Date Kamis, 31 July 2014 | 02:12 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kototangah Terbanyak Kasus Cerai

Senin, 16-05-2011 | 11:32 WIB | 316 klik

Padang, Padek—Berdasarkan data register Pengadilan Agama (PA) kelas IA Padang, 2010 lalu tingkat perceraian di Kecamatan Kototangah tertinggi di Padang.
Demikian diungkapkan Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) kelas IA Padang Yelti Mulfi di ruang kerjanya, Jumat (13/5) lalu.


Menurutnya, peningkatan angka perceraian di Kecamatan Kototangah ini di luar perkiraan. Pasalnya angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya.


Untuk Kecamatan Padang Barat, tahun 2010 lalu mempunyai kasus perceraian sebanyak 69 kasus, Padang Timur 14 kasus, Padang Utara 25 kasus, Padang Selatan 66 Kasus, kecamatan Lubuk Begalung mempunyai 99 kasus Perceraian, Lubuk Kilangan 62 kasus, Kuranji 87 kasus, Pauh 56, kecamatan Bungus 8 kasus, Koto Tangah 150 kasus perceraian, Nanggalo 68 kasus serta Mentawai, yang juga masuk wilayah hukum Pengadilan Agama Kelas IA Padang mempunyai 48 kasus Perceraian.
“Memang meningkat, jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya berjumlah dibawah 150 kasus perceraian,” ujarnya.


Yelti menyebutkan, masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi faktor terbanyak, penyebab tingginya angka perceraian di kecamatan Koto Tangah.
Selain itu, data ini mencatat kasus perceraian akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan ketidakharmonisan banyak menjadi penyebab diajukannya gugatan cerai di PA. Sementara itu, tercatat juga tekanan ekonomi keluarga, tidak jujur yang mengakibatkan perselingkuhan merupakan terbanyak kedua. Rendahnya pendidikan berada di peringkat ketiga faktor penyebab perceraian.


Untuk tahun ini, kebanyakan yang mengajukan gugatan ialah pasangan yang berusia muda, rata-rata di bawah usai 30 tahun. Usia pernikahan juga relatif tidak lama, kebanyak usia pernikahannya paling lama dua tahun. Terkait meningkatnya angka perceraian ini, Yelti mengatakan jika pihaknya selalu melakukan usaha untuk menanggulangi perceraian yang di Padang.


Usaha yang dilakukan termasuk penyuluhan hukum terkait masalah tanggung jawab suami, dan hak-hak tiap individu dari pasangan itu sendiri.“Kami sudah lakukan penyuluhan ke kecamatan-kecamatan,” tegasnya. (ldy)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA