Date Sabtu, 26 July 2014 | 08:04 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Megah di Luar, Kusam di Dalam

Jumat, 15-02-2013 | 13:54 WIB | 194 klik
Megah di Luar, Kusam di Dalam

Rusunawa di Purus

Dua bangunan tinggi berlantai lima berwarna cokelat tua di Jalan Purus, Kecamatan Padang Barat terlihat seperti hotel berbintang. Persis berhadapan dengan bibir pantai, megah nian terlihat.

Dilihat dari luar, keindahannya cukup menyita mata. Memiliki 5 taman dihiasi lampu yang memancarkan cahaya indah pada malam hari. Belum lagi, pohon pinang merah yang pucuknya baru setinggi orang dewasa, membuat dua bangunan tersebut tampak begitu indah.

Rasa ingin tahu membawa langkah Padang Ekspres, untuk menyibak dan menelusuri setiap ruangan bangunan itu. Rumah susun sewa (rusunawa), sebutan untuk gedung tinggi itu. Bangunan yang dipersiapkan khusus Pemko untuk orang-orang belum memiliki rumah dan berpenghasilan rendah tersebut, telah mulai ditempati. Kendati demikian, kondisi di dalam rusunawa nampak tidak terurus.

Pantauan Padang Ekspres, debu tebal menutup setiap lantai tidak berkeramik itu. Sampah bertebaran di setiap jenjang. Beberapa lantai ubin terlihat mengembung dan retak. Bahkan di lantai 5 ada dinding tempat pipa yang pecah.

Bekas rembesan air karena bocor membekas di sejumlah tembok ruangan. Lebih lagi, besi-besi bangunan yang baru selesai dibangun itu, telah tampak berkarat dan keropos. Gagang kunci pintu kamar banyak rusak dan hilang. Belum lagi pintu-pintu kamar ada yang engselnya copot dan rusak.

Rumah susun yang memiliki satu kamar mandi dengan dua ruangan dan satu dapur yang hanya berukuran 2X1 meter, tampak seperti tidak terawat. Beberapa kamar terlihat catnya sudah terkelupas.

Zubaidah, 56, petugas kebersihan di rusunawa mengatakan, kendati belum diresmikan pemerintah, namun pembangunan rusunawa itu telah rampung. Sejak pembangunan rusunawa itu selesai, tidak ada pemeliharaan rutin.

“Jangankan untuk pemeliharaan, gaji saya dua bulan belum dibayar. Tentu tidak sanggup kalau sendirian saja membersihkan gedung sebesar ini,” papar wanita setengah abad, yang telah bekerja di tempat itu sejak bulan Mei 2012.

Zubaidah mengakui, terjadinya kerusakan pada bagian bangunan karena memang tidak ada pemeliharaan dan kurangnya kualitas bahan bangunan gedung itu. “Kasihan saja kalau yang dapat kamar rusak dan bocor,” ujar ibu lima anak yang juga berjualan di tempat tersebut.

Rusanawa itu juga dilengkapi mushala, dan kantin. Namun, gagang pintu mushala tampak tidak ada lagi. “Banyak gagang pintu yang rusak, karena dibongkar maling,” papar nenek yang berjualan bersama cucunya itu.

Meski rusunawa itu hanya memiliki 196 kamar, namun hingga saat ini telah terdaftar sekitar 400 calon panghuni. “Semua yang mendaftar tetap diterima. Setelah itu diseleksi, apakah calon itu memang pantas menghuni rusunawa atau tidak,” papar Kasmaidarti, petugas yang memerima pendaftaran.

Diakuinya, hingga saat ini calon penghuni masih ada yang mendaftar, tidak hanya orang-orang yang tinggal di sekitar Purus. “Nanti dapat atau tidaknya mereka tinggal di sini tergantung dari hasil seleksi,” ujarnya.

Kas juga menerangkan, jika fasilitas yang diberikan kepada penghuni rusunawa cukup baik. Setiap kamar memiliki meteran air sendiri-sendiri, sedangkan aliran listrik dengan sistem voucher.

“Selain biaya sewa, para penghuni juga harus membayar listrik dan air sesuai pemakaiannya masing-masing,” ujarnya.

Perihal tidak terurusnya setiap kamar, Kas mengatakan, sekarang masih dalam tahap perbaikan. “Nanti kalau sudah dihuni, juga akan bersih karena dibersihkan penghuni rumah,” ujarnya. (cr4)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA