Date Selasa, 29 July 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Terkait Temuan Senjata Api dan Sangkur

Dua Pol PP Diperiksa Polisi

Kamis, 21-02-2013 | 11:20 WIB | 582 klik
Dua Pol PP Diperiksa Polisi

Salah satu Barang Bukti berupa senjata api

Padang, Padek—Masih ingat dengan razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan satuan Polisi pamong Praja pada Rabu (13/2) yang lalu. Dalam operasi tersebut delapan wartawan Nasional media cetak dan elektronik nyaris menjadi korban penembakan. Dalam razia itu petugas penegak Perda juga mengamankan sepucuk senjata api laras pendek, satu buah sangkur dan satu paket narkoba jenis sabu di salah satu hotel di kawasan Marapalam Jalan Soetomo Kecamatan Padang Timur. Untuk kepemilikan senjata api dan sangkur kasusnya ditangani Reskrim Polresta Padang, sedangkan kepemilikan sabu ditangani oleh Polsek Padang Timur.

Guna mengungkap oknum pemilik senjata api dan satu buah sangkur tersebut, Kemarin ( 20/2) penyidik Reskrim Polresta Padang memanggil dan memeriksa saksi yang ada di lokasi penertiban.

Saksi tersebut yakni dua orang anggota Pol PP yang melakukan penggerebekan di kamar yang menemukan barang bukti, mereka adalah Zulfemi dan Aidi Zulfadli salah seorang resepsionis hotel Aldi, 20, serta dua wanita yang salatunya ditangkap di dalam kamar penemuan barang bukti. Wanita tersebut berinisial W, 17, dan A, 21.

Pantauan Padang Ekspres, pemeriksaan tersebut berlangsung dimulai sekitar Pukul 15.10 WIB dan berlangsung selama satu jam. Ke empatnya diperiksa sebagai saksi dalam peristiwa kejadian penemuan barang bukti tersebut.

Pengakuan Zulfemi kepada penyidik Reskrim Polresta Padang, saat melakukan penagkapan, ia menayakan kapada Resepsionis hotel jumlah kamar yang berpenghuni.

Dari keterangan resepsionis, Kata Zulfemi, ada dua kamar yang berpenghuni yaitu kamar 114 dan kamar bernomor 115. Petugas yang saat itu dipimpin oleh Kasi Provos Alwi langsung melakukan penggerebakan, didalam kamar 115 Zulfemi bersama petugas lainnya menangkap satu orang wanita bersama seorang pria berbadan tegap serta sepucuk senjata api dan sangkur. Zulfemi mengatakan ia sama sekali tidak mengenal pria tersebut, namun saat ditangkap pemuda tersebut melawan dan menggertak petugas.

Ia pun mengaku kalau ia adalah anggota aparat, ketika diminta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA), pria itu mengatakan, kalau KTA berada dalam jok motor. Namu pria tersebut berhasil kabur kerena berdalih mengambil KTA yang berada di dalam jok.

“Kepada saya pria itu mengaku anggota aparat,” ujar Zulfemi.

Sedangkan di kamar 114, petugas berhasil mengamankan seorang wanita lagi, ketika dipertemukan dengan wanita yang berada di kamar 115 mereka mengaku berteman dan masuk ke hotel disaat yang bersamaan.

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro melalui Kastreskrim Polresta Padang Irwan Ariyandhi kepada wartawan mengatakan, kasus temuan senjata api dan sangkur tersebut ditangani dan diproses oleh penyidik Polresta Padang. Sedangkan untuk kasus sabu dan dua orang wanita yang diamankan bersama barang-barang tersebut ditangani penyidikannya oleh Polsek Padang Timur. “Untuk barang bukti senjata api dan sangkur, kasusnya ditangani oleh Polresta Padang, sedangkan kepemilikan Sabu ditangani Polsek Padang Timur,” ujar Irwan.

Ditambahkannya, hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sedangkan oknum pemiliknya masih belum diketahui identitasnya. Pihaknya berjanji dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan menemukan oknum pemilik senjata api dan sangkur tersebut. “Kasus penemuan barang bukti ini masih dalam penyelidikan, untuk Sementara kita telah memanggil saksi-saksi dalam peristiwa penemuan,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (15/2) Kasi Provos Pol PP Padang Alwi juga telah dipanggil oleh penyidik Polresta padang sebagai saksi pelapor yang menemukan barang bukti senjata api dan sangkur.(*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA