Date Rabu, 30 July 2014 | 05:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

BKN Sembunyikan Data Honorer K2

Senin, 04-02-2013 | 12:19 WIB | 2158 klik

Jakarta, Padek—Pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K-2) menjadi CPNS melalui tes tulis semakin dekat. Rencananya ujian tulis digelar Juni mendatang. Tetapi sampai sekarang, Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menyembunyikan data nama-nama tenaga honorer K-2.

Kepala Biro Humas dan Protokol BKN, Aris Windiyanto mengatakan, mereka sudah memiliki data nama-nama tenaga honorer K-2 secara komplet. “Data ini sudah siap diluncurkan dalam tahap uji publik,” kata dia. Namun, untuk mengumumkan atau mengeluarkan data-data itu, Aris mengatakan menunggu keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Menurut Aris, urusan penerimaan atau pengangkatan CPNS baru dari formasi tenaga honorer, menjadi tugas dari Kemen PAN-RB. Selain berwenang mengeluarkan izin uji publik, jajaran Kemen PAN-RB nantinya sekaligus mengeluarkan kuota CPNS baru yang akan diisi pelamar dari tenaga honorer K-2.

Setelah izin atau keputusan dari Kemen PAN-RB keluar, Aris mengatakan, BKN siap untuk melakukan uji publik nama-nama tenaga honorer K-2 itu. Diperkirakan saat ini jumlah tenaga honorer K-2 mencapai 600 ribu orang. Tetapi seluruhnya itu tidak akan diangkat semuanya menjadi CPNS dan pengangkatannya bertahap tahun ini dan 2014 nanti.

Seperti pada pengangkatan tenaga honorer kategori satu (K-1) menjadi CPNS beberapa waktu lalu, dalam masa uji publik data tenaga honorer K-2 pemerintah juga membuka masukan dari masyarakat. BKN tetap berharap jika ada masyarakat yang mengetahui ada kejanggalan pada nama-nama tenaga honorer K-2 untuk segera melaporkannya. Untuk urusan pengangkatan CPNS dari formasi tenaga honorer K-1 dan K-2, pemerintah pusat memilih ribet di muka dulu dengan sejumlah verifikasi. Upaya ini diambil untuk mengantisipasi ada gugatan ketika yang bersangkutan telah ditetapkan menjadi CPNS dan sudah mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP).

Jika laporan kejanggalan cukup besar, proses verifikasi data tenaga honorer K-2 tidak berhenti pada uji publik saja. Tetapi juga melalui sejumlah verifikasi lainnya.

Setelah data itu benar-benar clear, tenaga honorer K-2 yang bersangkutan baru berhak mengikuti ujian tulis untuk menjadi CPNS. Dalam ujian tulis ini, hampir bisa dipastikan mereka akan saling beradu dengan sesama tenaga honorer K-2. (wan/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA