus pakai selter. Ini, antisipasi bila terjadi bencana. Yang namanya bencana, tidak seorang pun mengetahuinya. Ibarat pepatah, siapkan payung sebelum hujan. Soal banjir, gempa dan Tsunami, kita harus siapkan selter sebelum bencana itu datang. setidaknya dapat mengurangi korban jiwa,seperti gempa 2009 lalu dan bencana lainnya,”imbuhnya.

Ketua RW 6 Keluarahan Padang Pasir, Arisman Nur kepada Padang Ekspres mengatakan, pemerintah melalui BPBD sudah melakukan sosialisasi tagana bencana, sejak 2012 lalu. Terutama bagi daerahnya yang merupakan kawasan zona merah, wajib adanya selter.

Di kelurahan Padang Pasir, Kata Arisman sudah memiliki 6 unit bangunan selter, seperti gedung pendidikan, dan kantor pemerintahan. Serta satu unit gedung selter baru di RW 6 yang dibangun melalui dana BNPB pusat Rp37,4 miliar, waktu pelaksanaan 300 hari kalender yang dikerjakan konsultan PT Tano. Bangunan tersebut, menurutnya telah siap 80 persen. Bangunan lantai II dan IV itu, mampu menampung 3 ribu jiwa, bila peristiwa bencana mengancam Padang, ujarnya. (mg20)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA