Date Jumat, 1 August 2014 | 06:38 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Jadi 356 Guru, Anggaranpun Membengkak

Guru Sertifikasi Kemenag Bertambah

Senin, 28-01-2013 | 13:41 WIB | 750 klik

Sijunjung, Padek—Seiring bertambahnya guru sertifikasi di Kemenag Sijunjung, maka anggaran di Kemenag pada 2013 ini direncanakan akan terjadi penambahan. Jika tahun 2012 lalu total pembayaran sertifikasi mencapai Rp5 miliar lebih untuk 146 guru dan pengawas di lingkungan Kemenag Sijunjung. Maka, tahun ini dari data Kemenag Sijunjung, guru yang telah bersertifikasi mencapai 356 orang terdiri dari guru Madrasah 167 orang, guru PAI sebanyak 173 orang dan pengawas 16 orang. Sedangkan guru yang masih dalam daftar longlist (daftar tunggu) tercatat sebanyak 196 orang guru Madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam Swasta (PAIS).

“Pada tahun 2012 lalu Kemenag telah menyalurkan seritifikasi sebesar Rp 5 miliar lebih, namun untuk tahun 2013 ini telah terjadi penambahan guru sertifikasi, sehingga kita merencanakan anggaran akan mencapi Rp 7 miliar lebih untuk 217 orang guru PAIS dan Madrasah PNS sebanyak 176 dan 41 guru PAIS dan Madrasah non PNS,” ungkap kepala Kemenag Sijunjung Afrizal dalam acara penyematan Pin pada guru bersertifikasi oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin di kantor Kemenag beberapa waktu lalu.

Afrizal mengharapkan kepada seluruh guru yang telah bersertifikasi tersebut, agar selalu menjaga kualitas didik dan pembelajaran agar melahirkan generasi yang memahami agama dan bermoral. Karena menurutnya kualitas siswa sangat bergantung cara guru dalam memberikan pelajaran.

Dalam kesempatan itu Yuswir Arifin menjelaskan bahwa, pemerintah tak pernah membedakan antara guru negeri dan guru Madrasah dalam pemberian sertifikasi, karena pada hakikatnya setiap guru memiliki hak yang sama. Jika memang berprestasi, setiap guru baik swasta maupun negeri dan Madrasah akan mendapat apresiasi dari pemerintah dalam berbagai bentuk.

“Pemerintah akan tetap memberikan apresiasi kepada setiap guru, baik guru sekolah negeri ataupun Madrasah, karena hak setiap guru sama di mata pemerintah, namun yang perlu ditekankan kepada semua guru, agar terus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai mana menjadi misi dari pemerintah, agar meningkat pula SDM masyarakat Sijunjung,” ungkap Bupati.

Saat ini kekurangan guru di kabupaten Sijunjung tidak hanya terjadi pada sekolah negeri saja, namun di lingkungan Kemenag seperti MTS dan MA juga terjadi banyak kekurangan guru pada bidang ilmu umum seperti guru Fisika dan Matematika. Seperti yang diungkapkan Kasubag kemenag Ermizaldi, bahwa dengan terjadinya kekurangan guru tersebut akan menyebabkan terganggunya proses pembelajaran.

“Kita akan coba berkoordinasi dengan dinas pendidikan sijunjung untuk mencari solusi guna menyelesaikan persoalan kekurangan guru ini, karena dari data yang kita terima dari berbagai sekolah Mts dan MA di sijunjung, masih banyak terjadi kekurangan guru, dan kondisi tersebut akan menggangu proses pembelajaran dan mutu siswa,” ungkap Ermizaldi. (mg19)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA