Date Selasa, 29 July 2014 | 11:37 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Jalur Pangkalan- Kapur IX Lumpuh 5 Jam

2 Sungai Meluap, 6 Jorong Banjir

Rabu, 30-01-2013 | 12:56 WIB | 404 klik

Limapuluh Kota, Padek—Belum kering air mata korban longsor di Maninjau, Kabupaten Agam dan belum hilang kepanikan korban banjir di Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, bencana alam akibat fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di Sumbar. Kemarin, Selasa (29/1) pagi, sebanyak enam jorong di Nagari Pangkalan, Limapuluh Kota, dilanda banjir.

Keenam jorong yang diterjang banjir di Nagari Pangkalan adalah Jorong Banjarranah, Jorong Lakuakgadang, Jorong Lubuaknago, Jorong Tigobalai dan Jorong Pasarbaru. Banjir terjadi akibat meluapnya dua sungai yang mengalir di Nagari Pangkalan, yakni Batang Kasok dan Sungai Abang. Banjir berlangsung selama lima jam, terhitung sejak pukul 05.15 WIB sampai pukul 10.30 WIB.

Akibat banjir tersebut, 42 unit rumah penduduk dilaporkan terendam air. Sebanyak tiga unit di antaranya, termasuk warung, rusak berat dan tak layak ditempati. “Rumah penduduk yang terendam air, paling banyak berada di Jorong Banjarranah. Di jorong ini, ketinggian air saat banjir, mencapai dua meter,” kata Wali Nagari Pangkalan, Diswanto kepada Padang Ekspres, Selasa (29/1) pagi.

Selain merendam 42 unit rumah warga, banjir membuat dua unit mobil fuso dan empat unit alat berat terendam air. Bahkan, akses jalan dari Kecamatan Pangkalan menuju Kecamatan Kapur IX, sempat lumpuh selama lima jam. Ini terjadi akibat jalan di Jorong Banjaranah, Nagari Pangkalan, terendam air dengan ketinggian mencapai dua meter dari atas aspal.

“Ya, akibat banjir di Jorong Banjarranah, ratusan kendaraan dari Pangkalan menuju Kapur IX ataupun sebaliknya, terpaksa antre selama hampir lima jam, karena satu-satunya jalur transportasi darat penghubung kedua kecamatan direndam air. Tapi siang ini (kemarin siang), arus lalu-lintas sudah kembali lancar,” kata Kapolsek Pangkalan, Iptu Ricky Pranata Vivaldi, terpisah.

Berdasarkan catatan Padang Ekspres, dalam tiga bulan terakhir, sudah tiga kali, ruas jalan provinsi penghubung Kecamatan Pangkalan dengan Kecamatan Kapur IX, lumpuh total. Pada November 2012 silam, jalan Pangkalan-Kapur IX lumpuh akibat amblasnya badan jalan di kawasan Baliakbukik, Nagari Gunuangmalintang dan ambrolnya jembatan di arel perkebunan sawit milik PTPN IV.

Hingga kini, banjir kembali “memutuskan” hubungan Pangkalan dengan Kapur IX, badan jalan yang amblas maupun jembatan yang ambrol itu, belum kunjung diperbaiki Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar. Akibatnya, masyarakat yang mengangkut berbagai hasil perkebunan, terutama gambir, getah dan hasil bumi lainnya menjadi sangat kesulitan.

SD Terendam, Murid Diliburkan

Selain memutuskan jalur transportasi darat penghubung Pangkalan dan Kapur IX, banjir yang terjadi di Pangkalan, Selasa (29/1) pagi, membuat puluhan hektare areal perkebunan karet dan perladangan terendam air. Bukan itu saja, lima ekor sapi dan kerbau ditemukan mati di Jorong Banjarranah, Jorong Lubuaknagaro dan Jorong Lubuaknago.

Di samping merusak areal perkebunan dan menewaskan hewan ternak, banjir di Nagari Pangkalan, ikut merendam SD Negeri 03 di Jorong Banjarranah, sehingga membuat murid-muridnya terpaksa diliburkan. “Bangunan SDN 03 Pangkalan nampaknya ikut rusak. Padahal, bangunan ini baru selesai direhab, dengan menggunakan DAK Bidang Pendidikan. Kami berharap, dapat kembali diperbaiki,” kata Wali Nagari Pangkalan, Diswanto.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, Teddy Suttendi yang datang meninjau lokasi banjir, memuji sigapnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyikapi banjir di Nagari Pangkalan. Teddy berharap, kesigapan itu dipertahankan untuk menanggulangi dampak banjir di Pangkalan. “Masyarakat yang rumahnya terendam air, perlu diberi bantuan tanggap darurat,” kata Tedy.

Ke depan, Teddy menyarankan Pemprov Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota, memikirkan normalisasi sungai di Pangkalan. ”Kawasan Pangkalan, selalu langganan banjir. Dalam empat tahun terakhir, menurut masyarakat, ini banjir terparah. Karenanya, kita perlu memikirkan, agar banjir musiman ini tidak terulang, dengan normalisasi sungai dan membangun infrastruktur yang memadai, seperti menaikkan badan jalan agak dua meter,” ujarnya.

Teddy juga menyayangkan, lemahnya perhatian teman-temannya sesama anggota DPRD, terhadap musibah banjir di Pangkalan. “Kita sangat menyangkan, lemahnya perhatian teman-teman di DPRD, terutama mereka yang berasal dari Daerah Pemilihan V. Mestinya, mereka yang dari Dapil V inilah yang lebih sigap melihat korban banjir di Pangkalan,” kata Teddy yang berasal dari Dapil II.

Di sisi lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Firmansyah mengaku, masih mendata jumlah kerugian akibat banjir kiriman yang melanda Nagari Pangkalan. Kendati demikian, BPBD tidak melakukan kegiatan tanggap darurat. Walau begitu, Rabu (30/1) ini, BPBD berkordinasi dengan Dinas Sosial, akan menyerahkan bantuan buat korban banjir. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA