Date Kamis, 31 July 2014 | 20:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Dipicu Main Camfrog

Ayah Cabuli Anak Kandung

Jumat, 01-02-2013 | 13:49 WIB | 1547 klik

Payakumbuh, Padek—Bermula dari berinteraksi lewat internet menggunakan camfrog (layanan interaksi dengan video langsung), AK, 38 diduga tega mencabuli anak di bawah umur yang notabene anak kandungnya sendiri. Mirisnya, perbuatan itu sudah ia lakukan berulang kali. Tak tahan dengan perlakuan biadab sang ayah, Luna, 15, (nama samaran, red) melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Payakumbuh.

Korban melapor bersama sang ibu. Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Payakumbuh langsung menciduk korban dari rumahnya di Jalan Profesor Hamka, Kelurahan Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (30/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Kini, tersangka mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Mapolresta untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Menurut pengakuan tersangka yang gemar chatting online menggunakan webcam itu, pencabulan tersebut dilakukan karena khilaf.

Di hadapan penyidik Briptu Rini Anggraini, tersangka mengakui hanya berbuat cabul terhadap anak kandungnya sendiri, tidak sampai menyetubuhi korban. “Saya hanya meraba, tidak ada ancaman. Saya khilaf buk, tembak saja saya sekarang,” ungkap tersangka menyesal.

Luna yang baru duduk di kelas dua SMP, setiap malam Minggu diminta ayahnya menjaga warnet. Sebab keesokan harinya, si anak libur. Sayangnya kesempatan itu, digunakan sang ayah untuk mencabuli korban. Kapolresta Payakumbuh, AKBP Rubintoro Suhada melalui Kasat Reskrim, AKP Jefrizal Jarun, mengatakan saat ini korban sudah divisum. Tersangka akan dijerat Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Aparat juga menyita barang bukti (BB) sapu tangan atau kain lap dan 1 unit laptop milik tersangka yang biasa digunakan di meja operator. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA