Date Selasa, 29 July 2014 | 15:40 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Kebakaran 4 Toko Diselidiki

Selasa, 26-02-2013 | 12:51 WIB | 588 klik

Payakumbuh, Padek— Terbakarnya empat petak toko di Lantai II, Blok Barat, Pasar Payakumbuh, Minggu (24/4) malam, mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Kapolres Payakumbuh AKBP Rubintoro Suhada menyebutkan, penyebab terbakarnya toko emas, toko sepatu dan toko obras tersebut, akan diselidiki lebih mendalam.

“Kita sedang menunggu laporan dari Kasat Reskrim, Kapolsekta dan Kapolpos Pasar, terkait kebakaran 4 unit toko emas, toko sepatu dan toko obras tersebut. Dari laporan itu nanti akan kita lihat total kerugian. Setelah itu, baru kita simpulkan, apakah perlu, mendatangkan tim Puslabfor Polri dari Medan atau tidak,” tegas AKBP Rubintoro Suhada kepada wartawan, Senin (25/12) siang.

Kapolres memastikan, kebakaran 4 petak toko tersebut, masih terlalu jauh bila dihubungkan dengan rencana pemerintah kota melaksanakan studi kelayakan revitalisasi pusat pertokoaan Blok Barat, konsultasi pusat pertokoan, konsultasi DED Blok Barat, dan studi kelayakan pengelolaan pasar menjadi BUMD, dengan menggunakan APBD tahun 2013.

“Masih terlalu jauh, bila ada pihak-pihak yang menghubungkan ke arah sana. Kuat dugaan, kebakaran itu memang terjadi akibat korsleting arus listrik. Kendati demikian, sekali lagi kita tegaskan, peristiwa kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas AKBP Rubintoro Suhada yang sebelumnya bertugas di Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sumbar.

Diberitakan kemarin, 4 petak toko di Lantai II Blok Barat Pasar Payakumbuh, terbakar sekitar pukul 22.15 WIB. Kebakaran itu terjadi saat gerimis mengguyur Payakumbuh dan ratusan warga sedang menyaksikan truk pengangkut sayur jenis Colt Diesel BA 9756 EF terbalik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14-262-534, Jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ompek.

Begitu kebakaran terjadi, awak pemadam kebakaran Payakumbuh yang stand-by dengan 1 unit mobil di SPBU Koto Nan Ompek, langsung tancap gas menuju pasar dan bergabung dengan teman-teman mereka, untuk memadamkan api yang sudah melahap 4 toko di lantai II Blok Barat. Tidak lama berselang, datang pula bantuan dari awak pemadam kebakaran Limapuluh Kota dan Padangpanjang.

Berkat kerja keras awak pemadam kebakaran, api yang membakar 4 petak dapat dipadamkan sekitar 1 jam kemudian. Sehinggga tidak merembes ke 1.034 toko, 48 kios dan 62 los lainnnya yang berada di Pasar Payakumbuh. “Alhamdulillah, dengan menggunakan 6 unit mobil pemadam, api telah dapat kami padamkan,” kata Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Payakumbuh, Ali Imran.

Kendati api dapat dipadamkan, namun keempat toko, ludes menjadi abu. Keempat toko yang terbakar itu, toko emas Bintang Baru I milik Gusni Irawati alias Wati, toko emas Bintang Baru II milik Betri Susilawati alias Susi yang merupakan adik kandung Wati, toko sepatu Frea milik Rina yang tinggal di Payobasuang, dan toko obras JK milik Rudi yang tinggal di Labuahbasilang.

Pemilik salah satu toko memperkirakan, kerugian akibat kebakaran imencapai Rp500 juta. “Kami perkirakan, sekitar Rp500 juta. Sebab, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. Seluruhnya, habis terbakar. Kami tidak tahu, dari mana sumber api. Toko kami sendiri, berada di tengah-tengah toko yang terbakar,” kata Dicky, suami Gusni Irawati, pemilik toko emas Bintang Baru.

Di sisi lain, kebakaran 4 petak toko di Lantai II Blok Barat Pasar Payakumbuh, mendapat perhatian serius dari pasangan kepala daerah Riza Falepi-Suwandel Muchtar. Buktinya, Senin (25/2) siang, Riza dan Wandel, secara bergantian, mendatangi lokasi kebakaran. Wandel datang lebih awal, sedangkan Riza menyusul kemudian.

Saat berada di lokasi kejadian, Riza dan Wandel yang berdialog dengan pedagang, memberi apresiasi kepada awak pemadam kebakaran Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Padangpanjang yang telah bekerja keras, memadamkan api. Mereka juga meminta Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag, melalui Bidang Pengelolan Pasar, memeriksa seluruh instalsi listrik yang ada di pusat pertokoan.

“Tolong, dinas terkait, cek seluruh instalasi yang ada di pusat pertokoan. Seluruh hydran kebakaran di kawasan Pusat Pertokoan bertingkat Blok Barat dan Blok Timur, agar difungsikan. Tingkatkan, koordinasi dengan PDAM. Kita tidak ingin, pedagang menderita kerugian akibat kebakaran. Karena itu, pedagang juga kita minta mengecek ketersediaan racun api,” kata Suwandel Muchtar. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA