Date Rabu, 23 July 2014 | 12:58 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Politik

Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif

Ketua DPRD Pessel Tersangka

Jumat, 25-01-2013 | 11:06 WIB | 1702 klik
Ketua DPRD Pessel Tersangka

-

Painan, Padek—Masih ingat kasus dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif dan pengadaan barang jasa di DPRD Pesisir Selatan (Pessel) 2009/2011? Diam-diam penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Pessel, telah menetapkan Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair sebagai tersangka. Penyidik juga sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mardinas.

”Menurut jadwalnya besok (hari ini, red). Namun apakah dia (Mardinas, red) akan menghadiri atau tidak, sebaiknya lihat saja besok.

Tapi saya berharap, beliau bisa menghadiri pemeriksaan terhadap dirinya,” kata Wakapolres Pessel Kompol Dwi Harsono saat dihubungi Padang Ekspres via handphone, kemarin (24/1).

Selain Mardinas, sebelumnya telah ditetapkan dua tersangka dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,87 miliar itu. Dua tersangka lainnya yakni, Sekretaris Dewan (Sekwan) Rahmad Realson dan Bendahara DPRD Afriyati Belinda. “Saat ini, baru tiga orang ditetapkan penyidik sebagai tersangka. Tapi, tidak tertutup kemungkinan akan bertambahnya tersangka lain,” ungkap Dwi.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi ini mencuat setelah adanya penemuan bon putih perjalanan fiktif DPRD Pessel mencapai Rp 400 juta pada penggunaan anggaran tahun 2009-2011. Kemudian, Kejaksaan Negeri Pessel langsung melakukan penyelidikan, begitu juga Polres Pessel.

Sekwan dan Bendahara DPRD dijadikan tersangka, karena diduga terlibat dalam pemalsuan kuitansi perjalanan dinas, sehingga merugikan negara dan langsung ditahan. Namun, polisi akhirnya mengabulkan penangguhan penahanan keduanya setelah adanya jaminan dari Pemkab Pessel.

Selain menetapkan kedua tersangka, penyidik Polres Pessel juga menemukan barang bukti berupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyidik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Rabu (30/5-2012) lalu.

Awal Agustus 2012 lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani izin pemeriksaan terhadap 40 anggota DPRD Pessel termasuk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini memberikan jalan bagi penyidik untuk memeriksa ke-40 anggota DPRD Pessel tersebut.

Ketua DPRD Pessel, Mardinas N Syair ketika dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui dirinya akan dipanggil penyidik sebagai tersangka. “Saya belum dapat kabar, karena saya baru pulang dari Jakarta,” katanya saat dihubungi Padang Ekspres via handphone, kemarin (24/1).

Sejak kasus itu bergulir ke ranah hukum setahun lalu, politisi Partai Demokrat itu mengaku sudah tiga kali diperiksa penyidik tipikor. Terakhir, katanya, dia diperiksa penyidik pada 2 Januari lalu. “Tapi pemeriksaan itu hanya untuk mengkonfrontir sejumlah keterangan saksi yang diperiksa sebelumnya,” ungkap Mardinas.

Jika pemanggilan itu benar, tambah Mardinas, dia akan memenuhi pemanggilan itu sebagai warga negara yang baik. “Saya siap jika dipanggil. Baik itu pemanggilan sebagai saksi, maupun sebagai tersangka,” ungkapnya. (rdi/yon)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA