Date Jumat, 1 August 2014 | 10:44 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Petugas Dilarang Minta Pungutan

Kartu Jamkesmas Kurang 9,9 Juta

Selasa, 29-01-2013 | 12:11 WIB | 323 klik

Jakarta, Padek—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) rupanya kelabakan menangani lonjakan peserta program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) 2013. Kemenkes memastikan jika seluruh kartu Jamkesmas 2013 yang mencapai 86,4 juta nama, tidak bisa didistribusikan serentak.

Dalam surat edaran resmi untuk dinas kesehatan kabupaten dan kota, Kemenkes telah menyebutkan jika tidak seluruh kartu Jamkesmas dibagikan secara serentak. Dari 86,4 juta jiwa penerima Jamkesmas, Kemenkes baru bisa menerbitkan kartu Jamkesmas untuk 76.409.731 jiwa masyarakat. Sisanya, sejumlah 9.990.269 kartu Jamkesmas akan didistribusikan menyusul secepatnya.

Menkes Nafsiah Mboi menginstruksikan, bagi dinas kesehatan kabupaten atau kota yang telah menerima kartu Jamkesmas 2013 ini, diharapkan segera meneliti. Apabila ada yang kurang, kartu rusak atau kartu kosong (tidak tertera nama peserta Jamkesmas, red) segera ditindaklanjuti. Upaya tindak lanjut jika ada kesalahan dalam distribusi kartu Jamkesmas yang cacat itu bisa langsung disampaikan ke Ditjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes.

Dalam paparannya, Dirjen BUK Kemenkes Supriyantoro menuturkan, jika kartu Jamkesmas yang sudah bisa dipastikan terdistribusikan serentak, yakni untuk 76.409.731 jiwa merupakan peserta Jamkesmas lama. ”Sedangkan yang 9.990.269 itu adalah data peserta Jamkesmas baru (tambahan, red),” tandasnya.

Dia berharap masyarakat atau dinas kesehatan yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas untuk peserta baru itu bersabar. Supriyantoro mengatakan, jika pendistribusian kartu Jamkesmas yang tidak serentak ini hanya urusan teknis. Pihak Kemenkes menjamin jika nama-nama peserta Jamkesmas yang baru itu sudah tercantum di data base mereka.

Supriyantoro juga mengatakan, pihaknya telah membuka call center urusan Jamkesmas yang aktif 24 jam. Masyarakat yang ingin melaporkan soal distribusi kartu Jamkesmas dan persoalan Jamkesmas lainnya, bisa menghubungi 081213787211, 08129612853, 081387547600, 081311107917, dan 08151895357. ”Nomornya memang sulit dihafal. Tetapi siap menerima pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, jika operasi pendistribusian kartu Jamkesmas ini sudah ditalangi pemerintah pusat. Sehingga tidak dibenarkan jika ada petugas lapangan yang memungut uang kartu Jamkesmas. Kasus ini muncul di kawasan Jawa Tengah, di antaranya ada masyarakat yang dipungut Rp 10 ribu per kartu Jamkesmas. (wan/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA