Date Rabu, 23 July 2014 | 08:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Maharani, Wanita Ditangkap Bersama Tersangka Suap Kuota Daging Sapi

Suka Pakai Rok Mini, Pernah Hampir Dihakimi Massa

Minggu, 03-02-2013 | 09:27 WIB | 7259 klik
Suka Pakai Rok Mini, Pernah Hampir Dihakimi Massa

Maharani saat ditangkap KPK beberapa waktu yang lalu

Terungkapnya dugaan penyuapan impor sapi menjadi musibah besar bagi PKS. Selain melibatkan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan persidennya, KPK juga menangkap seorang perempuan seksi di sebuah hotel bersama dengan teman dekatnya, Ahmad Fhatanah.

PULUHAN wartawan masih tetap setia menunggu dan mengamati rumah sederhana bercat hijau yang pintunya terkunci rapat. Tak sedikit yang nekat mengetuk pintu dan berteriak berharap ada balasan dari dalam rumah.

“Bu permisi,” seru seorang wartawan online nasional itu, Minggu (2/2). Harapan mereka sia-sia. Meski beberapa lampu di rumah itu menyala, tak ada jawaban dari dalam.

Ya, itu adalah rumah Engkun Kurniasih orangtua Maharani Suciyono. Maharani yang biasa disapa Rani adalah perempuan yang ikut ditangkap KPK bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien Rabu (31/1) lalu. Fathanah, disebut-sebut orang dekat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Dari tangan mahasiswi Universitas Prof Moestopo Beragama itu petugas menyita Rp 10 juta hasil pemberian Fathanah. Uang tersebut adalah bagian dari Rp 1 miliar yang diduga akan diberikan ke Luthfi sebagai pelicin impor daging sapi.

Rumah tersebut merupakan rumah dinas dan terletak di dalam area SDN Batu Ampar 12 Kramatjati, Jaktim. Kurniasih adalah salah satu guru di sekolah tersebut. Rumah sederhana berukuran sekitar 8x10 meter tersebut tampak asri. Meski terletak di kompleks sekolah, bangunan itu dikelilingi kebun. Tanaman-tanaman besar tumbuh subur di sana.

“Sudah dua hari ini nggak kelihatan orangnya,” kata seorang tetangga Irwan Nurdin, salah seorang tetangga. Mereka juga mengaku tidak tahu apakah Rani dan keluarga sudah pergi atau masih “bersembunyi” di dalam rumah.

Sebetulnya, keluarga Rani sempat membuka diri dengan media. Sehari setelah dilepas KPK karena tidak terbukti terlibat, Kurniasih dan Rani sempat menemui awak media terkait keterlibatan anaknya. “Pusing mas, saya kayak orang paling salah,” kata Kurniasih kepada wartawan di rumahnya.

Namun belum tuntas menceritakan permasalahan, beberapa keluarga pun memutuskan menghentikan wawancara. Hingga akhirnya mereka “menghilang”.

Suratno salah seorang sopir ojek yang mangkal di depan rumah Rani mengatakan bahwa Rani adalah perempuan yang baik. Dia banyak bersosialiasi dengan warga. Bahkan, Rani mengenal hampir semua sopir ojek di sana. Mereka pun kaget mendengar kabar Rani ditangkap KPK.

Para tukang ojek langganan Rani itu, mengaku Rani palign sering minta diantar ke jalan utama atau ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Tapi saat ditanya untuk apa Rani ke TMII Suratno mengaku tidak tahu. “Yang jelas dia minta berhenti di pinggir jalan, terus biasanya ada mobil yang jemput dia,” katanya.

Para sopir ojek mengaku bahwa Rani memang terbiasa berpenampilan seksi. Saat di rumah pun, perempuan kelahiran Kuningan Jabar itu sering mengenakan celana super pendek dan tak jarang memakai rok mini. “Ya seperti foto-foto di koran (saat Rani keluar dari KPK mengenakan rok mini),” kata dia. Namun menurut para sopir ojek yang biasa mangkal di rumah Rani, itu adalah hal biasa. Sebab Rani adalah perempuan muda yang ingin bergaya. Mereka juga mengaku tak tergoda dengan kemolekan perempuan berambut panjang itu. “Wah kalau di sini model seperti itu (Rani) banyak,” timpal Suratno lalu meringis sambil menggaruk kepalanya.

Meski beberapa tetangga menganggap Maharani Suciyono adalah perempuan yang baik dan selalu bersosialisi, ternyata ada warga mengganggap Rani adalah perempuan “nakal”. Bahkan, dia pernah melakukan perbuatan tidak senonoh di depan rumah dinas ibunya itu. Tetangga Rani bernama Nanang Sapta mengungkapkan, kejadiannya tersebut sekitar setengah tahun lalu. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari sebuah mobil MPV terparkir di halaman sekolah tersebut dan mengahadap ke rumah Rani.

Warga awalnya tidak menaruh rasa curiga. Sebab, menurut mereka, sejak lama perempuan yang berulang tahun setiap 17 Maret itu kerap pergi dan pulang hingga dini hari. “Sering dijemput dan diantar mobil,’ kata Nanang.

Namun warga mulai menaruh curiga lantaran mobil yang mengantar Rani pulang itu tidak kunjung pergi. Mobil itu diparkir di halaman sekolah. Rani dan temannya tidak kunjung turun dari mobil warna hitam tersebut.

Diam-diam warga terus mengamati. Akhirnya sekitar 30 menit kemudian, mobil yang masih terparkir itu ternyata bergoyang-goyang. Warga pun emosi. Untungnya mereka masih bisa menahan diri lantaran ibu Rani adalah adalah seorang guru di SD tersebut. “Akhirnya saya sambit aja pakai batu. Itu pasti ngelakuian yang enggak-enggak. Apalagi yang nganter cowok,” kata Nanang.

Rani dan temannya pun kaget bukan kepalang. Sadar aktivitasnya tercium warga, Rani pun langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumah. Mobil itu juga tunggang-langgang pergi dari area sekolah.

Namun, Ketua RT 9 RW 03 Sarmadi saat ditemui JPNN mengatakan, dirinya sama sekali tidak pernah menerima laporan tentang kelakuan buruk Rani. “Meski jarang ikut kegiatan warga, setahu saya keluarganya baik-baik,” ujar Sarmadi.

Menurut Sarmadi, Rani hanya tinggal berdua dengan ibunya. Kurniasih sudah lama berpisah dengan suaminya. Kakaknya, Anggi Kumartino Pratama beberapat tahun meninggalkan rumah tersebut karena sudah menikah dan hidup sama keluarga sendiri.

Nah, menariknya, ternyata salah satu rumah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tak jauh dari rumah Rani. Rumah politisi yang kini sudah berstatus tersangka dan ditahan KPK itu, hanya sekitar 500 meter dari rumah Rani.

Salah satu rumah Luthfi tersebut terletak di kompleks rumah klaving Jalan Batu Ampar IV. Bahkan, kedua rumah itu sama-sama masuk dalam wilayah RT 09 RW 03 Batu Ampar.

“Rumah Luthfi yang di belakang,” kata seorang penjaga kavling yang tidak mau disebutkan namanya saat ditemui JPNN. Ya, rumah-rumah yang ada di kavling tersebut tergolong mewah. Bentuk rumahnya seragam, dan semua temboknya berwarna putih. Meski begitu jumlahnya tak begitu banyak.

Namun penjagaan di sana begitu ketat. Pagarnya selalu ditutup dan diawasi beberapa sekuriti. Kesannya adalah kavling eksklusif. “Itu memang rumah orang-orang PKS,” kata Ketua RT 03 RW 09 Batu Ampar Sarmadi. Namun saat ditanya apakah Luthfi sering tinggal di rumah tersebut, dia enggan menerangkan lebih lanjut. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA