Date Rabu, 30 July 2014 | 16:02 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Tersesat Saat Memikat Murai Batu di Bukit Kelok Sembilan

2 Remaja Lubuak Bangku Ditemukan

Rabu, 23-01-2013 | 12:58 WIB | 676 klik
2 Remaja Lubuak Bangku Ditemukan

Yaldi, 19, dan Rahbi, 18, yang tersesat saat memikat burung Murai Batu

Limapuluh Kota, Padek—Dua remaja asal Lubuak Bangku, Jorong Aiaputiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumbar, bernama Yaldi, 19, dan Rahbi, 18, yang tersesat saat memikat burung Murai Batu di kawasan Hutan Suaka Alam Aia Putiah, persisnya di rangkaian Bukit Kelok Sembilan, berhasil ditemukan oleh 4 anggota Koramil 05 Harau dan 13 masyarakat.

”Benar, Yaldi dan Rahbi yang dilaporkan hilang di Bukit Kelok Sembilan sejak Senin (21/1) malam, telah ditemukan pada Selasa (22/1) pagi,” kata Danramil 05 Harau Kapten Inf Suherman, Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Russirwan, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota Firmansyah, Wali Nagari Sarilamak Budi Febriandi, dan tokoh Nagari Sarilamak Syaiful Dt Ajo Bosa Nan Kuniang, kepada Padang Ekspres secara terpisah.

Menurut Syaiful Dt Ajo Bosa Nan Kuniang, Yaldi yang merupakan anak pasangan suami-istri Nasar dan Gadih, pergi memikat burung ke Bukit Kelok Sembilan, bersama temannya Rahbi yang merupakan anak pasangan suami-istri An dan Gadih. Mereka berangkat dari Lubuakbangku sejak Senin (21/1) sekitar pukul 09.00 WIB, dengan melewati jembatan Tanahsirah, sekitar 3 Kilometer dari jembatan layang Kelok Sembilan.

”Dari orangtua mereka, kami memperoleh informasi, Yaldi dan Rahbi pergi memikat burung dengan bekal bungkus nasi. Biasanya, kalau hari sudah sore, mereka akan kembali lagi ke rumah masing-masing. Tapi sampai Senin malam, Yaldi dan Rahbi tidak kunjung pulang. Sehingga membuat orang tua dan keluarga menjadi cemas,” kata Syaiful Datuak Ajo Nan Bosa Kuniang.

Karena cemas, keluarga Yaldi dan Rahbi yang dibantu puluhan masyarakat Nagari Sarilamak, memutuskan mencari kedua remaja itu ke Bukit Kelok Sembilan pada Senin malam. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil. Masyarakat kemudian menghubungi anggota Polres Limapuluh Kota dan Koramil 05 Harau, sambil berharap, TNI-Polri dapat mendatangkan Tim Search dan Rescue (SAR) untuk membantu pencarian.

Sayang, hingga Selasa Subuh, belum ada Tim SAR yang datang untuk membantu pencarian Yaldi dan Rahbi. Sehingga membuat pihak keluarga dan masyarakat bertambah gusar. Bahkan, sejumlah masyarakat sempat menghubungi Padang Ekspres pada Sela dini hari, guna menanyakan nomor telepon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota yang bisa mereka hubungi.

Bermalam di Goa

Di tengah kegelisahan pihak keluarga dan masyarakat Nagari Sarilamak, Dandim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo memerintahkan Koramil 05 Harau untuk berkoordinasi dengan Polri, dalam mencari 2 remaja yang dilaporkan hilang saat memikat burung di Bukit Kelok Sembilan. ”Kami sampai di Lubuakbangku, Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Danramil 05 Harau Kapten Inf Suherman.

Setiba di Lubuakbangku, anggota Koramil 05 Harau bersama masyarakat, langsung memulai pencarian Yaldi dan Rahbi, dengan membentuk 3 kelompok. ”Kelompok pertama, terdiri dari pihak keluarga dan masyarakat, memulai pencarian dari Buluhkasok. Kelompok kedua, memulai dari kawasan Huluaia. Sedangkan kelompok ketiga, memulai pencarian dari bukit di sisi kanan jembatan Tanahsirah,” sebut Kapten Inf Suherman.

Sekitar satu jam setelah pencarian, kelompok ketiga yang terdiri dari 4 personel Koramil 05 Harau, yakni Pelda Zulbakri, Serka Yupidal, Sertu Yudho Yusmanto dan Serda Endang, berhasil mendeteksi keberadaan Yaldi dan Rahbi pada sebuah lereng di tengah hutan. Dengan dibantu oleh 13 masyarakat, keempat personel TNI itu kemudian mengevakuasi Yaldi dan Rahbi ke Jembatan Tanahsirah di pinggir Jalan Sumbar-Riau.

Setiba di jembatan Tanahsirah yang hanya berjarak 2 kilometer dari tempat mereka ditemukan, Yaldi dan Rahbi dibawa oleh polisi dan petugas BPBD Limapuluh Kota ke Puskesmas Tanjungpati, untuk mendapatkan pemeriksaan medis, sesuai dengan Prosedur Tetap pencarian orang hilang. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, kondisi kesehatan kedua remaja itu baik-baik saja.

”Mereka hanya sedikit lemas, mungkin karena hampir seharian tidak makan. Selain lemas, mereka yang ditanya oleh petugas mengaku malu, karena telah tersesat di Bukit Kelok Sembilan dan merepotkan banyak orang,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA