Date Selasa, 29 July 2014 | 21:46 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Hari Ini, Hasil UN Padang Diumumkan

UN Jeblok, setiap Daerah Dapat Rp1 M

Senin, 16-05-2011 | 09:01 WIB | 459 klik
UN Jeblok, setiap Daerah Dapat Rp1 M

UN 2011

Jakarta, Padek—Pemerintah memberi bantuan peningkatan pendidikan bagi kabupaten atau kota yang hasil ujian nasional (UN)-nya jeblok. Terutama hasil UN tingkat SMA dan sederajat. Acuan penetapannya, tidak hanya melihat hasil kelulusan UN.


Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, program peningkatan seperti ini sudah diterapkan mulai tahun lalu. Saat itu, tercatat 100 kabupaten dan kota memperoleh kucuran dana peningkatan pendidikan sebesar Rp1 miliar. Daerah-daerah tersebut, tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.


Pengalaman tahun lalu, intervensi tertinggi untuk peningkatan kualitas pendidik. Khususnya adalah pendidik mata pelajaran yang di-UN-kan. Dana peningkatan tersebut di antaranya untuk menyekolahkan lagi para pendidik. Selain itu, juga memberikan prioritas pelatihan-pelatihan peningkatan kemampuan.


Intervensi selanjutnya digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan. ”Pemerintah membantu pembangunan laboratorium dan penunjang pembelajaran lainnya,” ujar Nuh.


Alokasi berikutnya digunakan untuk pengembangan bahan ajar bagi siswa.
Lantas bagaimana tahun ini? Nuh mengatakan, jumlah daerah dan besaran sumbangan masih belum ditetapkan. Dia menjelaskan, evaluasi untuk menentukan intervensi pengembangan pendidikan tersebut tidak hanya mengacu pada tingkat kelulusan yang rendah. ”Kita masih perlu melakukan evaluasi mendalam lagi,” tandasnya.


Indikator lain adalah perekonomian daerah. Daerah-daerah yang perekonomiannya masih rentan, di antaranya adalah yang baru melakukan pemekaran. Kemendiknas menganalisa dari income perkapita masyarakat setempat. Ia menjelaskan, kebutuhan dasar pendidikan di tiap-tiap siswa bakal sulit dipenuhi, jika kebutuhan dasar tidak bisa dipenuhi keluarga.


Nuh menjelaskan butuh waktu sekitar dua bulan merumuskan daerah-daerah penerima bantuan peningkatan pendidikan tersebut. Selain itu, ditetapkan pula besaran duit yang bakal diterima daerah. Dia tidak memungkiri, bisa jadi antara kota atau kabupaten bisa menerima bantuan dengan nominal berbeda.
Nuh mengatakan, Pemprov juga bisa berperan memperbaiki pendidikan di daerahnya yang sakit. ”Acuannya, hasil diagnosis yang dilakukan kementerian,” terang mantan Menkominfo itu. Khusus untuk anggaran dari pusat, Nuh menjelaskan akan ditalangi dulu oleh Kemendiknas. Selanjutnya, dana talangan itu diganti saat APBN-P (Perubahan) semester kedua 2011 depan.


Siapkan Program
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berjanji membuat program yang tepat bagi kabupaten dan kota yang nilai UN-nya jeblok, menyusul Sumbar peringkat enam jumlah siswa tidak lulus UN. ”Pelajaran dan pokok bahasan apa saja yang nilainya rendah akan kita evaluasi, untuk kemudian kita buat program untuk mengatasinya ke depan,” ujar Irwan usai membuka Musyawarah Kerja Daerah Ikatan Dokter Indonesia di Pangeran Beach Hotel, Sabtu (14/5).
Seperti diberitakan Sabtu (14/5), sebanyak 1.167 dari 43.211 (2,7 persen) peserta UN tingkat SMA/MA di Sumbar dinyatakan tidak lulus. Ketidaklulusan UN tingkat SMA/MA Sumbar ini berada di urutan 28 dari 33 provinsi se-Indonesia.


Secara nasional tercatat sebanyak 1.450.498 siswa atau sekitar 99,22 persen setingkat SMA dan MA dinyatakan lulus UN dari total 1.461.941 siswa. Sementara jumlah siswa yang dinyatakan gagal dalam UN sebanyak 11.443 siswa. Kelulusan UN akan diumumkan pada hari ini (16/5). Namun, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar Syamsurizal mengaku belum menerima data kelulusan UN dari pusat. ”Kami belum menerima hasilnya dari pusat. Kalau memang jumlah itu benar, ke depan perlu diantisipasi agar kejadian serupa tak terulang,” ujarnya kepada Padang Ekspres, kemarin (15/5).


Meksi belum menerima data kelulusan, tapi dia yakin angka kelulusan itu masih bisa berubah. Pasalnya, banyak sekolah yang salah dalam mengirimkan data nilai rapor ke Kemendiknas. ”Paling banyak di Kota Pariaman 216 siswa. Kalau data yang benar sudah masuk, kemungkinan besar siswa tidak lulus akan berkurang,” dalihnya.
Sebagaimana diketahui, kelulusan SMA/MA/SMK ditentukan gabungan nilai mata pelajaran UN dengan nilai sekolah. Pembobotannya 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah.
Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang Ali Zamar mengatakan, anjloknya nilai UN siswa Sumbar mencerminkan kualitas pendidikan. ”Kalau saya lihat, mata pelajaran yang diujikan di UN tidak dipahami siswa. Akibatnya, nilai UN mereka rendah,” jelas Wakil Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), itu.
Ke depan, pemerintah daerah dan pihak sekolah harus memberikan pelajaran mulai dari dasar, sehingga dapat menyerap ilmu menyeluruh. Kalau sekarang, katanya, terkesan pihak sekolah dan pemerintah memaksakan pelajaran kepada para siswa yang mengikuti UN, sehingga kemampuan mereka menelaah pelajaran tersebut kurang.


Pengumuman UN SMA Hari Ini
Di Padang, Dinas Pendidikan menetapkan hari ini (16/5) hasil UN tingkat SMA/SMK/MA diumumkan. Tercatat sebanyak 12.565 siswa. ”Jika dilihat dari nilai murni UN, tahun ini kelulusan UN Padang 99,7 persen. Ini hasil yang memuaskan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Bambang Sutrisno, kemarin.


Menurutnya, jumlah kelulusan tahun ini naik 3 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk data detail, Bambang mengatakan baru bisa didapatkan pada pukul 12.00 WIB, karena akan diumumkan serentak. Selain itu, hasilnya akan dirapatkan di majelis guru. Siswa yang memiliki nilai di atas standar kelulusan bisa tidak lulus, jika nilai akhlak dan budi pekerti mereka tidak lulus. ”Senin pagi (16/5) majelis guru di sekolah masing-masing akan rapat untuk menggodok nilai kelulusan dengan menambahkan nilai akhlak dan budi pekerti. Jika telah digabung baru bisa dipastikan kelulusan siswa,” ujarnya.


Kepala SMAN 2 Padang, Prima Yunaldi menjelaskan, hasil UN bisa dilihat lewat SMS di atas pukul 13.00 WIB hari ini. Siswa tidak perlu ke sekolah melihat hasil UN. Mereka cukup mengetik ”SMA2 nomor ujian” kirim ke 081381808282.


Prima menyebutkan, hasil UN diketahui setelah majelis guru rapat dan diberitahukan kepada Disdik Padang. Setelah itu, pihak sekolah langsung mengirimkan data siswa ke operator dan baru bisa diketahui setelah pukul 13.00 WIB. Prima menjelaskan, cara ini dilakukan untuk meminimalisir perayaan kelulusan berlebihan sehingga mengganggu orang lain, dan risiko perusakan oleh siswa yang tak lulus. (e/kd/a/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA